Di Hadapan Ketua KPK, Hasto Bicara Program Pencegahan Korupsi di PDIP

Jakarta, IDN Times - Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyampaikan program pencegahan korupsi di partainya di hadapan Ketua KPK, Firli Bahuri. Hasto menyampaikan hal tersebut di acara seleksi bakal calon anggota legislatif 2024 (PDIP), dengan pembekalan pendidikan antikorupsi.
"Sudah melakukan terobosan akan pentingnya aspek pencegahan. Pencegahan dengan membangun kesadaran yang sistemik dengan membuat aturan partai," ujar Hasto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (14/12/2022).
1. PDIP sudah tak gunakan sistem voting

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto (IDN Times/Ilman Nafi'an) Dalam kesempatan itu, Hasto menyampaikan PDIP sudah tak menggunakan sistem voting dalam memilih ketua DPD hingga DPC. Hal itu dilakukan untuk menghindari politik uang.
"Kami kembalikan ke daerah, kami larang voting, voting langsung itu pemilihan presiden. Begitu kami larang voting, tidak ada money politic di bawah. Lalu mereka berjuang siapa jadi ketua, sekretaris, dan bendahara," ucap dia.
2. Hasto sebut peniadaan voting berdampak positif

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto (IDN Times/Ilman Nafi'an) Hasto mengatakan, peniadaan voting dalam memilih ketua DPD hingga DPC berdampak positif.
"Kami berhasil membangun 112 kantor partai dan itu milik partai, tidak boleh diperjualbelikan. Kenapa kami bisa membangun 112 kantor partai, karena pemilihan Ketua DPC dan Ketua DPD biayanya hanya biaya psikotes. Ini menjadi contoh bagaimana semangat antikorupsi dijabarkan melalui regulasi partai," ucap dia.
3. Ketua KPK menyebut, tindakan korupsi berdampak pada kemiskinan

Firli Bahuri (IDN Times/Aryodamar) Dalam kesempatan itu, Firli Bahuri menyampaikan tindakan korupsi berdampak pada kemiskinan. Oleh karenanya, dia mengimbau kepada para kader politik untuk tidak melakukan praktik korupsi.
"Pope Francis mengatakan, corruption is paid by the poor, korupsi itu dibayar oleh kemiskinan, makna sangat luas, kalau korupsi tidak bisa kita hentikan, maka kita tidak akan pernah berantas kemiskinan. Kemiskinan tentu akan terus berlangsung, kalau korupsi itu masih merajalela," ujar Firli.




















