Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Diduga Provokasi Mahasiswa Papua di Surabaya, Veronica Koman Tersangka

Diduga Provokasi Mahasiswa Papua di Surabaya, Veronica Koman Tersangka
Ilustrasi demonstrasi mahasiswa Papua (IDN Times/Lia Hutasoit)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menetapkan satu tersangka terkait dugaan provokasi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, tersangka bernama Veronica Koman (VK) yang diduga memprovokasi melalui Twitter.

"Dari akun Twitter-nya, yang terus menyampaikan narasi-narasi, foto, video, baik bersifat provokatif maupun berita-berita hoaks," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (3/9).

  1. 1. Polisi masih mendalami jejak digital Veronica

    IDN Times/Axel Jo Harianja
    IDN Times/Axel Jo Harianja

    Dedi menjelaskan, saat ini Polda Jatim bersama Direktorat Siber Bareskrim Polri tengah mendalami kasus ini. Laboratorium Forensik, polisi juga mendalami jejak digital Veronica.

    "Ada beberapa jejak digital yang masih didalami, masih ada yang didalami di Jakarta dan beberapa yang memang ada di luar negeri," kata dia.

  2. 2. Polri menggandeng Interpol untuk melacak keberadaan Veronica

    IDN Times/Axel Jo Harianja
    IDN Times/Axel Jo Harianja

    Polisi juga akan bekerja sama dengan International Criminal Police Organization (Interpol), guna melacak keberadaan Veronica, yang diduga berada di luar negeri.

    "VK kan masih warga negara Indonesia, karena keberadaanya di luar negeri, maka nanti dari Interpol akan membantu untuk melacak yang bersangkutan, sekaligus untuk proses penegakan hukumnya. Nanti akan ada kerja sama dengan police to police," kata Dedi.

  3. 3. Konten bernada provokatif di Twitter Veronica

    FOTO ANTARA/Didik Suhartono
    FOTO ANTARA/Didik Suhartono

    Jenderal bintang satu itu mengungkapkan beberapa narasi provokatif yang ada di Twitter Veronica. "Sebagai contoh narasinya yang dibunyikan ada korban pemuda Papua yang terbunuh, yang tertembak."

    "Kemudian ada konten-konten yang bersifat provokatif untuk mengajak merdeka dan lain sebagainya," sambung Dedi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More