Kunjungi Kilang Pertamina Balikpapan, Menko Djamari Cek Produksi BBM

- Menko Polhukam Djamari Chaniago meninjau Kilang Pertamina Balikpapan untuk memastikan ketahanan energi nasional dan kesiapan pasokan BBM jelang Idulfitri di tengah konflik Timur Tengah.
- Kilang Balikpapan mampu mengolah 360 ribu barel per hari, tidak terdampak gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah karena menggunakan sumber lokal dan Asia Tenggara.
- Proyek RDMP Balikpapan bernilai Rp123 triliun meningkatkan kapasitas kilang, sementara Gubernur Kaltim menyoroti stok BBM nasional yang hanya cukup untuk 20 hari.
Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago pada Selasa (3/3/2026) mengunjungi kilang milik PT Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur. Ia ingin memastikan ketahanan energi nasional dalam mengantisipasi dampak dari konflik di Timur Tengah dan menjamin ketersediaan pasokan menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah. Djamari juga meninjau progres Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan.
"Kedatangan saya ke sini untuk meninjau seberapa jauh operasional Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan sebagai bagian dari urat nadi ketahanan energi nasional," ujar Djamari di dalam keterangan pada Rabu (4/3/2026).
Purnawirawan jenderal itu turut mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan BBM di tingkat nasional. Hal itu untuk memasok kebutuhan ketika Idulfitri dan mengantisipasi dampak dari konflik di Timur Tengah.
Djamari mengingatkan agar PSN di Balikpapan dijaga sebaik mungkin oleh semua pihak terkait. Pangdam dan Kapolda Kaltim harus meningkatkan serta memelihara keamanan wilayah.
"Jalur laut agar dijaga ketertibannya sehingga tidak ada kejadian atau kecelakaan yang merusak jalur pipa minyak," tutur dia.
1. Kilang Balikpapan tak terpengaruh terganggunya pasokan minyak dari Timteng

Sementara, Direktur Utama Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), Bambang Harimurti mengatakan hingga saat ini kemampuan kilang sudah mampu mengolah hingga 360 ribu barel minyak per hari. Progres PSN RDMP sudah mencapai lebih dari 97 persen. Operasional produksi, kata Bambang, diklaim berjalan baik untuk kebutuhan energi nasional.
Bambang pun menyampaikan untuk KBP tidak secara langsung terpengaruh dengan situasi yang ada di Timur Tengah. Pasokan minyak dunia terganggu sejak Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz.
"Kilang Balikpapan tidak secara langsung terpengaruh dengan terganggunya pasokan minyak dari Timur Tengah karena sumber minyak mentahnya bukan dari sana melainkan dari lokal Indonesia dan seputar Asia Tenggara," kata Bambang.
2. Gubernur Kaltim akui stok BBM nasional hanya cukup 20 hari

Di dalam kunjungan itu, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud berharap kepada Djamari agar bisa meningkatkan koordinasi keamanan sebagai syarat utama beroperasinya kilang minyak Balikpapan. Apalagi ketahanan BBM nasional tinggal tersisa 20 hari.
"Kita belum punya cadangan energi nasional, yang ada cadangan operasional. Maka, disarankan perlu segera ada upaya untuk mewujudkan cadangan energi nasional. Gubernur memohon kepada Menko Polkam untuk meningkatkan koordinasi dan membangun sinergi untuk mewujudkan ketahanan energi nasional," katanya.
Usai mengunjungi kilang Balikpapan, Djamari melanjutkan kunjungan kerja ke Markas Kodam VI/Mulawarman dalam rangka silaturahmi dan penguatan peran Forkopimda.
3. Proyek RDMP Balikpapan punya nilai investasi Rp123 triliun

Proyek RDMP diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Januari 2026 lalu. Proyek tersebut memiliki nilai investasi mencapai USD7,4 miliar atau setara Rp123 triliun. Melalui proyek RDMP Balikpapan, kapasitas pengolahan minyak mentah meningkat signifikan dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari.
Prabowo ketika itu mengatakan peresmian RDMP itu menjadi salah satu acara bersejarah di Tanah Air. Prabowo pun menyambut peresmian hari ini dengan rasa bangga sembari menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak dalam mencapai hal tersebut.
"Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur, semua pihak, semua jajaran personalia yang bekerja keras sehingga kita berhasil mencapai hal ini. Para insinyur, para pekerja, aparat keamanan, pemerintah daerah, manajemen dan masyarakat Balikpapan, serta Kalimantan Timur. Ini adalah prestasi yang sangat penting bagi negara dan bangsa," ujar Prabowo pada Januari lalu.


















