Comscore Tracker

Warga di NTT Marah Sebut Bantuan Cuma Pencitraan, Ini Respons Kemensos

Video warga tolak bantuan viral di media sosial

Jakarta, IDN Times - Aksi sejumlah orang menolak paket bantuan bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) viral di media sosial. Kementerian Sosial pun buka suara terkait hal tersebut.

Sebab, dalam video beredar, terlihat warga menyebut bantuan yang diberikan cuma sekadar pencitraan. Hal itu dikarenakan bantuan hanya didokumentasikan, kemudian diambil lagi tanpa disalurkan.

1. Bantuan disiapkan sebelum kedatangan Risma

Warga di NTT Marah Sebut Bantuan Cuma Pencitraan, Ini Respons KemensosKemensos Salurkan Bantuan Logistik Rp1,2 Miliar untuk Korban Bencana di Flores Timur dan Lembata. (dok. Kemensos)

Baca Juga: Kemensos Salurkan Bantuan Rp2,6 Miliar untuk Korban Bencana NTT 

Biro Humas Kemensos menerangkan berdasarkan hasil penelusuran Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Kabupaten Flores Timur, Paskalis, dan Koordinator Tagana Kabupaten Flores Timur, Hero Maran, peristiwa terjadi saat kunjungan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini yang pertama.

Pada awalnya, Risma akan mengunjungi posko pengungsian di MAN 01 Waiwerang Adonara. Truk pengangkut paket bantuan pun meluncur ke lokasi tersebut terlebih dahulu.

Hal itu dilakukan dengan pertimbangan, saat Risma tiba, paket bantuan yang akan disalurkan sudah tersedia di sana.

2. Risma batal hadir, truk pembawa paket bantuan kembali ke posko utama

Warga di NTT Marah Sebut Bantuan Cuma Pencitraan, Ini Respons KemensosKemensos Salurkan Bantuan Logistik Rp1,2 Miliar untuk Korban Bencana di Flores Timur dan Lembata. (dok. Kemensos)

Namun, Risma batal hadir. Sementara, truk yang sudah tiba di lokasi pun akhirnya kembali ke posko utama di Kantor Kecamatan Adonara Timur.

Langkah tersebut dilakukan dengan tujuan barang dipilah dan didistribusikan sesuai kebutuhan, karena di lokasi tersebut hanya terdapat 175 jiwa yang mengungsi.

"Paket bantuan yang dibawa dalam truk memang sangat banyak, sehingga jika diturunkan semua akan berlebih, sementara di lokasi lain juga banyak yang sangat membutuhkan dengan berbagai bantuan tersebut," tulis Biro Humas Kemensos dalam siaran tertulis yang diterima IDN Times, Rabu (14/4/2021).

Kemensos menyebut pengungsi di posko MAN mendapatkan distribusi bantuan sebanyak empat kali. Rinciannya yaitu pada Rabu (7/4/2021), Kamis (8/4/2021), Sabtu (10/4/2021), serta Minggu (11/4/2021).

3. Warga tolak bantuan karena hanya pencitraan

Warga di NTT Marah Sebut Bantuan Cuma Pencitraan, Ini Respons KemensosMenteri Sosial Tri Rismaharini berikan bantuan wilayah terisolir di Nusa Tenggara Timur (NTT). (dok. Kemensos)

Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan sejumlah warga menolak bantuan viral di media sosial, mereka menilai hanya menjadi ajang pencitraan. Mereka juga menolak menemui Mensos Risma.

Dalam unggahan akun Twitter @ipunglombok, tertulis sumbangan yang diberi kepada para pengungsi sebagai formalitas belaka. Dalam video tersebut seorang pria meminta donatur membawa pulang kembali barang-barang yang disumbangkan. 

"Sumbangan bencana banjir hanya formalitas buat disyuting lalu dibawa pulang lagi dan besok keluar siaran sudah kirim bantuan. Kita yang banjir ini desa jadi bantuan formalitas yang diberikan untuk berita," tulisnya.

Dalam video tersebut, pria berbaju lengan panjang mengungkapkan warga korban banjir disuruh mencari, melewati lembah.

"Kami taruhan nyawa bapak, jangan karena urusi barang ini bapak, bawa pulang saja, masih banyak donatur yang hatinya ikhlas, jangan karena barang ini kalian tidak menganggap kami bapak," tambahnya.

Pria tersebut geram karena pemerintahan setempat menggiring para pengungsi untuk menemui Mensos Risma yang tengah berada di kantor kecamatan.

"Mereka (pengungsi) tidak boleh keluar dari sini, karena fisik dan psikisnya sedang sakit, masa mau dibawa ketemu orang sehat hanya karena mereka pejabat. Kalau mau menteri atau wakil gubernur datang ke sini, wakil gubernur semalam ngomong dengan saya di TV, beliau bilang mau datang ke sini, tetapi kalau prosedurnya seperti ini ambil di sini, difoto lalu dibawa lagi itu, bawa langsung pulang, terlalu ribet, bawa pulang saja bapak, kami tidak butuh," katanya.

Baca Juga: Kemensos Berikan Santunan Rp15 Juta Korban Meninggal di NTT

Topic:

  • Jihad Akbar

Berita Terkini Lainnya