5 Rekor Nirmal Purja, Taklukkan 14 Puncak Gunung Tertinggi Dunia

- Nirmal "Nimsdai" Purja dikonfirmasi gugur akibat longsoran salju bersama rombongan ekspedisinya di Gunung Broad Peak, Karakoram, Pakistan utara, pada akhir Juli 2026.
- Melalui Project Possible 2019, pendaki Nepal ini menuntaskan 14 puncak di atas 8.000 meter dalam enam bulan enam hari, pencapaian yang diangkat dalam dokumenter Netflix 14 Peaks.
- Purja juga mencatat pendakian musim dingin pertama K2 tanpa oksigen tambahan, menyapu Everest-Lhotse-Makalu dalam 48 jam, serta mengoleksi 49 puncak sejati di atas 8.000 meter hingga September 2025.
Dunia pendakian internasional diselimuti awan duka yang sangat mendalam setelah kabar menyedihkan datang dari wilayah pegunungan Karakoram di Pakistan utara pada akhir Juli 2026. Nirmal "Nimsdai" Purja, pendaki legendaris asal Nepal, dikonfirmasi gugur setelah rombongan ekspedisinya tersapu oleh longsoran salju hebat. Tragedi mematikan di Gunung Broad Peak ini menghentikan langkah sang petualang tangguh yang selama ini dikenal tidak pernah memiliki rasa takut saat menghadapi maut.
Kepergian Nimsdai menyisakan kesedihan mendalam sekaligus mengingatkan dunia pada dedikasinya yang luar biasa dalam menembus batas ketahanan fisik manusia. Walau raganya kini telah berselimut keabadian salju, warisan dan kisah petualangannya di berbagai gunung tertinggi bumi tetap akan terus dikenang. Sosok inspiratif ini pergi dengan meninggalkan sederet rekor dunia luar biasa yang dahulu sempat dinilai mustahil oleh banyak orang.
1. Menaklukkan 14 puncak di atas 8.000 meter tercepat pada masanya

Nirmal Purja mengguncang dunia petualangan ekstrem lewat sebuah proyek ambisius yang dinamai Project Possible pada tahun 2019. Lewat misi besar ini, ia bertekad kuat mendaki seluruh gunung di dunia yang memiliki ketinggian di atas 8.000 meter. Banyak pengamat awalnya meragukan rencana gila tersebut karena rekor tercepat sebelumnya membutuhkan waktu hampir delapan tahun.
Namun, ia mematahkan pesimisme publik dengan menunjukkan ketahanan fisik yang berada di luar nalar manusia. Dilansir The Guardian, Nimsdai menyelesaikan seluruh pendakian di 14 puncak ekstrem tersebut hanya dalam kurun waktu enam bulan enam hari. Keberhasilan spektakuler ini kemudian diabadikan lewat sebuah film dokumenter populer di Netflix berjudul 14 Peaks yang sukses menginspirasi jutaan penonton.
2. Pendakian musim dingin pertama yang bersejarah di Gunung K2

Gunung K2 yang terletak di perbatasan Pakistan dan Tiongkok terkenal sebagai salah satu gunung paling ganas bagi para pendaki dunia. Sebelum tahun 2021, belum pernah ada satu pun tim ekspedisi yang berhasil menapakkan kaki di puncaknya saat musim dingin tiba. Suhu dingin ekstrem yang membekukan tulang dan embusan angin badai selalu menjadi tembok penghalang yang tidak tertembus.
Nimsdai bersama tim tangguh yang berisi para pendaki lokal Nepal akhirnya berhasil menembus kemustahilan tersebut pada Januari 2021. Mereka saling merangkul erat satu sama lain sembari menyanyikan lagu kebangsaan Nepal saat berjalan menuju titik tertinggi. Menariknya lagi, ia menuntaskan misi super berbahaya ini tanpa menggunakan bantuan tabung oksigen tambahan sama sekali.
3. Rekor tercepat menyapu bersih trio Everest, Lhotse, dan Makalu

Gunung Everest, Lhotse, dan Makalu merupakan tiga gunung raksasa dunia yang memiliki jalur pendakian sangat menantang. Menaklukkan salah satu dari tiga puncak raksasa tersebut biasanya membutuhkan persiapan fisik yang memakan waktu berbulan-bulan. Namun, bagi mantan anggota pasukan khusus angkatan laut Inggris ini, tantangan ekstrem tersebut justru menjadi bahan bakar energinya.
Ia mencatatkan namanya dalam sejarah dengan mendaki ketiga puncak mematikan tersebut dalam tempo yang sangat singkat. Nimsdai hanya membutuhkan waktu selama 48 jam saja untuk berpindah dari satu puncak gunung ke puncak gunung lainnya. Kecepatan luar biasa dalam bergerak di zona kematian (death zone) ini membuktikan kualitas fisik serta mental bajanya yang sangat langka.
4. Menaklukkan tiga gunung tertinggi di bumi dalam waktu 76 hari

Ambisi Nimsdai untuk terus menguji dan mendorong batas maksimal kemampuan fisik manusia seolah tidak pernah ada habisnya. Pada pertengahan tahun 2022, ia kembali mengincar sebuah rekor dunia baru yang dianggap tidak kalah ekstrem oleh komunitas pendaki. Target utamanya kali ini adalah menyelesaikan pendakian di tiga gunung tertinggi di bumi, yakni Everest, K2, dan Kangchenjunga.
Ia kembali sukses menuntaskan ekspedisi berat tersebut dengan catatan waktu yang sangat mencengangkan. Ketiga puncak raksasa yang sangat dihormati tersebut berhasil ia taklukkan hanya dalam waktu 76 hari saja. Pencapaian kilat ini semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu ikon pendakian modern paling berpengaruh di dunia.
5. Pemegang rekor pendakian puncak sejati terbanyak di dunia

Dalam dunia alpinisme modern, tidak semua pendaki yang mengklaim sampai ke puncak benar-benar berdiri di titik tertinggi yang sebenarnya. Sebagian pendaki memilih berhenti di titik aman yang sedikit lebih rendah demi menghindari risiko longsoran salju atau jurang yang curam. Perdebatan mengenai akurasi titik puncak ini sempat memicu kontroversi panjang di kalangan penjelajah dunia.
Nimsdai menjawab keraguan tersebut dengan melakukan pendakian ulang demi memastikan dirinya benar-benar menapakkan kaki di puncak sejati (true summit). Dilansir Guinness World Records, ia berhasil mengoleksi total 49 kali pendakian puncak sejati di atas ketinggian 8.000 meter hingga September 2025. Dedikasi luar biasa ini membuktikan integritas tingginya dalam menjaga sportivitas dan kejujuran di dunia olahraga ekstrem.
Tragedi longsoran salju di Broad Peak memang telah mengakhiri perjalanan fisik Nirmal "Nimsdai" Purja di dunia ini. Meski demikian, keberanian, kisah perjuangan, serta deretan rekor abadi yang dipecahkannya akan terus hidup sebagai inspirasi besar bagi generasi pendaki berikutnya.





















