Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gagas Dana Pensiun Atlet, Erick Harap Prosesnya Tak Ada Korupsi

Gagas Dana Pensiun Atlet, Erick Harap Prosesnya Tak Ada Korupsi
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
  • Pemerintah tengah menyiapkan program dana pensiun atlet sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka, dengan harapan prosesnya transparan dan bebas dari praktik korupsi.
  • Kemenpora menggandeng Kejaksaan Agung serta BPKP untuk memastikan pengelolaan dana pensiun atlet berjalan akuntabel, sambil mempelajari sistem serupa di Malaysia dan India.
  • Selain dana pensiun, Erick Thohir juga mendorong program student athlete dan penerapan Desain Besar Olahraga Nasional di sekolah guna menjaga pendidikan serta regenerasi atlet muda Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah sedang menggagas program dana pensiun atlet. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, mengatakan hal tersebut sebagai bentuk apresiasi negara atas dedikasi para atlet dalam berjuang mengharumkan nama bangsa.

"Kita sekarang sedang menggodok, ini cukup kompleks, yang namanya dana pensiun atlet. Kenapa? Atlet itu berkarir hanya pada usia. Mungkin karena sekarang dengan teknologi ya. Banyak juga atlet masih main sampai umur 40," ujar Erick di kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

1. Gandeng Kejaksaan hingga BPKP

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Erick mengatakan, dalam membahas program dana pensiun atlet, Kemenpora juga menggandeng Kejaksaan Agung dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Tujuannya, menghindari praktik korupsi apabila sudah disahkan program dana pensiun atlet.

"Tetapi beberapa catatan yang kemarin kita sudah diskusikan dengan kejaksaan, BPKP, dan juga pakar-pakar. Jangan sampai dana pensiun ini jadi koruptif lagi. Karena kita sudah banyak sejarah dana pensiun kita dikorupsi. Uang pensiunan dikorupsi. Sudah banyak sejarahnya. Apalagi ada kompleksitas. Karena kalau kebanyakan dana pensiun itu ada potongan gaji bulanan," kata dia.

"Nah atlet gak ada gaji bulanan. Dia ada uang juara, dia ada uang apa. Nah ini yang kita sedang menggodok bagaimana mencari jalan keluar dana pensiun ini bisa continue, sustain. Bukan hanya lucu-lucuan. Makanya kita benchmarking kemarin dengan Malaysia seperti apa, dengan India seperti apa. Kalau Malaysia, India bisa, masa negara kita, bangsa yang besar ini tidak bisa," sambungnya.

3. Ada juga student athlete hingga DBON di sekolah

-
Menpora Erick Thohir di Kemenpora, Selasa (23/6/2026). (IDN Times/Tino).

Sebelumnya, Erick juga menyebut ada satu program jagoan lain dari Kemenpora untuk 2026 ini, yaitu student athlete. Pelaksanaan program ini akan bersinergi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Program student athlete ini pertama digodok saat Erick dan Mendiktisaintek Brian Yuliarto menandatangani nota kesepahaman pada April 2026. Lewat program ini, atlet-atlet di kampus bisa tetap fokus berpendidikan, sekaligus mengembangkan kemampuannya di bidang olahraga.

"Kami juga ada program student athlete, dan lewat program ini kami sepakat membangun keolahragaan, termasuk talenta atlet yang bisa kita jaga melalui fasilitas pendidikan tinggi,” ujar Erick.

Selain itu, Erick juga menyebut sudah menyepakati bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengimplementasikan 21 cabang olahraga (cabor) yang masuk Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) ke sekolah-sekolah.

"Untuk yang SMA nantinya akan diberikan pilihan menjalankan cabor Mother of Sport (renang, atletik, senam). Itu disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah," ujar dia.

3. Bentuk kepedulian Erick pada atlet

Menpora RI, Erick Thohir di sesi potrait Indonesia Summit 2026.(IDN Times/Herka Yanis)
Menpora RI, Erick Thohir di sesi potrait Indonesia Summit 2026.(IDN Times/Herka Yanis)

Dua program di atas, plus satu program yang melibatkan sekolah dasar dan menengah, adalah bentuk kepedulian Erick pada pengembangan dan masa depan atlet di Indonesia. Bagaimanapun, atlet juga adalah patriot bangsa.

Makanya kita mau atlet itu punya bonus yang baik, punya masa depan yang baik, dan tadi kebijakan student athlete yang diberikan Bapak Presiden mengenai LPDP ini juga penting supaya kalau setelah pensiunnya, tetap bisa berlanjut ke yang lain,” ujar Erick.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More