- Bertekad melaksanakan seluruh proses pengadaan barang dan jasa secara transparan, akuntabel, profesional, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
- Kami siap diaudit, diperiksa, dan diawasi oleh lembaga pemeriksa dan masyarakat umum, sebagai wujud keterbukaan dan tanggung jawab kami kepada rakyat.
- Kami bertekad menjaga Sekolah Rakyat sebagai program prioritas Presiden yang mulia dan berpihak kepada anak-anak bangsa. Kami tidak akan membiarkan program ini dikotori oleh praktik korupsi, penyimpangan, ataupun kepentingan pribadi dan kelompok.
- Kami mendukung sepenuhnya komitmen Menteri Sosial dan Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia, untuk menjadi pihak pertama yang melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila ditemukan penyimpangan dalam proses pengadaan di Kementerian Sosial.
Mensos Pimpin Ikrar Tanpa Korupsi, Pegawai Siap Diaudit dan Diawasi

- Menteri Sosial Syaifullah Yusuf memimpin apel Ikrar Tanpa Korupsi di tengah sorotan anggaran sepatu Sekolah Rakyat Rp27 miliar, menegaskan pentingnya integritas dalam setiap tindakan.
- Ribuan pegawai Kemensos bersama-sama membacakan empat poin ikrar yang menegaskan komitmen melawan korupsi dan menjaga transparansi dalam pelaksanaan tugas.
- Ikrar tersebut mencakup kesiapan pegawai untuk diaudit serta diawasi publik, memastikan pengadaan barang dan jasa berjalan profesional, akuntabel, dan bebas penyimpangan.
Jakarta, IDN Times – Menteri Sosial Syaifullah Yusuf memimpin apel Ikrar Tanpa Korupsi di halaman Gedung Kementerian Sosial, Senin (18/5/2026), di tengah sorotan pengadaan anggaran sepatu Sekolah Rakyat senilai Rp27 miliar.
“Saudara-saudara sekalian yang saya hormati, hari ini kita mengucapkan ikrar tanpa korupsi, tetapi saya ingin mengingatkan, integritas bukan kalimat yang dibaca saat apel,” ucap pria yang akrab disapa Gus Ipul itu.
1. Jangan sepelekan hal kecil

Ia menegaskan, integritas adalah perbuatan atau keputusan yang sama ketika ada atau tidak ada yang melihat. Ia juga mengingatkan bahwa korupsi kerap dimulai dari hal-hal kecil yang dianggap sepele.
“Jangan menyepelekan suatu hal kecil karena korupsi besar sering kali dimulai dari pembiaran yang kecil. Dari mulai, ‘ah, ini biasa,’ ‘tidak apa-apa,’ ‘sudah kebiasaan,’ ‘lupa absen,’ ‘lupa berita acara.’ Hati-hati karena kebiasaan kecil yang salah bisa menjadi masalah besar di kemudian hari,” ujarnya.
2. Ribuan pegawai bacakan ikrar

Tak lama kemudian, ribuan pegawai membacakan empat poin Ikrar Tanpa Korupsi.
"Kami keluarga besar Kementerian Sosial Republik Indonesia dengan penuh tanggung jawab menyatakan ikrar," ucap ribuan pegawai Kemensos.
3. Siap diaudit dan diawasi

Berikut Ikrar Tanpa Korupsi Kementerian Sosial:
“Kemensos bersih. Kemensos berintegritas. Kemensos selalu ada.” ucapnya



















