Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kabar Baik, Positivity Rate di 6 Provinsi Ini Mulai Melandai

Kabar Baik, Positivity Rate di 6 Provinsi Ini Mulai Melandai
Kepadatan penumpang saat jam berangkat kerja di Stasiun Tanah Abang di Jakarta saat masa pandemi COVID-19. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan mencatan dalam satu minggu terakhir angka positivity rate secara nasional mulai melandai, berada di angka 17,7 persen. Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Siti Nadia Tarmizi mengatakan trend penurunan tersebut sejumlah daerah.

"Jadi beberapa minggu ini, terutama di Jawa Bali yang merupakan penyumbang kasus 60 sampai 70 persen kasus konfirmasi nasional, terlihat penurunan angka positivity rate nya," ucap Nadia dalam siaran tertulis, Rabu (23/2/2022).

1. Angka positivity rate di enam provinsi

Rapid tes pekerja media di LKBN Antara (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Rapid tes pekerja media di LKBN Antara (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Nadia merinci positivity rate di enam provinsi seperti DKI Jakarta yang sempat di posisi 23,8 persen pada periode 8-14 Februari lalu, kini turun menjadi 18,5 persen pada periode 15-21 Februari. Begitu juga dengan Banten yang sempat mencatat positivity rate 27,4 persen kini menjadi 23,1 persen pada periode yang sama.

Sementara Bali dari angka 18,2 persen turun menjadi 11,2 persen, Jawa Barat sempat pada 23,7 persen turun menjadi 22,8 persen, Jawa Tengah dari 27,6 persen jadi 26,5 persen, Jawa Timur 18 persen turun jadi 17 persen.

2. Angka bed occupancy ratio (BOR) nasional 38 persen

Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR kepada warga di RT 05 Desa Sukaurip, Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (25/1/2022). (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR kepada warga di RT 05 Desa Sukaurip, Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (25/1/2022). (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Selain positivity rate yang turun, Nadia mengungkapkan kondisi hospitalisasi harian rumah sakit nasional masih stabil. Sampai Selasa (22/2/2022) angka bed occupancy ratio (BOR) nasional masih di angka 38 persen, sama seperti posisi hari sebelumnya.

“Meski begitu, semua daerah belum pernah mencapai tingkat perawatan pasien seperti saat puncak Delta tahun 2021. Angka tempat tidur isolasi dan intensif untuk perawatan COVID-19 masih di angka 38 persen,” ujar Nadia.

3. Pasien COVID-19 didominasi varian Omicron

ilustrasi varian baru COVID-19, Omicron (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi varian baru COVID-19, Omicron (IDN Times/Aditya Pratama)

Terkait dengan perawatan pasien di rumah sakit, hingga Sabtu (19/2/2022), jumlah kumulatif pasien yang dirawat di masa dominasi varian Omicron sejumlah 123.905 pasien. Dari total pasien yang dirawat, sebagian besar merupakan pasien dengan gejala ringan dan tidak bergejala (OTG), masing-masing sebesar 39 persen dan 32 persen.

“Dengan menjalankan strategi isolasi mandiri serta dukungan pelayanan telemedisin, kita bisa meringankan beban rumah sakit dan tenaga kesehatan kita secara efektif hingga 71 persen. Tempat tidur isolasi dan intensif di rumah sakit pun harus efektif digunakan hanya untuk perawatan pasien bergejala sedang hingga kritis. Tempat tidur isolasi dan intensif untuk merawat pasien sedang hingga kritis ini baru terisi sekitar 29 persen dari alokasi yang ada saat ini,” imbuh Nadia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Kuba Bebaskan Lebih dari 2 Ribu Tahanan saat Pekan Suci Paskah

04 Apr 2026, 22:40 WIBNews