Gus Ipul: Kemensos Bukan Tempat Cari Untung dari Penderitaan Rakyat

- Gus Ipul menegaskan Kemensos bukan tempat mencari keuntungan dari penderitaan rakyat, melainkan wadah untuk membantu kelompok rentan dan keluarga tidak mampu.
- Ia mengingatkan bahwa di era sekarang, praktik korupsi semakin sulit disembunyikan karena cepat terungkap meski setelah pensiun sekalipun.
- Gus Ipul menekankan pentingnya budaya kerja bersih dan efisien di Kemensos agar setiap rupiah berdampak nyata serta menjaga kepercayaan publik yang sangat berharga.
Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, mengatakan, Kementerian Sosial (Kemensos) bukan tempat untuk mencari keuntungan. Hal tersebut diungkapkan dalam apel ikrar antikorupsi di halaman Gedung Kemensos, Senin (18/5/2026).
"Saya ingin tegaskan, Kementerian Sosial tidak boleh menjadi tempat orang mencari keuntungan dari penderitaan rakyat. Saya ulang sekali lagi, Kementerian Sosial tidak boleh menjadi tempat orang mencari keuntungan dari penderitaan rakyat," kata dia.
1. Kemensos kelola harapan rakyat

Gus Ipul mengingatkan, esensi dalam Kemensos bukan sekadar program semata, tetapi juga harapan bagi keluarga-keluarga yang rentan dan tidak mampu.
"Karena yang kita kelola di Kementerian Sosial bukan sekadar program yang kita kelola adalah harapan keluarga yang tidak mampu, air mata kelompok rentan, masa depan anak-anak terlantar, kehidupan lansia terlantar, dan hak saudara-saudara kita yang paling membutuhkan kehadiran negara," kata dia.
2. Era sulit korupsi

Gus Ipul mengatakan, saat ini era sulit jika melakukan penyimpangan seperti korupsi. Menurut dia, jika melakukan korupsi, maka suatu saat pasti akan terbongkar.
"Era makin sulit untuk korupsi. Kalau korupsi tinggal tunggu waktu. Kalau tidak hari ini ketahuan besok, kalau gak besok lusa, kalau gak lusa, insyaallah setelah pensiun, urusan kita belum pensiun," kata dia.
3. Kepercayaan rakyat itu mahal

Gus Ipul mengatakan, transformasi budaya kerja bukan sekadar slogan bagi Kemensos. Artinya, setiap rupiah harus efisien dan berdampak.
"Layanan hebat artinya layanan harus cepat, tepat sasaran, dan menyelesaikan masalah rakyat. Tanpa korupsi artinya tidak ada kompromi terhadap penyimpangan sekecil apa pun. Karena rakyat melihat, publik menilai kita, dan kepercayaan itu mahal," kata dia.

















