Peneliti TII, Agus Sarwono, mengatakan perlu ditelusuri lebih lanjut, apakah anggaran untuk pembelian ribuan sapi kurban tersebut sudah dialokasikan sejak jauh hari atau mendadak diadakan.
Bakom Bantah Sumbangan Hewan Kurban Presiden Prabowo demi Kejar Efek Elektoral

- Badan Komunikasi Pemerintah menegaskan sumbangan 1.098 sapi kurban dari Presiden Prabowo merupakan bantuan kemasyarakatan presiden (banpres), bukan kurban pribadi dan tanpa motif elektoral.
- Fahd Pahdepie menyebut kebijakan banpres hewan kurban telah dilakukan presiden sebelumnya, namun skala distribusi di era Prabowo lebih luas agar masyarakat di seluruh daerah ikut merasakan Idul Adha.
- Transparency International Indonesia menyoroti penggunaan dana APBN sekitar Rp100 miliar untuk pembelian sapi kurban, menduga ada unsur political branding dalam penyaluran bantuan tersebut.
Jakarta, IDN Times - Badan Komunikasi Pemerintah membantah ada motif khusus di balik pemberian bantuan 1.098 hewan kurban dari Presiden Prabowo Subianto di hari Idul Adha 1447 Hijriah. Prabowo murni ingin memberi bantuan hewan kurban bagi masyarakat di Tanah Air lewat skema bantuan kemasyarakatan presiden (banpres).
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Bakom RI, Fahd Pahdepie juga mengklarifikasi, hewan kurban yang disumbangkan dalam kapasitas bantuan Presiden. Bukan hewan kurban pribadi.
"Perlu diluruskan bahwa ini bukan kurban Presiden sebagai pribadi. Ini adalah bantuan hewan kurban dari Presiden kepada masyarakat Indonesia melalui skema bantuan kemasyarakatan presiden (banpres). Tahun ini Presiden memberikan bantuan hewan kurban berupa sapi kepada seluruh provinsi, kota dan kabupaten di Indonesia ditambah 500 sapi untuk pesantren, organisasi masyarakat serta tokoh Islam yang membina umat di berbagai daerah," ujar Fahd kepada IDN Times lewat pesan pendek pada Rabu (27/5/2026) malam.
"Jadi, ini bukan kurbannya Presiden sebagai pribadi. Ini adalah bantuan hewan kurban dari Presiden untuk masyarakat Indonesia," imbuhnya.
Namun, itu yang jadi penyebab sumbangan hewan kurban dari Prabowo disoal oleh publik. Mereka mengatakan, kurban merupakan ibadah personal, sehingga pembelian hewan kurban memakai dana pribadi. Bila hewan kurban dibeli dengan dana APBN maka hal tersebut merupakan bantuan sosial atau hibah negara.
Sementara, semula narasi yang disampaikan Prabowo pada tahun ini berkurban 1.098 ekor sapi. Namun, belakangan disebut dana pembelian 1.098 ekor sapi menggunakan dana APBN mencapai ratusan miliar. Transparency International Indonesia (TII) menyentil narasi yang dibangun seolah-olah itu kurban pribadi Prabowo padahal pembiayaannya berasal dari negara.
1. Presiden terdahulu juga berikan banpres berupa hewan kurban
Lebih lanjut, Fahd mengatakan, kebijakan Prabowo terkait hewan kurban pada tahun ini juga sudah dilakukan oleh presiden-presiden terdahulu melalui skema banpres. "Bedanya, skala yang dilakukan Prabowo lebih luas agar seluruh masyarakat Indonesia di berbagai daerah bisa ikut merasakan kegembiraan Idul Adha," katanya.
Tahun 2025 lalu, Prabowo mendistribusikan 985 ekor sapi ke seluruh wilayah Indonesia dengan skema yang sama. Rinciannya, 607 ekor sapi ke pemerintah daerah dan sisanya untuk kelompok masyarakat serta pesantren 378 ekor.
Dibandingkan Presiden Joko "Jokowi" Widodo, sapi yang disumbangkan oleh Prabowo jauh lebih banyak dibandingkan Jokowi, yang pada Idul Adha 2023 dan 2024 menyalurkan 38 dan 68 ekor sapi. Sedangkan Prabowo dalam dua tahun pertamanya mendistribusikan 985 sapi pada 2025 dan 1.098 ekor sapi pada 2026.
2. Bakom bantah ada motif untuk mengejar elektoral lewat pemberian hewan kurban

Ketika IDN Times tanyakan apakah ada motif elektoral di balik sumbangan hewan kurban Prabowo, Fahd menepisnya. Menurutnya, urusan Pemilu 2029 masih jauh.
"Saya pastikan tidak ada niat itu dari Presiden. Lagi pula pemilu masih jauh," kata Fahd.
Ia menambahkan, bantuan hewan kurban berupa sapi yang dibagikan ke seluruh provinsi, kota dan kabupaten sudah berlangsung sejak 2025. Pada tahun lalu, kurban hewan yang disumbangkan mencapai 985 ekor.
"Tahun ini ada penambahan karena Presiden ingin menambah bantuan kepada sejumlah pesantren dan organisasi kemasyarakatan Islam. Tidak ada niat lainnya dalam pemberian banpres kurban ini selain keberpihakan, inklusi dan syiar agar masyarakat merasakan kegembiraan hari raya Idul Adha secara merata," tuturnya.
3. TII duga ada motif untuk mengejar elektoral di balik sumbangan hewan kurban

Sebelumnya, Transparency International Indonesia (TII) menduga ada motif elektoral yang diincar Presiden Prabowo Subianto melalui sumbangan 1.098 ekor sapi kurban kepada masyarakat. Apalagi, pembelian ribuan ekor sapi kurban itu menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai sekitar Rp100 miliar.
"Dalam pemahaman saya, definisi kurban adalah mengeluarkan atau mensucikan harta dengan cara bersedekah. Tetapi itu dari hasil kekayaan dia pribadi. Ini harta yang dia peroleh. Tetapi kalau menggunakan APBN (untuk membeli hewan kurban) maka ini bukan berkurban," ujar Agus ketika dihubungi IDN Times melalui telepon, Rabu, 27 Mei 2026.
Agus menduga Prabowo mengalokasikan anggaran di APBN untuk berkurban bukan bertujuan untuk berbagi daging hewan kurban, melainkan political branding. Dia menyebut, tidak ada masalah bila pemerintah sudah menganggarkan pembelian hewan kurban sejak 2025. Namun, menjadi catatan bila pembelian ribuan hewan kurban dilakukan secara mendadak.
Ketika ditanyakan makna political branding lewat pemberian daging kurban, Agus menjelaskan, tujuannya supaya publik mengingat daging kurban tersebut pemberian Presiden Prabowo, meskipun hewan kurban dibeli dengan APBN yang mayoritas bersumber dari uang pajak rakyat.
IDN Times sudah mengirimkan pesan pendek kepada Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro untuk mengonfirmasi soal desain anggaran pembelian hewan kurban. Namun, hingga tulisan ini terbit, pesan pendek tersebut belum direspons.


















