Kala Kaesang Lobi Dubes Iran soal Kapal Tanker RI di Selat Hormuz

- Kaesang Pangarep melobi Dubes Iran agar dua kapal tanker Pertamina bisa melewati Selat Hormuz, dan mendapat respons positif terkait penyelesaian masalah teknis.
- Kementerian Luar Negeri Indonesia menegaskan penolakan terhadap ancaman di jalur perdagangan minyak serta terus berkoordinasi dengan pihak Iran demi keamanan pelayaran internasional.
- Iran resmi membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran komersial selama masa gencatan senjata, setelah sebelumnya ditutup akibat ketegangan militer dengan Amerika Serikat dan Israel.
Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, ikut turun tangan melobi Iran terkait nasib dua kapal tanker milik PT Pertamina yang masih tertahan di perairan Teluk Persia. Permintaan agar kapal tanker Indonesia dibolehkan melintasi Selat Hormuz disampaikan Kaesang ketika menerima kunjungan Duta Besar Republik Islam Iran, Muhammad Boroujerdi di markas PSI pada Kamis (16/4/2026). Menurut Kaesang, pertemuannya dengan Boroujerdi berlangsung selama satu jam secara tertutup.
"Kami tadi menyampaikan aspirasi supaya (kapal) tanker-tanker Indonesia yang membawa minyak milik Pertamina bisa melewati Selat Hormuz. Tadi juga sudah direspons akan segera bisa (keluar) karena tinggal mengurus sedikit technical issue," ujar Kaesang di dalam keterangan yang dikutip pada Jumat (17/4/2026).
Ia mengklaim, respons dari Dubes Boroujerdi terkait permintannya supaya dua kapal tanker Indonesia lewat ditanggapi secara positif. Dalam pandangannya, Iran dan Indonesia memiliki relasi yang baik.
"Responsnya sangat bagus sebenarnya. Insyaallah. Jadi, ya itu cuma masalah paperwork kalau tadi dibilangnya. Karena perang ini juga mengakibatkan harga-harga mulai naik," tutur putra bungsu Presiden ke-7, Joko "Jokowi" Widodo itu.
Meski begitu, kata Kaesang, Prabowo selalu memberikan program terbaik bagi masyarakat untuk menghadapi situasi yang terjadi di Timur Tengah. Sehingga ia meminta masyarakat agar tetap tenang.
1. Dubes Iran sebut masih ada negosiasi yang perlu dilakukan

Sebelumnya, pada Sabtu (11/4/2026), IDN Times sempat menanyakan isu tertahannya dua kapal tanker milik Pertamina kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Ia mengatakan, kondisi Selat Hormuz saat ini dalam keadaan yang tidak biasa. Apalagi kini militer Amerika Serikat (AS) ikut memblokade Selat Hormuz.
Penelusuran lewat situs Vessel Finder pada malam ini menunjukkan Kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro masih belum bergerak melintasi Selat Hormuz. Boroujerdi menyebut agar kapal bisa lewat Selat Hormuz harus melewati sejumlah protokol.
"Terkait dengan kondisi di Teluk Persia dan Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi biasa. Seperti yang kita ketahui, di sana memiliki kesensitivitasan saat masa-masa perang dan harus melalui beberapa protokol," ujar Boroujerdi ketika menjawab pertanyaan IDN Times di Universitas Paramadina, Cipayung, Jakarta Timur pada pekan lalu.
Ia menambahkan, protokol itu diberlakukan oleh pihak keamanan atau penjaga Selat Hormuz. Selain itu, agar kapal komersial bisa lewat Selat Hormuz, ada proses negosiasi yang harus dilakukan.
"Negosiasi itu dilakukan dengan pihak terkait dan penjaga keamanan Republik Islam Iran. Itu semuanya melewati protokol tertentu," ujarnya.
Ia menambahkan, protokol itu diberlakukan oleh pihak keamanan atau penjaga Selat Hormuz. Selain itu, agar kapal komersial bisa lewat Selat Hormuz, ada proses negosiasi yang harus dilakukan.
"Negosiasi itu dilakukan dengan pihak terkait dan penjaga keamanan Republik Islam Iran. Itu semuanya melewati protokol tertentu," ujarnya.
2. Kemlu menolak segala bentuk ancaman terhadap kapal-kapal niaga

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia menolak segala bentuk ancaman terhadap kapal-kapal niaga di rute perdagangan minyak, Selat Hormuz, menyusul perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
"Dalam hal ini kami juga menolak segala bentuk ancaman terhadap kapal niaga dan menekankan bahwa keselamatan pelaut itu harus menjadi prioritas yang utama," ujar juru bicara Kemlu Vahd Nabyl di kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Nabyl menambahkan, Indonesia terus menegaskan pentingnya menjaga Selat Hormuz selalu aman, terbuka, dan dapat dilalui oleh pelayaran internasional sesuai ketentuan dan hukum internasional.
Dia juga mengatakan, Kemlu terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pihak termasuk angkatan bersenjata Iran dan Kemlu Iran untuk menindaklanjuti sinyal positif terkait Selat Hormuz yang disampaikan pada Maret lalu.
3. Dubes Iran sudah kunjungi Jokowi di Solo

Sebelum menyambangi markas PSI, Dubes Boroujerdi sudah lebih dulu menemui Presiden ke-7, Joko "Jokowi" Widodo di Solo pada Rabu (1/4/2026). Ketika tiba di rumah di Jalan Kutai Utara nomor 1 itu, Boroujerdi tampak mengenakan setelan jas gelap, sementara tuan rumah mengenakan batik.
"Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak bertukar pandangan mengenai perkembangan kawasan, situasi terkini yang timbul akibat perang yang dipaksakan terhadap Republik Islam Iran, serta dampak kemanusiaan dan ekonomi yang ditimbulkannya," demikian isi rilis resmi Kedubes Iran.
Boroujerdi juga menyampaikan laporan komprehensif mengenai kondisi lapangan terkini, termasuk penjelasan berbagai serangan terhadap kawasan sipil, infrastruktur vital, dan fasilitas ekonomi di Iran.
Tak cuma itu, Dubes Iran ini turut serta mengutarakan keprihatinan atas dampak kemanusiaan dan keamanan imbas serangan ke negaranya. "(Iran) juga menegaskan hak sah rakyat Iran untuk membela diri sesuai dengan hukum internasional," kata Kedutaan Iran di Jakarta.
Selain menemui Jokowi, Dubes Boroujerdi juga telah menyambangi kediaman Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, Dubes Boroujerdi belum terlihat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto.
4. Iran umumkan buka Selat Hormuz

Namun informasi terbaru hari ini, Jumat (17/4/2026), Iran mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz untuk jalur pelayaran komersial di tengah masa gencatan senjata yang masih berlangsung. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Keputusan Iran menjadi perkembangan penting di tengah ketegangan global yang belum sepenuhnya mereda. Dalam pernyataannya, Araghchi menegaskan, jalur strategis tersebut kini dapat dilalui kembali oleh kapal-kapal niaga selama periode gencatan senjata berlangsung.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata, pada rute terkoordinasi seperti yang telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran,” tulisnya di platform X, Jumat (17/4/2026).
Langkah ini diambil setelah sebelumnya Iran menutup Selat Hormuz selama beberapa minggu sebagai respons atas serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya pada Februari lalu. Penutupan tersebut sempat mengganggu salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia.
Terkait keputusan Iran ini, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengucapkan terima kasih ke Iran. Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menyambut pengumuman dari Iran dan menyebut jalur tersebut kini siap digunakan kembali untuk lalu lintas global.
“IRAN BARU SAJA MENGUMUMKAN BAHWA SELAT IRAN SEPENUHNYA TERBUKA DAN SIAP UNTUK DILALUI SEPENUHNYA. TERIMA KASIH!” tulis Trump di akun Truth Social, Jumat (17/4/2026).
Namun, di balik pembukaan jalur tersebut, Trump memastikan tekanan militer terhadap Iran belum akan dihentikan. Ia menegaskan, blokade angkatan laut Amerika Serikat masih akan tetap diberlakukan secara khusus terhadap Iran.


















