Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kebocoran Gas Beracun di Galangan Kapal Bangladesh, 8 Orang Tewas

Kebocoran Gas Beracun di Galangan Kapal Bangladesh, 8 Orang Tewas
Ilustrasi gas (Unsplash.com/magnific)
  • Kebocoran gas beracun di galangan pemotongan kapal Pelabuhan Chittagong, Bangladesh, menewaskan delapan pekerja pada Jumat (14/8/2026), sementara lima lainnya masih hilang.
  • Gas keluar dari kapal bekas pengangkut gas alam cair; sejumlah pekerja ditemukan pingsan dan dievakuasi, sedangkan polisi serta tim penyelamat menyisir bagian dalam kapal.
  • Penyelidikan awal mengindikasikan prosedur keselamatan diabaikan sebelum pemotongan kapal. Pemerintah Bangladesh membentuk komite investigasi dan memerintahkan audit terhadap pemilik galangan Ferdous Steel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kebocoran gas beracun terjadi di lokasi pemotongan kapal Pelabuhan Chittagong, Bangladesh, pada Jumat (14/8/2026). Peristiwa ini menewaskan delapan pekerja dan menyebabkan lima orang lainnya hilang.

Sejumlah korban luka segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat setelah terdengar teriakan dari fasilitas tersebut. Aparat setempat kini menyelidiki penyebab pasti kecelakaan kerja ini.

  1. 1. Tim SAR evakuasi korban dan cari pekerja yang hilang

    Proses evakuasi dilakukan tim penyelamat setelah gas beracun keluar dari kapal bekas pengangkut gas alam cair. Petugas menemukan beberapa pekerja tergeletak di galangan dalam kondisi tak sadarkan diri.

    "Kami menemukan tiga jenazah di lokasi dan melihat beberapa orang pingsan sebelum dibawa ke rumah sakit," kata Pejabat Dinas Pemadam Kebakaran, Md Towfiqul Islam Bhuiyan, dilansir Associated Press.

    Polisi dan tim penyelamat menyisir bagian dalam kapal yang terpapar gas beracun untuk mencari korban lain.

    "Delapan orang meninggal dunia dan pihak berwenang sedang mencari pekerja yang hilang," kata Pejabat Senior Kepolisian, Abdul Kuddus Chowdhury.

    Saksi mata sempat mendengar teriakan dari para buruh sebelum evakuasi darurat dijalankan. Pekerja lain membantu membawa korban yang menghirup gas beracun ke fasilitas kesehatan.

    "Saya mendengar teriakan dari dalam galangan sebelum pekerja bergegas membawa korban ke rumah sakit," kata saksi mata.

  2. 2. Pengabaian prosedur keselamatan kerja di galangan kapal

    Penyelidikan awal mengindikasikan pengabaian aturan keselamatan mendasar sebelum pemotongan kapal dilakukan. Kapal bekas tersebut seharusnya dibersihkan menyeluruh dari sisa gas beracun.

    "Otoritas galangan tidak mengikuti instruksi keselamatan," kata Md Towfiqul Islam Bhuiyan.

    Dampak gas beracun bergantung pada jarak posisi pekerja dari titik kebocoran. Buruh dekat titik bocor meninggal di tempat, sedangkan yang lebih jauh selamat.

    Insiden ini membawa duka bagi keluarga korban tewas bernama Palash Jaladas. Istrinya yang sedang hamil delapan bulan sangat kehilangan atas kepergian suaminya.

    "Apa yang harus saya lakukan sekarang?" kata istri korban, Bhoumika Jaladas.

  3. 3. Pemerintah perintahkan audit keselamatan industri kapal

    Pemerintah Bangladesh menggelar investigasi komprehensif di lokasi kejadian. Otoritas terkait memerintahkan audit keselamatan menyeluruh terhadap pemilik galangan kapal Ferdous Steel.

    "Sebuah komite telah dibentuk untuk menyelidiki insiden ini dan audit galangan kapal resmi diperintahkan," kata Abdul Kuddus Chowdhury.

    Fasilitas Ferdous Steel sebelumnya tercatat memenuhi standar kelayakan operasional. Kebocoran ini memicu pertanyaan mengenai efektivitas sertifikasi keselamatan yang dimilikinya.

    "Galangan Daur Ulang Ferdous Steel tercatat sebagai fasilitas hijau yang patuh," kata Abdul Kuddus Chowdhury, dilansir NDTV.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More