Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

JK Dukung Amin, Airlangga Pastikan Golkar Setia ke Prabowo

JK Dukung Amin, Airlangga Pastikan Golkar Setia ke Prabowo
Ketua Dewan Pengarah Prabowo-Gibran, Airlangga Hartarto. (IDN Times/Larasati Rey)

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, mengaku menghargai sikap yang telah ditunjukkan oleh Jusuf "JK" Kalla yang memberikan dukungan ke paslon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Meski begitu, Golkar menegaskan loyalitasnya kepada paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Selain itu, kata Airlangga, keponakan JK, Erwin Aksa masih berada di barisan Golkar. Pun, Erwin kini menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran di Pemilu 2024. 

"Ya, Beliau kan punya preferensi dan kami hargai itu. Di tempat kita kan ada Mas Erwin Aksa. Mas Erwin jadi Caleg Golkar," ujar Airlangga di Jakarta pada Jumat (22/12/2023). 

Dia yakin perolehan suara Partai Golkar tidak akan tergerus karena JK lebih memilih mendukung Anies dan Muhaimin. Sebab, simpatisan JK berbeda dengan Golkar. 

"Karena kan di wilayah sana sudah jelas identifikasinya dengan Partai Golkar dan dengan nomor 4. Jadi, kami optimistis," tutur dia. 

  1. 1. Erwin Aksa sebut JK masih titip caleg di Golkar

    Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka, Erwin Aksa saat ditemui di Markas TKN Fanta, Jakarta Pusat (5/12/2023) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
    Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka, Erwin Aksa saat ditemui di Markas TKN Fanta, Jakarta Pusat (5/12/2023) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Sementara, ketika dimintai konfirmasinya, Erwin menghormati keputusan pamannya itu. Perbedaan sikap politik sudah kerap terjadi sebelumnya di keluarga besar Aksa dan Kalla. Meski begitu, kata Erwin, JK masih menitipkan caleg-calegnya lewat Golkar. 

    "Pak JK menghargai sikap Golkar. Bahkan, menghadapi Pileg, Pak JK titip nama untuk nyaleg," ujar Erwin kepada media di Jakarta kemarin. 

    Meski JK dulu pernah memimpin Golkar, tetapi kini bukan lagi tergabung di dalam struktur kepengurusan partai berlambang pohon beringin warna hijau tersebut.

    "Di Golkar, ada (azas) Prestasi, Dedikasi, Disiplin, Loyalitas, dan Tidak Tercela atau PD2LT. Pak JK bukan pengurus Golkar. Beliau anggota biasa dan tokoh di Golkar," kata pengusaha muda itu. 

  2. 2. JK dukung Anies karena dianggap pemimpin tangguh

    Pertemuan Anies Baswedan dan Jusuf Kalla di kediaman Jusuf Kalla, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (7/10/2023). (IDN Times/Sonya Michaella)
    Pertemuan Anies Baswedan dan Jusuf Kalla di kediaman Jusuf Kalla, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (7/10/2023). (IDN Times/Sonya Michaella)

    JK menyatakan dukungan secara terbuka di Makassar ketika menemui relawan AMIN pada 19 Desember 2023 lalu. Dia mengatakan Indonesia butuh pemimpin yang tangguh dan mampu menyejahterakan rakyat. Dia menyebut Indonesia menghadapi krisis ekonomi dunia yang terjadi akibat perang di Eropa.

    "Kalau Presiden tidak tangguh, akan sulit. Dunia akan sulit. Ekonomi dunia juga lagi sulit. Perang di Ukraina, perang antara China dan Amerika. Kalau ekonomi dunia turun, kita juga ikut kena," ujar JK. 

    JK juga menyinggung karakter Presiden dalam mengelola anggaran. Dia menyarankan relawan memilih calon pemimpin yang tidak suka menghambur-hamburkan uang.

    Menurut JK, Indonesia bisa bangkrut bila pemimpinnya senang menghambur-hamburkan anggaran.

    "Jadi, kita harus pilih presiden yang tidak menghambur dana. Kalau presidennya boros, asal belanja saja, maka bisa bangkrut negeri ini," ujar Wapres ke-10 dan ke-12 RI itu. 

  3. 3. Pendukung Golkar diprediksi bisa berubah dukungan dari paslon Prabowo ke Anies

    Jusuf Kalla dalam acara Rakernas Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta se Indonesia (BKSPTIS) di Universitas Islam Riau. (dok. Tim Media JK)
    Jusuf Kalla dalam acara Rakernas Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta se Indonesia (BKSPTIS) di Universitas Islam Riau. (dok. Tim Media JK)

    Sementara, dalam pandangan analis politik Universitas Andalas, Najmuddin Rasul, kepastian JK untuk mendukung paslon AMIN harus jadi perhatian khusus bagi Partai Golkar. Sebab, JK adalah mantan ketua umum yang termasuk sepuh dan sangat dihormati di internal Partai Golkar. Sehingga menurut dia, JK punya kemampuan menggembosi suara Partai Golkar untuk Prabowo-Gibran.

    "JK adalah politikus senior yang dihormati semua kalangan di Golkar. Sehingga JK bisa saja menarik suara Golkar untuk memilih AMIN," ujar Najmuddin kemarin.

    Partai Golkar berada di dalam gebong Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Najmuddin meyakini, perbedaan pilihan JK akan membuat suara Golkar untuk Pilpres 2024 akan terbelah. Karena JK memiliki pengaruh besar terutama di wilayah Indonesia bagian timur.

    "Pak JK memiliki pengaruh yang sangat kuat. Beliau selain mantan wapres dua kali, tapi juga punya sumber saya dan pengikut yang banyak," tutur dia. 

Related Articles

See More