Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penuhi Kebutuhan Warga, Jateng Telah Gelar 794 Gerakan Pangan Murah

Penuhi Kebutuhan Warga, Jateng Telah Gelar 794 Gerakan Pangan Murah
Pemerintah Provinsi bersama kabupaten/kota di Jawa Tengah sejak Januari hingga Mei 2026 telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 794 kali. (Dok. Pemprov Jateng)
Intinya Sih
5W1H
  • Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama kabupaten/kota telah menggelar 794 Gerakan Pangan Murah sejak Januari hingga Mei 2026 untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
  • Program ini menyalurkan berbagai komoditas senilai Rp121 juta di Desa Gumiwang, termasuk beras, minyak goreng, telur, gula, dan cabai guna menjaga keterjangkauan harga serta menekan inflasi daerah.
  • Gubernur Ahmad Luthfi dan Bupati Banjarnegara menegaskan kolaborasi antarinstansi terus diperkuat, disertai penyaluran bantuan pangan seperti beras dan sorgum bagi keluarga serta balita rawan stunting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Banjarnegara, IDN Times - Pemerintah Provinsi bersama kabupaten/kota di Jawa Tengah sejak Januari hingga Mei 2026 telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 794 kali. Manfaat program tersebut telah dirasakan langsung masyarakat di berbagai daerah.

Hal itu terlihat pada saat kegiatan GPM di halaman Kantor Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Senin, 18 Mei 2026. Para warga tampak antusias meramaikan gerai demi gerai gelaran tersebut. Kegiatan itu juga dikunjungi langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Salah seorang warga Desa Gumiwang, Parmiati, mengaku terbantu dengan kegiatan GPM ini. Ia bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

"Ini beli beras, tepung mocaf, minyak goreng, gula, dan telur. Harganya termasuk murah daripada di pasaran. Sangat membantu warga kecil seperti saya," ujarnya saat ditemui di lokasi.

1. Warga merasa bersyukur

WhatsApp Image 2026-05-18 at 10.52.58 AM (2).jpeg
Pemerintah Provinsi bersama kabupaten/kota di Jawa Tengah sejak Januari hingga Mei 2026 telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 794 kali. (Dok. Pemprov Jawa Tengah)

Parmiati adalah ibu rumah tangga, suaminya kerja di gudang jagung dengan penghasilan per bulan tidak menentu. Ia merasa bersyukur bisa mendapatkan telur dengan harga Rp23 ribu per kilo dan bahan pokok lain dengan harga lebih murah.

"Pendapatan suami tidak tentu karena sistemnya borongan, kalau ramai ya lumayan, kalau sepi tidak tentu. Biasanya saya belanja ke pasar, ini harganya beda. Jadi membantu sekali," ujarnya sambil menunjukkan barang belanjaannya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, GPM merupakan program untuk intervensi terkait bahan pokok penting (bapokting). Mulai dari keterjangkauan harga dan ketersediaan stok bahan pokok guna mengendalikan inflasi di Jawa Tengah.

2. Penuhi keterjangkauan masyarakat

WhatsApp Image 2026-05-18 at 10.53.00 AM (1).jpeg
Pemerintah Provinsi bersama kabupaten/kota di Jawa Tengah sejak Januari hingga Mei 2026 telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 794 kali. (Dok. Pemprov Jateng)

Dengan adanya GPM ini, harapannya dapat memenuhi keterjangkauan masyarakat, karena ada subsidi atas penjualan bahan pokok tersebut, di antaranya beras, bawang merah, bawang putih, dan sebagainya.

Komoditas yang dijual pada GPM di Desa Gumiwang tersebut senilai Rp121 juta. Meliputi beras 5 ton, minyak goreng 1.000 liter, telur 500 kg, gula pasir 200 kg, bawang merah 200 kg, bawang putih 200 kg, cabai rawit merah, dan cabai merah keriting masing-masing 50 kg.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Widi Hartanto mengatakan, sejak Januari-Mei 2026 ini sudah digelar 794 kali GPM dengan omzet mencapai Rp15,1 miliar.

"Ini untuk meningkatkan keterjangkauan masyarakat, supaya dapat mengakses pangan yang lebih murah,” kata dia.

3. Kolaborasi memudahkan masyarakat

WhatsApp Image 2026-05-18 at 10.52.59 AM (2).jpeg
Pemerintah Provinsi bersama kabupaten/kota di Jawa Tengah sejak Januari hingga Mei 2026 telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 794 kali. (Dok. Pemprov DKI Jakarta)

Bupati Banjarnegara Amalia Desiana mengatakan di tengah kondisi ekonomi saat ini, gerakan pangan murah sangat dibutuhkan. Kolaborasi ini akan terus dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat.

"Kegiatan ini tentu sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi juga menyerahkan bantuan pangan melalui cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD). Bantuan pangan yang disalurkan di Desa Gumiwang meliputi beras sebanyak 2 ton dan beras sorgum 400 kg untuk 200 keluarga. Di samping itu juga ada Beras Fortivit sebanyak 200 kg untuk 100 orang tua yang memiliki balita rawan stunting. (WEB)

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ezri Tri Suro
EditorEzri Tri Suro
Follow Us

Related Articles

See More