AirAsia Pesan 150 Airbus A220 Senilai Rp109 Triliun

- AirAsia memesan 150 unit Airbus A220-300 senilai Rp109 triliun, menjadi pesanan tunggal terbesar dalam sejarah program A220 dan menandai langkah strategis menuju armada narrowbody berutilitas tinggi.
- Maskapai ini menjadi pelanggan pertama konfigurasi baru A220 dengan 160 kursi ekonomi, yang dirancang untuk efisiensi operasional lebih baik dan biaya per kursi lebih rendah.
- Pengiriman dimulai tahun 2028 dengan mesin Pratt & Whitney GTF serta kontrak perawatan 12 tahun, mendukung ekspansi jaringan penerbangan regional dan internasional AirAsia.
Jakarta, IDN Times - Maskapai AirAsia X bersama AirAsia Group resmi mencatat sejarah baru di industri penerbangan setelah memesan 150 unit Airbus A220-300.
Kesepakatan jumbo ini sekaligus menjadikan AirAsia sebagai pelanggan pertama konfigurasi baru A220 berkapasitas 160 kursi seluruh kelas ekonomi.
Pemesanan diumumkan langsung di fasilitas Airbus di Mirabel, Kanada, dan menjadi order tunggal terbesar sepanjang sejarah program Airbus A220. AirAsia juga mengamankan opsi tambahan hingga 150 unit lagi untuk pengembangan armada di masa depan.
Strategi besar ini menandai perubahan arah AirAsia menuju model operasi narrowbody berutilitas tinggi untuk memperluas jaringan penerbangan regional maupun internasional.
"Selama lebih dari dua dekade, AirAsia telah mendekatkan berbagai penjuru dunia. Kami membangun Malaysia menjadi salah satu pusat maskapai berbiaya hemat terkemuka di dunia, sekaligus membuka akses perjalanan udara bagi jutaan masyarakat di Asia yang sebelumnya belum pernah terbang," ujar Group CEO AirAsia Group Bo Lingam, Kamis (7/5/2026).
1. AirAsia tinggalkan ketergantungan pesawat widebody

AirAsia menyebut langkah ini sebagai bagian dari transformasi menuju maskapai low cost carrier global berbasis armada narrowbody. Airbus A220 dipilih karena dinilai lebih efisien untuk rute jarak pendek hingga menengah dengan permintaan penumpang yang terus tumbuh.
Dalam keterangan resminya, AirAsia juga menegaskan bakal melakukan pengurangan bertahap armada Airbus A330 demi beralih ke model operasi yang lebih fleksibel dan hemat biaya. Pesawat A220 nantinya dipakai untuk membuka pasar baru dengan trafik tipis sekaligus meningkatkan frekuensi di rute utama.
CEO Capital A sekaligus penasihat AirAsia Group, Tony Fernandes, mengatakan langkah ini menjadi bagian penting dari visi jangka panjang perusahaan membangun jaringan penerbangan berbiaya murah berskala global.
2. Jadi pelanggan perdana kabin baru 160 kursi

AirAsia juga menjadi maskapai pertama yang menggunakan konfigurasi terbaru Airbus A220-300 dengan kapasitas 160 kursi ekonomi. Konfigurasi baru ini memungkinkan maskapai meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan biaya per kursi.
Airbus menyebut penambahan kapasitas dilakukan melalui desain ulang kabin dan tambahan pintu overwing exit di kedua sisi pesawat. Dengan konfigurasi tersebut, AirAsia berharap dapat mempertahankan tarif murah sambil memperluas jaringan penerbangan.
Selain itu, AirAsia juga disebut siap menjadi pelanggan peluncur untuk varian Airbus A220-500 jika program tersebut resmi diproduksi Airbus di masa depan.
3. Pengiriman dimulai 2028 dan didukung mesin Pratt & Whitney

Pesawat Airbus A220 milik AirAsia akan mulai dikirim pada 2028. Seluruh armada nantinya menggunakan mesin Pratt & Whitney GTF yang diklaim lebih hemat bahan bakar dan memiliki tingkat kebisingan lebih rendah dibanding generasi sebelumnya.
Kesepakatan tersebut juga mencakup kontrak perawatan mesin selama 12 tahun untuk mendukung operasional jangka panjang AirAsia. Dengan tambahan armada baru ini, AirAsia berencana memperluas konektivitas ke berbagai kota potensial di Asia dan rute internasional dengan permintaan menengah.
Langkah agresif AirAsia ini sekaligus memperkuat posisi Airbus A220 di tengah persaingan ketat dengan pesawat regional lain, termasuk Embraer E2.



















