Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kecelakaan KRL Bekasi: Penumpang Trauma Pilih Gerbong Tengah

Kecelakaan KRL Bekasi: Penumpang Trauma Pilih Gerbong Tengah
Ilustrasi penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek. (Dok. KAI Commuter)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak

  • Kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur meninggalkan trauma mendalam bagi para penumpang Commuter Line.
  • Banyak pengguna KRL kini memilih gerbong tengah karena merasa lebih aman dibandingkan gerbong ujung setelah insiden tersebut.
  • Data terbaru menunjukkan 16 orang meninggal dan 91 luka-luka, dengan 43 korban sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Trauma masih membekas di kalangan penumpang Commuter Line pascakecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Sejumlah pengguna setia kereta mengaku mengubah kebiasaan saat kembali menggunakan transportasi tersebut.

Perasaan was-was muncul meski sebagian dari mereka telah bertahun-tahun mengandalkan KRL sebagai moda utama.

Ruby Rachmadina, pengguna KRL rute Bogor–Jakarta selama 15 tahun, mengaku kini lebih berhati-hati. Ia mengubah kebiasaan dalam memilih gerbong.

"Jujur aku tuh udah 15 tahun naik kereta ya pulang pergi. Jadi kayaknya ada sedikit rasa trauma," kata Ruby pada IDN Times, Rabu (29/4/2026).

2. Hindari gerbong ujung, penumpang masih takut

WhatsApp Image 2025-10-15 at 10.23.19.jpeg
Potret rangkaian KRL buatan perusahaan China CRRC Qingdao Sifang Co., Ltd. (Dok. KAI Commuter)

Sebelumnya, Ruby kerap naik di gerbong belakang atau dekat gerbong wanita. Kini, ia memilih posisi di tengah rangkaian kereta.

"Karena mungkin kita nggak pernah tahu bahaya itu kapan terjadi. Jadi sekarang kalau ke mana-mana lebih pilih gerbong campuran yang ada di tengah-tengah. Sekarang lebih agak ke tengah lagi karena agak was-was juga," ujarnya.

2. Hindari gerbong ujung, penumpang masih takut

WhatsApp Image 2025-09-01 at 10.01.20.jpeg
Ilustrasi KRL Jabodetabek. (Dok. KAI Commuter)

Rasa trauma juga dirasakan Rose (25). Ia mengaku masih takut naik KRL, terutama di gerbong bagian ujung.

"Jujur, kejadian kemarin bikin takut sih emang karena sehari-hari benar-benar naik KRL kalau kerja. Setelah ini, dalam waktu lama, saya belum mau naik kereta yang gerbong ujung dulu," kata Rose.

3. Data korban terbaru: 16 meninggal, 91 luka-luka

WhatsApp Image 2025-10-15 at 10.23.19 (1).jpeg
Potret rangkaian KRL buatan perusahaan China CRRC Qingdao Sifang Co., Ltd. (Dok. KAI Commuter)

Hingga saat ini, kobran meninggal akibat kecelakaan tersebut bertambah jadi 16 orang. Sementara, 91 lainnya mengalami luk-luka.

Dari jumlah tersebut, 43 penumpang telah diperbolehkan pulang, sedangkan sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit..

"Nah, harapan kami bahwa sisanya insyaallah mudah-mudahan bisa segera diberikan kesembuhan dan bisa kembali ke rumah berkumpul bersama keluarga," kata Dudy.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in News

See More