Comscore Tracker

Apa Arti Nisfu Syaban dan Sejarahnya? Ini Penjelasan Lengkapnya

Malam Nisfu Syaban tahun ini jatuh pada malam Jumat 17 Maret

Jakarta, IDN Times - Ada beberapa bulan dalam kalender Islam, salah satunya bulan Syaban yang berada di antara bulan Rajab dan bulan Ramadan. Umat Islam sangat menantikan bulan ini, khususnya saat malam Nisfu Syaban.

Malam Nisfu Syaban merupakan momen istimewa untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Di malam ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan saleh. Tapi sebetulnya, apa arti Nisfu Syaban dan bagaimana sejarahnya? Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Ini Niat Puasa dan Doa Nisfu Sya’ban

1. Arti dari Nisfu Syaban

Apa Arti Nisfu Syaban dan Sejarahnya? Ini Penjelasan LengkapnyaIlustrasi Berdoa. (IDN Times/Aditya Pratama)

Dalam bahasa Arab, Nisfu dapat diartikan sebagai pertengahan, sementara Syaban yaitu bulan Syaban. Sehingga Nisfu Syaban dipahami sebagai pertengahan bulan Syaban atau separuh bulan Syaban.

Sementara itu, Nisfu Syaban sendiri berlangsung pada 15 Syaban. Bila dalam penanggalan Masehi, Nisfu Syaban tahun ini jatuh di hari Jumat, 18 Maret 2022. Karena 1 Syaban dimulai pada tanggal 4 Maret sesuai perhitungan kalender Hijriyah 1443 H. Sehingga malam Nisfu Syaban jatuh pada malam Jumat, 17 Maret 2022.

Pada malam Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan untuk berlomba-lomba dalam kebajikan. Di antaranya dengan memasifkan bacaan Al-Qur’an di malam hari dan melaksanakan ibadah puasa sunah Nisfu Syaban di siang hari.

Baca Juga: Ini Niat Puasa dan Doa Nisfu Sya’ban

2. Sejarah bulan Nisfu Syaban

Apa Arti Nisfu Syaban dan Sejarahnya? Ini Penjelasan LengkapnyaIlustrasi berdoa (IDN Times/Mardya Shakti)

Beberapa ulama menyebut, dalam sejarah Islam, adanya malam Nisfu Syaban adalah sebagai peringatan dari peristiwa pemindahan kiblat umat Islam dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram. Namun, malam Nisfu Syaban juga berkaitan dengan malam pengampunan seluruh dosa-dosa oleh Allah SWT, kecuali dosa musyrik.

Sebagaimana diterangkan dalam hadis riwayat Mu’adz bin Jabal, Rasulullah SAW bersabda:

“Allah mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban. Dan Dia akan mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.”

Begitu pula hadis riwayat 'Abdullah bin 'Amr radhiyallahu 'anhuma, yang menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Allah 'azza wa jalla mendatangi makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, Allah mengampuni hamba-hamba-Nya kecuali dua orang yaitu orang yang bermusuhan dan orang yang membunuh jiwa.”

Oleh karena itu, pada malam Nisfu Syaban, setiap amalan ibadah sangat diperhitungkan oleh Allah SWT. Pertobatan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pun niscaya diterima oleh-Nya.

3. Keistimewaan bulan Nisfu Syaban

Apa Arti Nisfu Syaban dan Sejarahnya? Ini Penjelasan LengkapnyaIlustrasi Berdoa. (IDN Times/Aditya Pratama)

Ali bin Abi Thalib menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila telah datang malam Nisfu Syaban, maka ber-qiyamullail-lah pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya. Sesungguhnya (rahmat) Allah turun pada malam itu ke langit yang paling bawah ketika terbenamnya matahari, kemudian Allah menyeru, 'siapa yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni. Siapa yang meminta rezeki, akan Aku limpahkan rezeki kepadanya. Siapa yang sakit, akan Aku sembuhkan'. Dan hal-hal yang lain sampai terbitnya fajar." (HR Ibnu Majah dalam kitab Sunan Ibnu Majah)

Allah SWT membuka pintu rahmat dan tobat pada bulan Syaban seluas-luasnya, sebagaimana diterangkan pada hadis sebelumnya pula. Sehingga, umat Islam pun dianjurkan untuk memanfaatkan waktu ini sebaik-baiknya meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT, salah satunya dengan membaca Al-Qur’an dan mengadakan Yasinan.

Baca Juga: Mau Untung Banyak? 5 Salat Sunah Ini Faedahnya Berlipat-lipat 

Nah, sekarang kamu sudah tahu arti dari Nisfu Syaban dan sejarahnya. Jangan sampai melewatkan waktu yang baik ini, ya. Karena barang siapa yang memohon ampun dan bermunajat kepada Allah SWT di bulan Syaban, niscaya doa-doanya makbul.

Topic:

  • Langgeng Irma Salugiasih
  • Sunariyah
  • Septi Riyani

Berita Terkini Lainnya