Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hampir 2 Bulan Pascabanjir, Masih Ada 24 Desa di Aceh Terisolir

Hampir 2 Bulan Pascabanjir, Masih Ada 24 Desa di Aceh Terisolir
Suasana usai bencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang (IDN Times/Uni Lubis)
Intinya sih...
  • Pemerintah terus berupaya membuka akses darat ke 24 desa terisolir di Aceh
  • Jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Aceh mencapai 551 jiwa
  • Jembatan Darus di Kabupaten Bener Meriah sudah selesai dibangun untuk menghubungkan akses darat ke dua kecamatan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sudah hampir dua bulan Aceh dihantam banjir dan tanah longsor, namun masih ada 24 desa di bumi Serambi Mekkah yang terisolir dan sulit dijangkau. Pemerintah pun masih terus berupaya memulihkan akses jalur darat ke puluhan desa tersebut.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, wilayah yang masih terisolir tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge.

"Total penduduk yang terdampak mencapai 10.914 jiwa," ujar Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor di Aceh, Murthalamuddin dalam keterangan tertulis, Jumat (16/1/2026).

Ia merinci, di Kecamatan Bintang terdapat satu desa yang masih terisolir, yakni Desa Serule dengan jumlah penduduk terdampak sebanyak 582 jiwa. Muthalamuddin mengatakan, akses menuju ke desa tersebut belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat timbunan longsor pada badan jalan.

Di Kecamatan Ketol, desa yang terisolir lebih banyak. Desa-desa yang terdampak, meliputi Bergang, Karang Ampar, Pantan Reduk, Serempah, Bah, Bintang Pepara, Buge Ara, Kekuyang dan Burlah. Total penduduk yang terdampak akibat terisolir mencapai 4.951 jiwa. Wilayah tersebut terisolir karena terputusnya jembatan serta longsor yang menutup badan jalan.

"Sebagian desa sudah mulai bisa dilalui oleh kendaraan roda dua seperti Desa Serempah dan Bah. Namun, akses roda empat masih belum dapat melintas," katanya.

1. Pemerintah terus mengupayakan untuk pembukaan akses darat

Hampir 2 Bulan Pascabanjir, Masih Ada 24 Desa di Aceh Terisolir
Foto udara dampak kerusakan pascabanjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (2/12/2025).  by: ANTARA FOTO/Suhendra

Di Kecamatan Linge juga terdapat beberapa desa yang terisolir, meliputi Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung, Penarun dan Umang. Total penduduk yang terdampak di wilayah terisolir mencapai 2.362 jiwa.

Area tersebut masih terisolir karena putusnya Jembatan Kala III serta longsor di sejumlah titik jalan.

"Akses kendaraan roda dua hanya bisa ke Desa Penarun dan Umang. Sedangkan, kendaraan roda empat masih belum dapat melintas," tutur dia.

Murthalamuddin mengatakan, pemerintah masih terus berupaya mempercepat penanganan darurat dan pemulihan akses ke wilayah-wilayah yang masih terisolir, termasuk melalui pembukaan jalur darat sementara dan penanganan infrastruktur yang rusak akibat bencana.

"Upaya penanganan terus dilakukan secara bertahap agar akses masyarakat kembali normal, terutama di desa-desa yang hingga kini terisolir," katanya.

2. Jumlah korban meninggal di Aceh mencapai 551 jiwa

Hampir 2 Bulan Pascabanjir, Masih Ada 24 Desa di Aceh Terisolir
Pemandangan salah satu daerah di Aceh Tengah yang masih terputus aksesnya (dok.Pemkab Aceh Tengah)

Berdasarkan data dari Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis kemarin, jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor mencapai 1.190 jiwa. Sebanyak 551 jiwa di antaranya ditemukan di Aceh.

Angka jumlah korban meninggal itu bisa terus bertambah lantaran masih ada 141 jiwa yang dilaporkan hilang. Sedangkan, sebanyak 131.521 warga masih tinggal di tempat pengungsian.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, jumlah warga yang tinggal di tempat pengungsian menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

"Sebanyak 64.021 jiwa telah kembali ke rumah atau lingkungan asalnya, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang," ujar Abdul dalam keterangan tertulis.

Penurunan jumlah pengungsi, kata dia, disebabkan pembangunan hunian sementara yang terus dikebut. Selain itu, akses jalan juga terus dibersihkan dan dibuka. Dengan begitu, kawasan pemukiman semakin kondusif untuk dihuni kembali.

3. Jembatan Darus di Kabupaten Bener Meriah sudah terhubung

Hampir 2 Bulan Pascabanjir, Masih Ada 24 Desa di Aceh Terisolir
Ilustrasi Jembatan Bailey (dok.Pendam I/BB)

Sementara, fasilitas jembatan terus diperbaiki di Aceh. Salah satu yang sudah selesai dibangun pada Rabu (14/1) adalah Jembatan 'Totor Darus' atau Jembatan Darus di Kabupaten Bener Meriah. Jembatan itu menghubungkan akses darat ke Kecamatan Bener Kelipah dan Kecamatan Permatha.

Sebagai ungkapan syukur atas perbaikan fasilitas tersebut dilakukan 'Peusejuk' yakni suatu tradisi adat khas Aceh. Tradisi itu digambarkan dengan ritual tepung tawar yang melambangkan doa, rasa syukur, dan permohonan keselamatan. Peusejuk dilakukan bersama dengan prajurit TNI yang ikut membantu pembangunan jembatan, aparat desa dan masyarakat setempat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More

Partai Gema Bangsa Segera Deklarasi, Dukung Prabowo Maju Pemilu 2029

16 Jan 2026, 13:22 WIBNews