Istana: 1-2 Hari ke Depan Adies Kadir Dilantik Presiden Jadi Hakim MK

- Pengucapan sumpah Adies Kadir sebagai Hakim MK dijadwalkan 1-2 hari ke depan di Istana Negara.
- Adies Kadir menggantikan Arief Hidayat yang pensiun, yang berharap MK tetap tegak menegakkan hukum konstitusi dan ideologi bangsa.
- Arief Hidayat meminta maaf karena kebiasaannya ngomong seenaknya sejak muda, disambut tawa hadirin dalam acara Wisuda Purnabakti Hakim Konstitusi.
Jakarta, IDN Times - Adies Kadir segera mengucapkan sumpah jabatannya sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan pengucapan sumpah jabatan itu dijadwalkan 1-2 hari ke depan.
"Direncanakan akan dalam waktu 1-2 hari ke depan," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026).
1. Pengucapan sumpah digelar di Istana

Pengucapan sumpah sebagai Hakim MK digelar di Istana Negara, Jakarta. Presiden Prabowo akan menyaksikan langsung pengucapan sumpah itu.
"Mengucapkan sumpah di depan presiden," kata dia.
2. Adies Kadir jadi Hakim MK gantikan Arief Hidayat

Adies Kadir menjadi Hakim MK menggantikan Arief Hidayat yang pensiun. Arief mengatakan tidak merasa sedih meninggalkan jabatannya, justru merasa sedih apabila melihat MK sebagai penjaga konstitusi teraniaya dan tidak bisa menegakkan keadilan.
"Saya sekali lagi karena saya merasakan, sudah merasakan bahwa hidup ada batasnya, saya tidak merasa sedih meninggalkan Mahkamah, tapi saya akan merasa sedih kalau Mahkamah ini kemudian teraniaya dan Mahkamah ini tidak bisa berdiri tegak menegakkan hukum konstitusi dan ideologi bangsa," kata dia dalam acara Wisuda Purnabakti Hakim Konstitusi, Arief Hidayat' di Gedung MK, Jakarta Pusat, pada Rabu (4/2).
3. Kelakar Arief Hidayat sejak muda ngomong seenaknya sendiri

Dalam kesempatan itu, Arief menyampaikan permohonan maaf kepada delapan hakim konstitusi lainnya beserta staf yang bertugas di MK. Ia tak memungkiri sering berbicara seenaknya sejak muda.
"Sekali lagi saya pada kesempatan yang berbahagia ini mohon maaf kepada para Yang Mulia, para ibu bapak yang mendampingi Yang Mulia, atau kepada seluruh staf yang ada di Mahkamah ini apabila selama 13 tahun ada hal-hal yang tidak berkenan. Karena saya orangnya memang sejak dulu kalau lihat foto-foto tadi waktu zaman saya SMA itu preman kampus, itu makanya saya ngomong juga seenaknya sendiri," tuturnya disambut tawa hadirin.


















