Prabowo Serahkan Jet Tempur Rafale ke TNI, Disiram Pakai Air Kembang

- Presiden Prabowo menyerahkan enam jet tempur Rafale, pesawat Falcon 8X, Airbus A400M, radar GCI GM403, serta persenjataan canggih kepada TNI di Halim Perdanakusuma sebagai penguatan alutsista udara.
- Prabowo menegaskan pentingnya peningkatan kekuatan pertahanan di udara, laut, dan darat untuk menjaga kedaulatan Indonesia di tengah situasi global yang tidak pasti.
- Total 42 jet tempur Rafale akan datang bertahap dari Prancis dengan nilai kontrak tahap pertama sekitar 1,1 miliar dolar AS dan estimasi waktu pengiriman hingga lima tahun.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto, menyerahkan 6 pesawat jet tempur Dassault Rafale, 4 pesawat Dassault Falcon 8X, 1 pesawat Airbus A400M Atlas MRTT, 2 Radar GCI GM403, Smart Weapon Hammer, dan rudal meteor kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang diteruskan ke Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono. Penyerahan tersebut dilakukan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).
"Tadi baru saja kita menerima secara resmi dengan adat kita penambahan alutsista untuk angkatan udara kita. Kita menerima enam pesawat tempur ya, Rafale dan pesawat angkut Falcon, pesawat angkut VIP, dan A400, ada radar juga," ujar Prabowo.
Dalam prosesi penyerahan itu, Prabowo terlebih dulu menyiram air kembang ke jet tempur Rafale tersebut. Setelah itu, Prabowo menyerahkan kunci pesawat kepada Panglima TNI. Selanjutnya, Panglima TNI menyerahkan kunci pesawat itu ke KSAU.
1. Momentum perbaikan pertahanan

Prabowo mengatakan, acara ini sebagai momentum untuk menambah kekuatan pertahanan Indonesia. Menurut dia, Indonesia harus memiliki alutsista yang andal di tengah ketidakpastian global.
"Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai deterrent. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri," ujar dia.
2. Prabowo alutsista di wilayah udara, laut dan darat harus ditingkatkan

Prabowo juga menegaskan, alutsista di wilayah udara, laut dan darat harus ditingkatkan.
"Dalam waktu yang akan datang terus akan kita bangun kekuatan kita. Kita ingin mengamankan wilayah udara, wilayah laut, dan tentunya wilayah daratan kita," kata dia.
Untuk Radar GCI GM403, total pemesanannya sebanyak 22 unit. Semua alutsista itu buatan Prancis.
3. Masih akan ada lagi alutsista buatan yang akan datang

Ketika masih menjabat Menteri Pertahanan, Prabowo sudah menyebut 42 jet tempur Rafale bakal tiba ke Tanah Air secara bertahap. Namun, dia tak menyampaikan total nilai kontrak pembelian 42 jet tempur tersebut.
Juru bicara Menhan kala itu, Dahnil Anzar Simanjuntak, sempat membocorkan nilai kontrak tahap pertama untuk enam jet tempur Rafale. Nilainya mencapai 1,1 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp15,7 triliun.
Pria yang sudah menjadi jubir Prabowo sejak di Partai Gerindra itu menyebut, usai pembayaran uang muka, proses produksi baru dilakukan. Ia menegaskan pembelian alutsista tidak sama dengan membeli kendaraan ke dealer yang setelah terjadi transaksi, barangnya langsung dikirim ke rumah.
"Kami prediksi hingga ke tahap delivery, butuh waktu hampir 56 bulan atau hampir lima tahun," ujar Dahnil pada September 2022 lalu.



















