"Kami sudah melakukan negosiasi agar penempatan prajurit TNI di UNIFIL juga memperhatikan faktor keamanan," ujar Sjafrie di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.
Momen Pasukan TNI UNIFIL Salat Idul Adha di dalam Bunker

- Pasukan TNI di misi UNIFIL Lebanon merayakan Idul Adha 1447 H di bunker karena situasi luar tidak aman, sambil meneguhkan nilai religius dan moral dalam tugas perdamaian.
- Pemerintah Indonesia melalui Menhan Sjafrie Sjamsoeddin meminta jaminan keamanan dari PBB agar penugasan prajurit TNI di UNIFIL tetap memperhatikan faktor keselamatan personel.
- Empat prajurit TNI gugur selama misi UNIFIL 2026 akibat serangan dan ledakan, seluruhnya mendapat kenaikan pangkat, penghargaan PBB, serta beasiswa bagi anak-anak mereka.
Jakarta, IDN Times - Momen Idul Adha 1447 Hijriah dirayakan berbeda di markas UNIFIL, Lebanon Selatan pada Rabu, 27 Mei 2026 lalu. Ada sebagian pasukan TNI yang menunaikan ibadah salat Id dilakukan di dalam bunker lantaran situasi di luar tidak kondusif.
Mereka merupakan bagian dari satuan tugas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL. Menurut keterangan tertulis Pusat Misi Pasukan Perdamaian (PMPP), mereka menunaikan salat di tiga lokasi.
"(Pasukan) Chalk 1 yang telah tiba di Tanah Air menunaikan ibadah di pusat pemeliharaan dan operasi PSOPP PMPP TNI, Bogor. Sedangkan, chalk 2 masih terbelah, sebagian melaksanakan salat di Task Force Bravo, UNP 7-3 usai serah terima tugas dengan satgas T, sebagian lainnya (salat) di bunker UNP 7-1 Lebanon Selatan," demikian isi keterangan tertulis PMPP, dikutip Kamis (28/5/2026).
Bagi prajurit Indonesia, Idul Adha bukan sekedar ritual. Ini merupakan wujud ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan sekaligus perekat silaturahmi antarpersonel yang sudah berbulan-bulan menjaga perdamaian.
1. Momen Idul Adha jadi pengingat agar kompas moral tetap ditegakkan saat bertugas

Dalam khotbah, khatib mengatakan, momen Idul Adha dijadikan sebagai pengingat bagi prajurit di tengah padatnya operasi bahwa prajurit tetap menegakan nilai religius dan kompas moral.
"Dari bunker UNP 7-1 hingga PSOPP Bogor, semangat garda terdepan penjaga perdamaian diharapkan bisa tetap memiliki iman yang kokoh," kata misi PMPP.
Sebelumnya, bulan ini menjadi momen rotasi pasukan. Pada Minggu, 24 Mei 2026, sebanyak 352 prajurit TNI chalk-1 sudah tiba di Tanah Air usai bertugas selama 13 bulan di Lebanon Selatan.
Jumlah kontingen yang kembali ke Tanah Air seharusnya 356 personel. Namun, empat anggota TNI lainnya telah kembali lebih awal karena gugur ketika bertugas di misi UNIFIL.
Sehari sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melepas 744 personel untuk melanjutkan misi UNIFIL di sana. Mereka telah dilepas secara resmi lewat upacara di Mabes TNI Cilangkap.
Berdasarkan keterangan dari TNI Angkatan Udara (AU), dari 744 personel satgas TNI Konga UNIFIL paling banyak berasal dari matra TNI Angkatan Darat (AD). Jumlahnya mencapai 571 personel. Sebanyak 79 personel berasal dari matra TNI Angkatan Laut (AL), 63 personel dari TNI Angkatan Udara (AU), dan 31 personel Mabes TNI.
2. Pemerintah Indonesia sudah minta jaminan keamanan ke PBB

Sementara itu, dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR pada Selasa, 19 Mei 2026, Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, Indonesia tidak bisa mundur dan menarik semua pasukannya dari misi UNIFIL begitu saja. Maka, pemerintah berkomunikasi dengan PBB untuk meminta jaminan perlindungan keamanan bagi personel TNI yang ditugaskan di UNIFIL.
3. Empat anggota TNI gugur ketika ditugaskan di misi UNIFIL

Indonesia kehilangan personel terbesar di misi UNIFIL pada 2026. Total ada empat prajurit TNI yang gugur. Tiga jenazah prajurit TNI dipulangkan ke Tanah Air dan mendapat penghormatan dari Presiden Prabowo Subianto, sedangkan satu prajurit TNI lainnya gugur setelah sempat dirawat di rumah sakit selama hampir satu bulan.
Berikut daftar prajurit TNI yang gugur di misi UNIFIL sepanjang 2026:
1. Praka Farizal Rhomadhon: gugur di tempat usai terkena tembakan tank Israel di Lebanon pada 29 Maret 2026. Di lokasi tempat Farizal berada terdapat Praka Rico
2. Kapten Zulmi Aditya Iskandar: gugur setelah mobil konvoi terkena ledakan. Aditya membawa logistik untuk mengevakuasi jenazah Farizal
3. Sertu Muhammad Nur Ichwan: gugur bersama Aditya setelah ledakan menghantam konvoi kendaraan logistik
4. Praka Rico Pramudia: sempat mengalami kondisi kritis usai terkena tembakan tank Israel di Lebanon pada 29 Maret 2026. Ia mengembuskan nafas terakhir pada 24 April 2026.
Keempat prajurit TNI yang gugur di misi UNIFIL mendapat kenaikan pangkat dari Panglima TNI. Selain itu, PBB juga memberikan penghargaan berupa medali Dag Hammarskjöld. Pemerintah Indonesia juga memberikan beasiswa bagi anak-anak almarhum.



















.png)