Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dasco Bantah Gerindra-NasDem Bakal Merger: Tidak Pernah Ada Pembahasan

Dasco Bantah Gerindra-NasDem Bakal Merger: Tidak Pernah Ada Pembahasan
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad sebut kemenangan hari ini diraih dengan cara yang tidak mudah. (IDN Times/Amir Faisol).
Intinya Sih
Gini Kak
  • Sufmi Dasco Ahmad menegaskan tidak ada pembahasan atau rencana merger antara Partai Gerindra dan NasDem, serta mengaku bingung asal isu tersebut muncul.
  • Willy Aditya dari NasDem membantah isu fusi dan menyebut dinamika politik saat ini seharusnya diarahkan pada pembentukan blok politik, bukan konflik atau perpecahan.
  • Surya Paloh menolak kabar merger dengan Gerindra, menyatakan pemberitaan itu asumtif, dan menegaskan NasDem tetap fokus berkontribusi bagi bangsa sesuai semangat dan konsistensinya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ketua Harian DPR RI Sufmi Dasco Ahmad turut angkat bicara mengenai isu yang menyebutkan kemungkinan partainya akan melakukan fusi atau merger dengan NasDem. Dasco juga mengku bingung sumber informasi tersebut.

Dia memastikan hingga saat ini belum ada pembahasan peleburan antara kedua partai tersebut.

"Ya, seperti yang disampaikan oleh Nasdem bahwa itu kita tidak pernah ada pembicaraan seperti itu. Kita juga apa namanya, begitu dengar juga kita bingung sebenarnya dari mana," kata Dasco di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

1. Bantah isu merger, NasDem singgung political block

Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya merespons #KaburAjaDulu yang viral di media sosial. (IDN Times/Amir Faisol)
Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya merespons #KaburAjaDulu yang viral di media sosial. (IDN Times/Amir Faisol)

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya turut membantah adanya kemungkinan partainya merger dengan Gerindra. Ia mengatakan, dinamika yang berkembang saat ini seharusnya dilihat sebagai sebuah diskursus politik untuk membentuk apa yang ia sebut sebagai Political Block atau blok politik.

Menurut Willy, berpolitik sedianya berasal dari sebuah dikursus yang diamplifikasi menjadi mimpi bagaimana membentuk blok politik tersebut.

"Ini narasinya terlalu negatif tone. Imajinasi ber-republik-nya nggak ada. Imajinasi konflik, rusuh. Harusnya kita mengedepankan, memajukan imajinasi ber-republik. Apa imajinasi ber-republik itu? Political Block. Dan itu belum pernah di-exercise," kata Willy di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (13/4/2026).

2. Surya Paloh dan Prabowo bertemu di Hambalang

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya. (IDN Times/Amir Faisol)
Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya. (IDN Times/Amir Faisol)

Willy turut menyinggung pertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden RI sekaligus Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto di Hambalang. Ia menyebut, pertemuan tersebut sebagai dialog yang produktif dan intim antara dua sahabat lama.

"Seorang Surya Paloh dengan seorang Pak Prabowo waktu itu bisa berdiskusi secara equal tentang banyak hal," ungkapnya.

Willy mengatakan, elite NasDem di jajaran lapis dua juga menerjemahkan kerangka politik kerja sama seperti apa yang diinginkan Surya Paloh.

"Kita cuma punya referensi membelah diri, berpecah. Kita tidak punya referensi bagaimana bekerja bersama. Bekerja bersama apakah harus satu? Tidak. Satu, dalam objektif," kata dia.

3. Surya Paloh bantah NasDem bareng Gerindra

IMG-20251111-WA0012.jpg
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh mengaku kaget atas pemberitaan tersebut karena setidaknya menyeret tiga entitas, pertama, dirinya secara personal terkait pamor kepemimpinannya yang melorot, kedua, Partai NasDem, dan ketiga, unit usaha yang didirikannya.

"Kalau yang dimaksudkan adalah mengenai pemberitaan Tempo, kawan-kawan dari Tempo, saya harus katakan, saya sendiri pun kaget. Ya saya kaget lah. Itu harus saya katakan," kata Paloh dalam Forum Pemred di NasDem Tower, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Paloh menegaskan, semua isu yang disajikan dalam majalah Tempo bisa dianggap benar bila ada konfirmasi dari dirinya sendiri. Ia menegaskan, isu merger tersebut merupkan asumsi.

Terkait isu merger NasDem, Paloh menegaskan, partainya masih bertekad untuk bekontribusi penuh bagi bangsa dan negara.

"Saya sudah jelaskan tadi partai ini masih punya tekad, masih punya spirit, masih punya konsistensi. Apa yang diminta dibicarakan, apa yang diutarakan dengan persepsi asumsi, ya saya mau bilang apa? Kalau ada itu konfirmasi dari diri saya, berarti itu benar. Tapi kalau enggak ada? Seakan-akan saya itu menawarkan untuk dan atas nama Partai NasDem, ya bagusnya kalau bisa tolonglah terima ini partai ini, bla bla bla. Tunggu dulu lah," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More