Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Kesehatan, banyak puskesmas yang juga mengalami kerusakan. Sedangkan, rumah sakit yang rusak hanya terdapat satu di daerah Maumere.
5 Bandara di Flores Rusak akibat Gempa NTT, Kemenhub Ungkap Kondisinya

- Gempa M7,7 di NTT merusak lima bandara di Flores, termasuk Komodo, Ende, Waingapu, Ruteng, dan Soa, dengan retakan pada terminal, gedung, serta fasilitas pendukung.
- Lima unit navigasi penerbangan terdampak; pelayanan dari tower rusak sementara dipindahkan ke lokasi aman. Kemenhub masih memeriksa fasilitas dan belum memastikan status operasional penerbangan.
- BNPB mencatat 38 orang meninggal, dua luka berat, 11 luka ringan, dan sekitar 2.000 pengungsi mandiri. Longsor menutup jalan, rumah serta sejumlah puskesmas rusak.
Jakarta, IDN Times - Selain rumah warga, gempa berkekuatan M7,7 turut menyebabkan kerusakan serius pada lima bandara yang berlokasi di Kepulauan Flores. Salah satu di antaranya adalah Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo.
Pelaksana Tugas Kepala Bagian Humas dan Umum Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Endah Purnama Sari mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan, pemantauan kondisi fasilitas, personel dan operasional penerbangan di wilayah terdampak.
"Saat ini terdapat lima bandar udara yang dilaporkan terdampak yaitu satu, Bandar Udara Komodo (Labuan Bajo), kedua, Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman (Ende), ketiga, Bandar Udara Umbu Mehang Kunda (Waingapu), keempat, Bandar Udara Frans Sales Lega (Ruteng) dan Bandar Udara Soa (Bajawa)," ungkap Endah di dalam keterangan pada Sabtu (15/8/2026).
Ia menambahkan kerusakan yang dilaporkan dialami lima bandar tadi antara lain berupa kerusakan dan retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PKL dan fasilitas pendukung lainnya.
"Di Bandar Udara Soa (Bajawa) berdasarkan laporan awal, terdapat kerusakan sedang pada runway dan sejumlah bangunan serta fasilitas pendukung. Termasuk ada beberapa retakan baru di beberapa titik," tutur dia.
1. 5 unit pelayanan navigasi penerbangan ikut terdampak gempa

Rumah warga di Bima yang mengalami kerusakan dampak gempa NTT, Sabtu (15/8/2026). (dok. BPBD NTB) Lebih lanjut, kata Endah, ada lima unit pelayanan navigasi penerbangan yang juga terdampak gempa, yaitu cabang pembantu Labuan Bajo, cabang pembantu Ende, unit Maumere, unit Bajawa dan unit Ruteng. Ia menambahkan seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi di lokasi yang terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat.
"Di sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan di gedung tower, pelayanan naivasi untuk sementara waktu dilaksanakn dari lokasi yang dinilai aman. Contigency plan juga disiapkan untuk memastikan keselamatan dan keberlangsungan pelayanan navigasi penerbangan," kata Endah.
Ia menggarisbawahi ditjen perhubungan udara menempatkan aspek keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama. Pemeriksaan kondisi fasilitas dan infrastruktur bandara serta fasilitas navigasi penerbangan terus dilakukan.
"Untuk kesiapan pengiriman bantuan ke masyarakat dilakukan dengan skema Get Airport Ready for Disaster (GARD)," tutur dia.
2. Kemenhub belum bisa memastikan apakah penerbangan masih dapat dilakukan

Rumah warga di Bima yang mengalami kerusakan dampak gempa NTT, Sabtu (15/8/2026). (dok. BPBD NTB) Namun, hingga kini Kemenhub bila bisa memberikan kepastian apakah penerbangan dari lima bandara tersebut dihentikan sementara waktu. Kemenhub hanya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pengelola bandar udara serta maskapai penerbangan.
"Ditjen Perhubungan Udara akan terus memonitor perkembangan situasi dan melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Informasi mengenai kondisi bandar udara, pelayanan navigasi penerbangan serta perkembangan operasional penerbangan akan disampaikan lebih lanjut usai hasil pemeriksaan dan asesmen baru diterima," kata Endah.
3. BNPB laporkan sudah ada 38 warga yang meninggal akibat gempa

Warga Kabupaten Bima mengungsi ke dataran tinggi imbas gempa bumi magnitudo 7,7 yang melanda provinsi NTT. (dok. BPBD Kabupaten Bima) Sementara, berdasarkan data terbaru yang diterima oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah mencapai 38 jiwa. Selain itu, 2 korban mengalami luka berat dan 11 warga lainnya mengalami luka ringan.
"Korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 WIB, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia. Kemudian, 2 warga mengalami luka berat, 11 luka ringan dan kurang lebih sekitar 2.000 jiwa yang melaksanakan pengungsian secara mandiri," ungkap Suharyanto ketika memberikan keterangan pers secara virtual pada Sabtu sore ini.
Ia juga mengatakan akibat dihantam gempa berkekuatan M 7,7 sebagian jalan di NTT tertutup akibat longsor. Selain itu, hingga saat ini ada puluhan rumah yang mengalami kerusakan berat, sedang dan ringan.
"Ini akan didata dan berkembang terus," tutur jenderal bintang tiga itu.
















