Jasad Pria Hangus Terbakar di Tambun Bekasi, Polisi Lakukan Penyelidikan

- Jasad pria hangus terbakar ditemukan di atas tumpukan limbah kayu di Kampung Jati, Tambun Selatan, Bekasi, setelah warga melaporkan kejadian pada Selasa dini hari.
- Polisi belum mengidentifikasi korban karena tubuh terbakar 100 persen tanpa identitas maupun pakaian. Korban diperkirakan bertinggi 165 sentimeter dan berbobot 60-65 kilogram.
- Penyebab kebakaran dan kematian masih diselidiki; jasad dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Warga menemukan tubuh korban setelah memadamkan api dan mencangkul gundukan berasap.
Bekasi, IDN Times - Jasad pria ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di atas tumpukan limbah kayu di Kampung Jati, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (25/8/2026) dini hari.
Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuriyanti mengatakan, pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 01.00 WIB terkait penemuan jasad yang terbakar.
"Jadi tadi malam sekitar jam 1 dini hari kami menerima laporan dari warga Jatimulya. Adanya penemuan jenazah yang terbakar," kata Wuriyanti saat dikonfirmasi, Selasa (25/8/2026) malam.
Setelah mendatangi lokasi, pihaknya berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Metro Bekasi untuk melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban.
1. Korban alami luka bakar hingga 100 persen

Jasad pria di Bekasi ditemukan hangus terbakar. (Istimewa) Wuriyanti mengatakan, korban berjenis kelamin laki-laki. Kondisi jasad sudah mengalami kerusakan parah akibat terbakar.
"Jadi pada saat kami kesana, itu memang ditemukan sosok jenazah berkelamin laki-laki dengan kondisi yang sudah terbakar 100 persen," kata dia.
Kondisi tersebut membuat polisi belum dapat mengidentifikasi korban. Tidak ditemukan identitas maupun pakaian yang masih melekat pada tubuh korban.
"Identitas seperti yang tadi disampaikan belum teridentifikasi karena kondisi korban yang sangat rusak, yang sudah terbakar hangus. Kemudian juga tidak ditemukan identitas di tubuh korban," katanya.
Wuriyanti menambahkan, jejak tekstil pakaian korban juga sudah tidak tampak akibat kondisi jasad yang terbakar.
2. Korban merupakan laki-laki diperkirakan memiliki tinggi 165 sentimeter dan berat 60-65 kg

TKP penemuan jasad yang hangus terbakar di Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal) Dia juga belum dapat memastikan apakah korban sengaja dibakar atau terbakar karena penyebab lainnya. Wuriyanti menegaskan, penyebab kejadian masih dalam penyelidikan.
"Terkait itu, jadi ini kita tidak bisa bilang itu dibakar atau tidak ya. Jadi kami menemukan jenazah yang sudah terbakar. Nah, soal penyebabnya nanti masih dalam penyelidikan," ujarnya.
Jasad ditemukan di atas tumpukan balok kayu limbah yang berada di tanah kosong di pinggir jalan. Menurut keterangan warga, lanjut Wuriyanti, lokasi tersebut merupakan tanah milik perusahaan dan digunakan untuk menumpuk sementara limbah kayu sebelum dijual sebagai bahan bakar keapda pengrajin tahu dan tempe.
Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, Wuriyanti juga telah membawa jasad korban ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Dia mengimbau, masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga berjenis kelamin laki-laki untuk melapor ke Polsek Tambun Selatan. Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diperkirakan memiliki tinggi badan sekitar 165 sentimeter dengan berat 60-65 kilogram.
"Siapapun masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya, baik yang sudah lama atau baru beberapa hari ini tidak pulang, berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan kurang lebih 165 cm, berat badan antara 60-65 kg," ujar Wuriyanti.
3. Warga temukan jasad usai padamkan api

TKP penemuan jasad yang hangus terbakar di Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal) Sebelumnya, seorang saksi mata, Tumiyem (66), mengatakan dirinya sedang setengah tertidur sambil menonton wayang kulit ketika mendengar suara benda terbakar. Saat melihat ke arah pintu, dia mendapati api sudah membesar.
"Saya lihat ke pintu, ternyata api. Saya langsung keluar dan bilang, 'Subhanallah, kebakaran!'" kata Tumiyem saat ditemui di lokasi, Selasa (25/8/2026).
Melihat kobaran api, Tumiyem kemudian mengambil air untuk berusaha memadamkan api agar tidak merembet ke rumahnya. Dia juga membangunkan warga sekitar yang sudah tertidur.
Setelah api terlihat padam, Tumiyem masih melihat gundukan yang mengeluarkan asap. Dia kemudian meminta seorang anak muda mengambil cangkul untuk memastikan bara di lokasi benar-benar mati. Saat gundukan tersebut dicangkul, warga justru menemukan bagian tubuh manusia.
"Waktu dicangkul, ternyata kena dengkul. Anak muda itu bilang, 'mayat, mbah'," cerita Tumiyem.



















