EKRAF & Dicoding Rilis Beasiswa Pelatihan Badan Ekraf Digital Talent

Kementerian EKRAF bersama Dicoding meluncurkan program beasiswa Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 untuk mencetak talenta kreatif yang menguasai kecerdasan artifisial dan meningkatkan produktivitas kerja nasional.
Kolaborasi panjang Ekraf dan Dicoding sejak 2016 telah menghasilkan dampak ekonomi Rp306 miliar, lebih dari 15 ribu sertifikasi IT, serta ratusan ribu talenta digital dengan peningkatan keterampilan signifikan.
Program BDT 2026 menargetkan 2.200 peserta dengan fokus pembelajaran AI berbasis LMS Dicoding, mencakup praktik prompt engineering, etika penggunaan teknologi, dan strategi adaptasi diri terhadap perkembangan industri.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (EKRAF) meluncurkan beasiswa pelatihan ‘Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026’. Program ini menekankan komitmen pemerintah melalui pelatihan talenta kreatif yang mampu memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI) guna mendorong produktivitas kerja.
BDT 2026 merupakan program kompetensi digital intensif multilevel yang mengombinasikan pendalaman kemampuan teknis (hard-skill) dan kemampuan interpersonal (soft-skill) berbasis kurikulum industri global. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pegiat ekraf dalam bentuk pembelajaran online self-paced menggunakan kurikulum standar global yang dikembangkan Dicoding.
“Program Badan Ekraf Digital Talent dirancang untuk menjawab persoalan skill gap and talent gap sekaligus memastikan para peserta memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan teknologi, termasuk AI. Melalui Program BDT 2026, kami ingin menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan talenta digital yang kompeten. Hal ini sejalan dengan komitmen mewujudkan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi,” ungkap Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf Muhammad Neil El Himam di Auditorium Gedung Film, Jakarta pada Selasa (14/4).
1. Kuatkan talenta digital sebagai kunci

Kolaborasi program bersama Dicoding Indonesia ini mengusung tema ‘Productivity with AI Bootcamp’ yang ditujukan untuk menguatkan talenta digital sebagai kunci dalam membuat talenta AI nasional lebih siap. Dalam Buku Putih Peta Jalan KA Nasional tahun 2025, sebanyak 36 persen sumber daya manusia Indonesia perlu pelatihan baru dengan rincian 30 persen butuh upskilling dan 22 persen perlu pelatihan ulang total.
“Dengan semua potensi yang Indonesia punya, kita bisa menjadi pemimpin di Asia Tenggara dalam mengakselerasi kemampuan terhadap AI untuk produktivitas. Kami sangat berharap BDT 2026 dapat melahirkan talenta kreatif yang unggul dan berdaya saing dalam penguasaan AI sehingga semakin produktif untuk berkarya memajukan 17 subsektor ekonomi kreatif Indonesia,” tambah Deputi Neil.
2. Kolaborasi panjang berdampak ekonomi Rp306 miliar

Sementara itu, CEO Dicoding, Narendra Wicaksono, menyampaikan bahwa kolaborasi panjang bersama Badan Ekraf telah berjalan sejak 2016 dan telah menghasilkan dampak ekonomi senilai Rp306 miliar, 15.168 sertifikasi dalam bidang IT, dan 215.000 talenta digital yang mendapatkan penguatan skills.
“Dicoding menjadi sebuah lembaga pembelajaran yang memiliki misi bagaimana mengembangkan talenta Indonesia pada skala global. Selama 11 tahun Dicoding berada dalam industri, ada 1,3 juta developer yang sudah terdaftar dan belajar dalam platform, sekitar 879 ribu di antaranya menerima beasiswa,” ucap Narendra.
Dia juga menyoroti pesatnya adopsi AI untuk berbagai subsektor sebagai bentuk penguasaan skill yang menunjang produktivitas dalam industri kreatif.
“Hasil survei Dicoding menyebut 86 persen developer sudah menggunakan AI dan 94 persen developer di antaranya sudah merasakan lonjakan produktivitas. Dicoding menyambut positif inisiatif BDT 2026 yang akan melatih peserta untuk menyederhanakan proses kerja menuju utilisasi AI yang lebih terukur dan berdampak meningkatkan portofolio profesional mereka,” lanjut Narendra.
3. Fokus pembelajaran AI untuk efisiensi kerja dan produktivitas

Program BDT 2026 akan membuka pendaftaran untuk 2.200 peserta dengan fokus pada pembelajaran AI untuk efisiensi kerja dan produktivitas pada platform daring atau learning management system (LMS) Dicoding. Mereka akan belajar mengenai panduang praktis dalam menggunakan AI, pemilihan alat produktivitas yang tepat, serta penguasaan teknik prompt engineering yang diimbangi kesadaran etika dan strategi adaptasi diri terhadap teknologi.
“Program BDT 2026 merupakan inisiatif strategis untuk mencetak talenta digital yang mampu menguasai AI dan mendorong produktivitas tanpa batas. Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung melalui kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri,” ungkap COO Dicoding, Dimas Catur Wibowo.
Segera bergabung menjadi bagian dari Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 untuk kuasai AI demi wujudkan produktivitas tanpa batas. Daftar sebelum 31 Mei 2026 melalui http://bdt.dicoding.com/.
Peresmian Program BDT 2026 turut dihadiri Direktur Aplikasi Tri Wahyudi dan Direktur Konten Digital Yuana Rochma Astuti. Acara juga dilanjutkan dengan talkshow yang dipandu Head of Intensive Learning Dicoding Gilang Ramadhan yang juga menghadirkan pembicara Director of Product Halodoc Kresna Dewantara Siahaan dan Data Analytics Associate PwC Indonesia Albert Salomo yang membahas pentingnya AI untuk produktivitas kerja saat ini. (WEB)
















