Comscore Tracker

Dobrak Stigma Negatif, Tety Sianipar Lahirkan Platform Kerjabilitas

#AkuPerempuan Tety perempuan muda yang inspiratif!

Jakarta, IDN Times - Mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah bagi kaum disabilitas. Stigma negatif dan lingkungan yang belum inklusif kerap menjadi masalah di tengah masyarakat. Berawal dari itulah, Tety Sianipar dan dua orang rekannya tergerak untuk membuat wadah yang menjembatani kaum disabilitas dalam mencari kerja.

"Dimulai 2014. Foundernya ada tiga yaitu saya, Ruby, dan Mila sebagai co-Founder," kata Tety kepada IDN Times.

Seperti apa kisah inspiratif Tety, perempuan muda yang sempat terpilih untuk bertemu Presiden Joko “Jokowi” Widodo di Bogor beberapa waktu lalu?

Simak penuturannya kepada reporter IDN Times, Indiana Malia, berikut ini.

1. Kerjabilitas lahir dari obrolan ringan

Dobrak Stigma Negatif, Tety Sianipar Lahirkan Platform Kerjabilitasunsplash.com/yomex Owo

Tety mengatakan, saat itu dirinya bekerja di lembaga internasional Jerman di Yogyakarta. Lembaga itu fokus pada isu disabilitas dalam bidang kebencanaan yang inklusif. Sementara, Ruby bekerja sebagai konsultan.

"Waktu itu awalnya ngobrol-ngobrol saja. Saya cerita tentang pengalaman di lembaga, lalu melihat bahwa banyak masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan begitu mereka punya pekerjaan sektor formal atau informal. Dengan bekerja, kapasitas mereka meningkat dan tercipta lingkungan yang inklusif," ujarnya.

2. Ikut kompetisi Wikimedia Foundation

Dobrak Stigma Negatif, Tety Sianipar Lahirkan Platform Kerjabilitasindonesia.girlsintech.org

Dari obrolan ringan itulah tercetus ide untuk membuat platform eksklusif buat kaum disabilitas layaknya jobstreet, linkedin, dan lain-lain. Menurut Tety, belum ada platform yang secara khusus memerhatikan kaum disabilitas. Padahal, tak sedikit dari mereka yang mengeyam pendidikan formal.

"Ada Sekolah Luar Biasa dan kampus-kampus yang mulai terbuka untuk disabilitas. Tetapi, setelah lulus jarang sekali ditemukan lapangan pekerjaan di sektor formal untuk mereka. Kebanyakan di sektor informal," ungkapnya.

Tety dan Ruby lantas mengikuti kompetisi ide kreatif yang diselenggarakan oleh Yayasan Wikimedia. Bersaing dengan ratusan peserta lain, mereka dituntut untuk memecahkan masalah-masalah sosial melalui gadget. Platform Kerjabilitas.com pun berhasil diluncurkan pada Maret 2015. Tak lama kemudian, rekan mereka, Mila, bergabung menjadi co-Founder.

"Aku dan Ruby masukin ide bikin platform Kerjabilitas. Kami dapat pendanaan selama setahun. Waktu itu belum mikir panjang, karena di lapangan gak sesederhana yang kami pikir. Banyak perusahaan yang belum sadar disabilitas," kata alumnus Teknik Informatika Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta tersebut.

Baca Juga: Perjuangan Nurjanah Dari Cleaning Service hingga Jadi Penulis

3. Masih banyak perusahaan yang tak sadar disabilitas

Dobrak Stigma Negatif, Tety Sianipar Lahirkan Platform KerjabilitasJolkona.org

Tety menjelaskan, tantangan yang dihadapi saat menjalankan startup tersebut adalah munculnya stigma negatif terhadap disabilitas. Selain itu, banyak perusahaan yang tidak sadar disabilitas. Hal itu terbukti dari minimnya fasilitas penunjang bagi pekerja disabilitas.

"Ada gap skill antara orang disabilitas dengan non-disabilitas. Sistem pendidikanlah yang membuat mereka sangat tertutup. Selama ini banyak pelatihan-pelatihan gak bisa diikuti oleh teman-teman disabilitas. Juru isyarat pun gak banyak," jelasnya.

4. Kerjabilitas terus berkembang

Dobrak Stigma Negatif, Tety Sianipar Lahirkan Platform Kerjabilitasidntimes.com

Hingga saat ini, platform Kerjabilitas.com terus dikembangkan oleh belasan karyawan. Sejak 2015, tercatat ada 9.000 pengguna platform secara aktif. Kerjabilitas.com bermitra dengan 1.900 perusahaan ramah disabilitas di seluruh indonesia.

"Kami pastikan mitra kami inklusif. Sejauh ini yang terserap di perusahaan memang belum banyak, masih ratusan orang sejak 2015. Ya itu karena layer-nya banyak. Mereka (kaum disabilitas) melewati banyak tahap mulai interview sampai diterima kerja," tuturnya.

5. Perusahaan diharapkan bisa ramah disabilitas

Dobrak Stigma Negatif, Tety Sianipar Lahirkan Platform Kerjabilitasindonesia.girlsintech.org

Tety berharap semakin banyak perusahaan yang tidak memandang remeh kaum disabilitas. Sebab, isu disabilitas adalah isu semua orang. Ia ingin perusahaan-perusahaan itu membuka kesempatan bagi kaum disabilitas.

"Semua orang bisa menjadi difabel. Ada pencari kerja yang dulunya cheerleaders, jatuh, lalu kena stroke. Akibatnya gak diterima kerja. Harapan kami, buka saja dulu lapangan pekerjaan buat mereka, lihat skill-nya. Yang penting kasih kesempatan dulu," kata dia.

Baca Juga: 35 Caleg Disabilitas Turut Berebut Kursi Parlemen pada Pemilu 2019

Topic:

  • Dwifantya Aquina

JADWAL SALAT & IMSAK

25
MEI
2019
20 Ramadan 1440 H
Imsak

04.26

Subuh

04.36

Zuhur

11.53

Asar

15.14

Magrib

17.47

Isya

19.00

Just For You