Gen Z Dorong Ekonomi Kreatif, Film Jadi Andalan Jakarta

- Bank Indonesia menilai ekonomi kreatif, terutama yang digerakkan oleh Gen Z dan milenial, menjadi sumber pertumbuhan baru bagi Jakarta berkat kreativitas dan adaptasi teknologi mereka.
- Industri film disebut memiliki efek berganda besar karena mampu menggerakkan sektor pariwisata, kuliner, transportasi, hingga fashion serta memperkuat citra Jakarta sebagai Kota Sinema.
- Jakarta Youth Film Festival 2026 diharapkan jadi wadah kolaborasi talenta muda dan berpotensi berkembang menjadi ajang internasional yang melahirkan karya film kompetitif dari perspektif lokal.
Jakarta, IDN Times – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menegaskan ekonomi kreatif menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru yang menunjukkan kinerja sangat positif di Ibu Kota.
Menurutnya, komposisi penduduk Jakarta yang didominasi generasi milenial dan Gen Z lebih dari 50 persen menjadi modal strategis dalam mendorong ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi.
“Generasi muda memiliki peran penting sebagai motor penggerak ekonomi kreatif. Mereka adaptif terhadap teknologi, memiliki ide-ide segar, dan mampu menciptakan peluang baru di berbagai sektor,” ujar Iwan dalam Road to Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026 di Jakarta, Kamis (3/4/2026).
1. Industri film punya multiplayer effect

Ia menambahkan, salah satu subsektor ekonomi kreatif yang memiliki dampak luas adalah industri film. Sektor ini dinilai memiliki multiplier effect yang signifikan karena mampu menggerakkan banyak sektor pendukung.
"Industri film mampu menggerakkan berbagai sektor pendukung seperti pariwisata, kuliner, transportasi, fashion, dan film juga berperan sebagai media efektif memperkuat citra kota di tingkat global, sejalan dengan visi Jakarta sebagai Kota Sinema," katanya.
2. Jakarta Youth Film Festival 2026 menjadi katalis lahirnya karya

Dia mengatakan inisiatif penyelenggaraan Jakarta Youth Film Festival ini diharapkan menjadi salah satu program unggulan dalam penguatan industri film di Jakarta yang mampu menciptakan ruang kolaborasi, meningkatkan kualitas talenta, serta mendorong lahirnya karya-karya yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
"Jakarta Youth Film Festival 2026 diharapkan dapat menjadi katalis lahirnya karya-karya kreatif yang berakar pada perspektif lokal, sekaligus memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang kreatif, inklusif, dan berdaya saing," katanya.
3. Berkembang jadi ajang internasional

Ia mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia yang menggelar Jakarta Youth Film Festival sebagai ruang pembinaan talenta muda. Rano meyakini dalam dua tahun ajang tersebut bisa berkembang dari level lokal menjadi partisipasi internasional.
Menurut Rano, festival film pendek menjadi pintu masuk penting bagi talenta muda. Ia menekankan bahwa film pendek bukanlah film murah, melainkan prototipe yang kerap menjadi batu loncatan sineas masuk ke industri besar.
"Saya katakan kepada Pak Iwan, saya sangat yakin dalam waktu dua tahun, youth festival ini bukan hanya anak Jakarta yang ikut, tapi internasional akan hadir. Beginilah film," katanya.


















