Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

CEK FAKTA: DPR Dukung Minimarket Ditutup Demi Koperasi Merah Putih

CEK FAKTA: DPR Dukung Minimarket Ditutup Demi Koperasi Merah Putih
Koperasi Desa Merah Putih Indrasari, di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menjadi Kopdes percontohan dan satu-satu yang beroperasi sejak awal. (IDN Times/Hendra Lianor)
Intinya Sih
  • DPR RI menegaskan tidak pernah mendukung penutupan minimarket seperti Alfamart dan Indomaret, serta menyebut informasi yang beredar di media sosial sebagai hoaks.
  • Pernyataan DPR hanya menyoroti perlunya pembatasan gerai minimarket hingga tingkat kabupaten atau kecamatan agar pedagang desa dan koperasi tetap bisa berkembang.
  • Fraksi PDIP menilai kebijakan strategis seperti penutupan minimarket harus melalui kajian komprehensif berbasis data dan belum ada keputusan resmi dari DPR terkait hal tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Beredar di media sosial TikTok yang menyebutkan DPR RI mendukung penutupan minimarket demi menghidupkan usaha Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Unggahan pengguna akun Hikman.Coking itu diberi judul "Breaking News: DPR Dukung Mendes Tutup Alfamart dan Indomaret demi Koperasi Desa." Dalam unggahan itu, pengguna TikTok tersebut juga menampilkan foto Ketua DPR RI Puan Maharani.

Lantas benarkah DPR RI mendukung penutupan Koperasi Merah Putih? Berikut penjelasannya!

1. DPR tegaskan tak pernah dukung penutupan minimarket

Pimpinan Komisi V DPR RI Lasarus dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai rapat pengelolaan banjir Jabodetabek (IDN Times/Shemi)
Pimpinan Komisi V DPR RI Lasarus dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai rapat pengelolaan banjir Jabodetabek (IDN Times/Shemi)

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mengatakan, DPR RI tidak pernah mengeluarkan pernyataan dukungan untuk menutup minimarket seperti Alfamart dan Indomaret di seluruh wilayah Indonesia. Menurut dia, dukungan DPR menutup Alfamart dan Indomaret adalah hoaks dan tendensius.

“Saya sampaikan dan bisa disaksikan lewat rekaman rapat antara Komisi V DPR RI dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal tidak ada pernyataan kami yang meminta Alfamart dan Indomaret supaya ditutup, terlampir akan kami lampirkan kesimpulan rapat sebagai bukti dokumen resmi keputusan rapat,” kata Lasarus, kepada jurnalis, dikutip Rabu (25/2/2026).

Hal itu juga sekaligus menanggapi informasi yang beredar melalui Instagram oleh pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. Dalam Instagram tersebut menampilkan Ketua DPR RI Puan Maharani seolah mengeluarkan pernyataan bahwa DPR RI memberikan dukungan terkait penutupan Alfamart dan Indomaret tersebut.

“Dalam Instagram tersebut menampilkan Ibu Puan Maharani Ketua DPRRI yang sangat saya kagumi dan hormati dengan ini saya Lasarus.S.Sos.M.Si, menyatakan yang membuat pernyataan terkait sebaran Alfamart dan Indomaret tersebut adalah saya bukan Ibu Puan Maharani,” kata Lasarus.

2. DPR ingin minimarket cukup sampai kabupaten dan kecamatan

Komisi V Bebaskan PU hingga Kemenhub Gunakan Anggaran Internal untuk Banjir Sumatra
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus sebut banjir Sumatra belum jadi bencana nasional bukan karena anggaran. (IDN Times/Amir Faisol).

Pernyataan yang disampaikan tentang minimarket, kata dia, berdasarkan keluhan masyarakat terutama pedagang toko kelontong yang terpaksa harus ditutup karena kalah bersaing dengan konglomerat yang merambah bisnis sampai ke pelosok desa bahkan dusun di seluruh Indonesia.

Atas dasar itu, Lasarus menyampaikan agar gerai Alfamart dan Indomaret dibatasi cukup sampai kabupaten dan kecamatan. Hal itu bertujuan agar roda perekonomian di desa serta memberi kesempatan kepada pedagang sembako di desa dan dusun serta bumdes atau koperasi desa dapat berjalan.

“Saya menyampaikan pemikiran supaya Alfamart dan Indomaret cukup sampai kabupaten dan kecamatan saja, dengan pemikiran biarlah rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat desa dan dusun beri kesempatan kepada pedagang sembako di desa dan dusun serta bumdes atau koperasi desa saja. Bukti rekaman bisa dilihat secara terbuka di laman pemberitaan resmi DPR,” kata Lasarus.

3. PDIP nilai butuh kajian mendalam tutup minimarket

Petani membawa pupuk UREA usai membelinya di Koperasi Merah Putih Desa Bentangan, Klaten. (IDN Times/Larasati Rey)
Petani membawa pupuk UREA usai membelinya di Koperasi Merah Putih Desa Bentangan, Klaten. (IDN Times/Larasati Rey)

Sekretaris Fraksi PDIP DPR RI, Dolfie O.F.P, mengatakan, Fraksi PDIP selalu mengedepankan kajian mendalam terhadap kebijakan strategis yang menyangkut kepentingan usaha, program pemerintah, dan hajat hidup rakyat. Termasuk penutupan minimarket demi Koperasi Desa Merah Putih.

“Fraksi PDI Perjuangan berpandangan bahwa setiap kebijakan strategis yang berdampak pada pelaku usaha, koperasi desa, dan masyarakat luas harus disertai kajian yang komprehensif dan berbasis data,” kata dia.

Fraksi PDIP juga menegaskan kebijakan harus dibahas secara mendalam di komisi terkait sesuai mekanisme yang berlaku. Selain itu, belum ada keputusan resmi di DPR yang menjadi kesimpulan rapat antara pemerintah dan DPR.

“Serta mempertimbangkan secara menyeluruh aspek regulasi, ekonomi, sosial, dan keberlanjutan usaha,” tutur Dolfie.

Dengan demikian, berdasarkan keterangan tersebut, berita yang beredar DPR mendukung penutupan minimarket demi Koperasi Desa Merah Putih merupakan informasi hoaks.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More