Spanyol Desak Maroko Investigasi Penyebab Krisis Migrasi di Ceuta

- Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles mendesak Maroko menginvestigasi tuntas gelombang masuk imigran ke Ceuta dan meminta pihak yang bertanggung jawab dikenai konsekuensi.
- Spanyol mempertahankan dukungan militer bagi Guardia Civil di Ceuta dan Melilla, sementara Robles menilai lembaga intelijen telah menerima peringatan serta bekerja baik sebelum krisis.
- Pemerintah Ceuta memperkirakan 3.000-5.000 imigran masih berada di wilayahnya, meski sebagian besar dari sekitar 80.000 pendatang telah kembali ke Maroko dan kondisi belum normal.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan (Menhan) Spanyol, Margarita Robles, pada Senin (3/8/2026), mendesak Maroko membuka investigasi terkait masuknya imigran Maroko secara massal ke Ceuta. Menurutnya, kedaulatan dan integritas teritorial negara tidak dapat didiskusikan.
“Saya meminta pemerintah Maroko untuk menginvestigasi hingga akhir. Kami meminta klarifikasi soal apa yang terjadi. Siapapun yang berada di balik ini, mafia atau siapapun harus bertanggung jawab,” tuturnya, dikutip dari EFE.
Robles mengatakan, personel militer Spanyol akan terus mendukung pasukan Guarda Civil yang bekerja di dua wilayah terluar, Ceuta dan Melilla. Sebelumnya, Spanyol sudah mengirimkan tentara ke Ceuta dan Melilla untuk mengamankan perbatasan dan memulangkan imigran Maroko.
1. Robles mengapresiasi kinerja intelijen Spanyol

Robles mengungkapkan bahwa Pusat Intelijen Nasional (CNI) sudah menerima peringatan sebelum munculnya gelombang imigrasi. Menurutnya, CNI sudah melakukan pekerjaannya dengan rahasia.
Dilansir Brussels Signal, Menhan Spanyol itu mengatakan bahwa personel CNI, Pusat Intelijen Militer (CIFAS), dan unit informasi dari Polisi Nasional dan Guardia Civil sudah bekerja dengan baik. Pekerjaan mereka sudah dihargai dan diakui di seluruh Eropa.
2. Partai oposisi tuding Maroko lakukan operasi hybrid ke Spanyol

Juru Bicara Partai Vox, Pepa Millan, menuding masuknya 50 ribu imigran di Ceuta bukanlah krisis migrasi. Menurutnya, masuknya ribuan imigran Maroko tersebut adalah operasi hybrid yang didorong oleh rezim Maroko sebagai senjata geopolitik.
Dilansir Democrata, ia mengkritik pemerintah Spanyol yang justru memanggil dan memprotes Italia atas keputusan menangguhkan Schengen. Menurutnya, Spanyol tidak boleh lunak kepada Maroko dan mendesak Maroko menginvestasi kasus ini hingga tuntas.
3. Pemerintah Ceuta sebut masih ada ribuan imigran di wilayahnya

Kepala Pemerintah Ceuta, Juan Jesus Vivas, memperkirakan masih ada sekitar 3.000-5.000 imigran yang berada di wilayahnya. Namun, sebagian besar dari sekitar 80 ribu imigran Maroko yang masuk sudah kembali ke negara asalnya.
Pemerintah setempat menyebut bahwa kondisi di wilayah otonom tersebut masih belum normal kembali. Otoritas Ceuta memperkirakan masih ada imigran Maroko yang berada di sejumlah area dan sebagian berada di area pegunungan.





















