Demo yang Ricuh Dijadikan Celah TNI Masuk dalam Pengamanan Unjuk Rasa

- Polri dan TNI berkeliling Jakarta untuk lakukan patroli.
- Pangdam Jaya sebut kondisi Jakarta kondusif.
- Prabowo perintahkan Polri-TNI untuk tindak tegas pendemo yang anarki.
Jakarta, IDN Times - Direktur Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid menilai peluang untuk diberlakukan darurat militer usai demonstrasi besar-besaran menurun sejak Sabtu malam kemarin. Meski begitu, ia melihat peluang lebih besar yang bakal terjadi di masa mendatang yakni demo yang berakhir ricuh menjadi evaluasi agar dalam pengamanan selalu melibatkan militer.
"Ini akan menjadi review sebagai bahan untuk perubahan mekanisme penanganan keresahan masyarakat ketika terjadi unjuk rasa dan dijadikan alasan militer boleh ikut melakukan pengamanan," ujar Alissa ketika berbincang dengan IDN Times di Gedung Asrama Haji, Pondok Gede pada Minggu (31/8/2025).
Putri sulung mantan Presiden Abdurrahman itu mengatakan bukan tugas militer untuk mengamankan aksi unjuk rasa. "Tugas militer itu pertahanan keamanan terhadap ancaman asing. Bukan pada saat warga negara melakukan penyampaian aspirasi di ruang publik," katanya.
Meskipun sudah ada nota kesepahaman antara TNI dan Polri dalam menghadapi unjuk rasa dan mogok kerja. Keterlibatan TNI dalam aksi unjuk rasa pada pekan ini sudah terlihat jelas saat Markas Korps Brimob di Kwitang, Senen, digeruduk oleh massa.
Personel marinir TNI Angkatan Laut (AL) yang markasnya berada di samping Brimob akhirnya ikut turun tangan. Militer ikut membujuk massa untuk tak lagi melakukan aksi anarki ke Mako Brimob.
1. Polri dan TNI berkeliling Jakarta untuk lakukan patroli

Sementara, pelibatan TNI dalam pengamanan aksi demo besar-besaran juga dilakukan pada Minggu (31/8/2025). Militer dan Polri melakukan patroli skala besar bersama-sama di wilayah Jakarta. Patroli dimulai oleh TNI AD dari kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat.
"Kami sudah menyusun pasukan TNI bersama Polri untuk mengamankan wilayah kota Jakarta dan sekitarnya. Ada lima wilayah, baik di Jakarta Pusat, Utara, Selatan, Barat, maupun Timur," ujar Pangdam Jaya Mayor Jenderal Deddy Suryadi di Monas pada sore tadi.
"Kami bersama TNI-Polri menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat," imbuhnya.
2. Pangdam Jaya sebut kondisi Jakarta kondusif

Panglima Kodam Jaya Mayjen Deddy Suryadi memastikan situasi Jakarta hari ini sudah kondusif. Hal itu dipastikan usai melakukan patroli di beberapa titik yang semula menjadi area kericuhan ketika terjadi demonstrasi besar-besaran.
"Saat ini Jakarta dalam kondisi kondusif. Buktinya lalu lintas sudah berjalan dengan aman, lancar. Sentra ekonomi semua berjalan dengan aman lancar," ujar Deddy kepada di Monas pada Minggu (31/8/2025).
Meski begitu, Deddy tetap meminta masyarakat untuk tetap saling jaga. Sebab keamanan kota Jakarta merupakan tanggung jawab bersama.
"Tadi saya yakin beberapa kelompok dan mungkin ormas dan lain-lain sudah dikumpulkan sehingga semuanya harus saling menjaga. Jadi, bukan hanya TNI-Polri, tapi semua stakeholder dan masyarakat," tuturnya.
3. Prabowo perintahkan Polri-TNI untuk tindak tegas pendemo yang anarki

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan kepada TNI dan Polri untuk menindak tegas setiap individu yang melakukan tindakan anarkis saat berdemonstrasi. Instruksi itu disampaikan Prabowo ketika memanggil Kapolri, Panglima TNI dan sejumlah menteri di kediamannya di Hambalang, Bogor pada Sabtu kemarin.
Para pejabat tinggi itu dipanggil untuk menyampaikan laporan evaluasi mengenai kondisi keamanan di Tanah Air dalam sepekan terakhir usai digelar unjuk rasa di sejumlah wilayah.
"Oleh karena Bapak Presiden memerintahkan kepada saya dan Bapak Panglima, khusus terkait tindakan-tindakan yang bersifat anarkis, kami TNI dan Polri, diminta mengambil langkah tegas sesuai dengan ketentuan dan undang-undang yang berlaku," ujar Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo di Hambalang, Bogor.
Instruksi itu disampaikan untuk menenangkan masyarakat yang merasa gelisah dan takut ketika melihat aksi demo yang berujung ricuh. Polri dan TNI, kata Listyo akan bekerja sama untuk memulihkan situasi keamanan di Tanah Air.
"Kami TNI dan Polri segera mengambil langkah untuk memulihkan situasi keamanan," katanya.
Upaya pemulihan itu dilakukan mulai dari titik di mako-mako Brimob yang dijadikan sasaran kemarahan massa. Listyo turut menyoroti sejumlah fasilitas umum yang rusak pascaunjuk rasa pada Jumat kemarin. Namun, belum diketahui dengan jelas apakah rusaknya fasilitas umum dilakukan oleh para pendemo.
Tetapi, Listyo menegaskan kembali Polri akan menindak tegas siapapun yang berbuat anarkisme saat penyampaian unjuk rasa.