Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Early Bird Qurban Digulirkan untuk Distribusi ke Pelosok Indonesia dan Afrika

Early Bird Qurban Digulirkan untuk Distribusi ke Pelosok Indonesia dan Afrika
Human Initiative berikan daging Qurban di wilayah pelosok (dok/HI)
Intinya Sih
  • Program Qurban Early Bird digulirkan untuk membantu masyarakat menyiapkan ibadah qurban lebih matang sekaligus memperkuat tata kelola distribusi ke wilayah yang membutuhkan.
  • Inisiatif ini muncul karena masih banyak daerah dengan keterbatasan akses pangan bergizi, sehingga qurban menjadi sarana penting menghadirkan protein hewani bagi masyarakat rentan.
  • Distribusi qurban dilakukan lebih awal dan diarahkan ke pelosok Indonesia serta beberapa negara di Afrika, dengan memastikan hewan memenuhi ketentuan syariat dan standar kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Program kurban lebih awal atau early bird mulai digulirkan sejumlah lembaga kemanusiaan sebagai bagian dari upaya perencanaan ibadah yang lebih matang.

Skema ini dinilai memberi ruang bagi masyarakat untuk menyiapkan kurban secara lebih tenang sekaligus mendukung distribusi yang tertata.

Data (FAO) pada periode 2021–2023 menunjukkan masih banyak keluarga di berbagai wilayah dunia menghadapi keterbatasan akses terhadap pangan bergizi.

"Di sejumlah kawasan berpendapatan rendah, konsumsi daging per kapita tercatat berada di kisaran satu digit kilogram per tahun. Hal ini menunjukkan protein hewani belum menjadi bagian rutin konsumsi harian, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil dan rentan," ucap Leader Squad Qurban Human Initiative M. Rijalul Afif dalam keterangannya, Kamis (26/8/2026).

1. Akses pangan di sejumlah daerah terbatas

Beberapa sapi kurban di Masjid Al Muttaqin Kota Kupang. (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)
Beberapa sapi kurban di Masjid Al Muttaqin Kota Kupang. (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)

Dia mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang penguatan tata kelola kurban.

“Di tengah keterbatasan akses pangan bergizi di sejumlah wilayah, kurban memiliki dimensi sosial yang kuat karena menghadirkan akses protein hewani bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

2. Distribusi akan lebih awal

Ilustrasi sapi kurban (dok.istimewa)
Ilustrasi sapi kurban (dok.istimewa)

Menurut Rijalul, program Qurban Early Bird dirancang agar proses pengadaan dan distribusi dapat dipersiapkan lebih awal.

“Persiapan lebih dini membantu kami memastikan pemilihan hewan, pelaksanaan penyembelihan, hingga penyaluran dilakukan secara tepat dan bertanggung jawab,” kata dia.

3. Hewan kurban memenuhi ketentuan syariat

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima sapi impor dari Australia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima sapi impor dari Australia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Hewan qurban yang dikelola, lanjutnya, dipastikan memenuhi ketentuan syariat dan standar kesehatan yang berlaku. Penyaluran kurban diarahkan ke wilayah Indonesia yang sulit dijangkau, termasuk daerah pelosok dan kawasan Indonesia timur.

Selain itu, distribusi juga menjangkau sejumlah negara di Afrika serta wilayah yang menghadapi konflik, bencana, dan krisis kemanusiaan.

“Distribusi yang terarah penting agar manfaat kurban dapat dirasakan lebih merata, tidak hanya terpusat di wilayah tertentu,” ujar Rijalul.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More