Survei Indikator: Sejumlah Partai Tak Dapat Memenuhi Kursi DPR 2024

Jakarta, IDN Times - Indikator baru-baru ini merilis hasil survei terkait beberapa isu elektoral. Salah satunya, elektabilitas pilihan partai dan basis partai DPR RI 2024.
Hasilnya, 10 nama partai tidak memenuhi ambang batas perolehan suara atau di bawah angka presidential threshold 4 persen dalam perolehan kursi anggota DPR.
1. Caleg populer bantu elektabilitas partai

Ketua DPP PAN Zita Anjani dan kader PAN Pasha Ungu di Bawaslu DKI Jakarta, Kamis (21/12/2023). (IDN Times/Amir Faisol) Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan, calon legislatif (caleg) yang populer dapat membantu elektabilitas dari partai.
"Tetapi banyak juga partai yang calegnya kurang populer sehingga ketika kita sodorkan (simulasi surat suara), elektabilitasnya malah sedikit turun," kata Burhanuddin dalam Rilis Temuan Survei Nasional, dikutip Jumat (19/1/2024).
2. Alasan responden memilih partai

Nanang Fardiansyah juga menyapa penjual es dan ojol untuk menyosialisasikan pentingnya mencoblos surat suara saat tanggal 14 Februari nanti. (IDN Times/Fariz Fardianto) Selain itu, survei juga menunjukkan alasan utama responden memilih partai. Hasilnya, PPP menjadi salah satu partai yang dipilih dengan alasan "partai Islam" tertinggi di angka 23,5 persen yang disusul PKS.
Hal ini didukung dengan basis demografi PPP yang menunjukkan 0,0 persen responden yang beragama selain Islam.
Sementara itu, PSI unggul di angka 12,7 persen dengan alasan pilihan karena partai tersebut mendukung capres yang saya suka.Â
Berbeda dengan Perindo yang unggul di dua alasan, yaitu memiliki hubungan kerabat dengan beberapa anggota partai tersebut dan 'saya mendukung kebijakan partai tersebut' di angka 27,5 persen dan 18,3 persen.
Kendati demikian, Perindo juga menjadi basis partai dengan pemilih lemah tertinggi di angka 30,3 persen.
3. Daftar 10 partai yang tak lolos

Partai politik peserta Pemilu 2024. (Dok. Bawaslu). Berikut daftar 10 partai yang paling sedikit meraih simulasi dukungan pemilih dan tak lolos ambang batas parlemen berdasarkan survei tersebut!
1. PPP: 2,5 persen
2. PSI: 1,7 persen
3. Partai Perindo: 0,7 persen
4. Partai Gelora: 0,4 persen
5. Partai Hanura: 0,3 persen
6. Partai Buruh: 0,3 persen
7. PBB: 0,2 persen
8. Partai Ummat: 0,1 persen
9. Partai Garuda: 0,1 persen
10. PKN: 0,1 persenAdapun survei dilakukan pada rentang waktu 30 Desember 2023 hingga 6 Januari 2024 ini melibatkan 4.560 responden dari 13 provinsi.
Metode survei yang digunakan adalah stratified random sampling dengan margin of error sekitar 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Â
Baca berita terbaru terkait Pemilu 2024, Pilpres 2024, Pilkada 2024, Pileg 2024 di Gen Z Memilih IDN Times. Jangan lupa sampaikan pertanyaanmu di kanal Tanya Jawab, ada hadiah uang tunai tiap bulan untuk 10 pemenang.





















