Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Moldova sebut Rusia Berupaya Rekrut Tentara dari Transnistria

Moldova sebut Rusia Berupaya Rekrut Tentara dari Transnistria
ilustrasi bendera Moldova (Unsplash/Sasha Pleshco)
Intinya Sih
  • Presiden Moldova Maia Sandu menuduh Rusia berupaya merekrut tentara dari Transnistria melalui penyederhanaan proses kewarganegaraan Rusia bagi warga wilayah tersebut.
  • Perdana Menteri Moldova Alexandru Munteanu memperingatkan warga Transnistria bahwa menerima paspor Rusia berarti terlibat dengan negara agresor dan berisiko direkrut menjadi tentara.
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut langkah Rusia itu sebagai upaya ekspansi militer, serta menegaskan kerja sama Ukraina dan Moldova untuk menjaga keamanan kawasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Moldova, Maia Sandu, mengungkapkan bahwa Rusia berusaha merekrut tentara dari Transnistria. Langkah terlihat dari proses penyederhanaan status kewarganegaraan Rusia kepada warga Transnistria. 

“Mereka (Rusia) kemungkinan membutuhkan lebih banyak orang untuk dikirim ke medan perang di Ukraina. Sejak awal, banyak warga yang mengambil kewarganegaraan Moldova karena merasa aman dibanding memilih Rusia,” terangnya, dikutip dari Politico, Senin (18/5/2026). 

Transnistria adalah wilayah pecahan Moldova yang berbatasan langsung dengan Ukraina. Hingga kini, terdapat ribuan personel militer Rusia yang ditempatkan di Transnistria untuk menjaga perdamaian. 

1. Peringatkan warga Transnistria akan risiko menjadi warga Rusia

Perdana Menteri Moldova, Alexandru Munteanu memperingatkan bahwa penyederhanaan prosedur ini berkaitan erat dengan rekrutmen tentara Rusia. Ia meminta agar warga Transnistria paham akan risiko tersebut. 

“Menerima paspor Rusia berarti mendapatkan paspor dari negara agresor yang tidak diakui oleh dunia yang beradab. Saya percaya keputusan Kremlin ini berhubungan erat dengan pengiriman sebanyak mungkin tentara ke medan perang,” ungkapnya, dilansir dari Ukrainska Pravda.

Munteanu menyatakan bahwa kewarganegaraan bukan hanya kebebasan bergerak. Namun, juga mengenai tanggung jawab untuk membayar pajak dan membayar kewajiban lainnya. 

2. Ukraina sebut warga Transnistria akan direkrut menjadi tentara Rusia

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan bahwa Rusia sedang mencari tambahan personel militer. Langkah ini untuk mengekspansi rekrutmen tentara untuk diterjunkan ke Ukraina. Dilansir TSN, Presiden Ukraina itu juga memperingatkan bahwa langkah ini adalah upaya Rusia untuk menjadikan Transnistria sebagai teritori barunya. Ukraina akan bekerja sama dengan Moldova untuk memastikan keamanan kedua negara. 

3. Rusia permudah warga Transnistria mendapat status kewarganegaraan

Pekan lalu, Presiden Rusia, Vladimir Putin sudah menandatangani dekrit untuk menyederhanakan proses mendapatkan kewarganegaraan Rusia bagi warga Transnistria. Kebijakan baru ini berlaku bagi warga berusia 18 tahun yang tinggal permanen di Transnistria. 

Dilansir TVP World, warga Transnistria tidak perlu syarat utama untuk mendapatkan warga negara Rusia. Syarat tersebut meliputi tinggal beberapa tahun di Rusia dan tes bahasa Rusia, beserta ujian soal sejarah dan hukum di Rusia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Related Articles

See More