Lebih dari 100 Persen Calon Jemaah Haji 2026 Sudah Lunasi Bipih

- Lebih dari 100 persen calon jemaah haji Indonesia tahun 2026 telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dengan rata-rata pembayaran sekitar Rp54 juta per orang.
- Pemerintah menyiapkan ekspor 280 ribu ton beras ke Arab Saudi untuk konsumsi jemaah haji Indonesia, bekerja sama dengan perusahaan katering di sana agar memakai beras Nusantara.
- Pengiriman beras tahap pertama dijadwalkan pada 28 Februari 2026 melalui importir Arab Saudi yang bertanggung jawab atas distribusi dari pelabuhan Jeddah hingga dapur penyedia makanan.
Jakarta, IDN Times - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Irfan Yusuf mengatakan, sudah lebih dari 100 persen calon jemaah haji Indonesia yang akan berangkat ke Tanah Suci pada 2026, melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Secara rata-rata, jemaah membayar Bipih sebesar RpRp54.193.807.
"Sudah lebih dari 100 persen, kita katakan lebih itu karena itu buat cadangan, cadangan itu dalam artian sudah terdaftar, sudah siap berangkat, tiba-tiba sakit, tiba-tiba meninggal atau gangguan-gangguan yang lain, semua sudah terbayar," ujar Irfan di Jakarta, dikutip Selasa (24/2/2026).
Dilansir dari laman resmi Kemenhaj, calon jemaah yang sudah melunasi Bipih sebanyak 103 persen. Irfan berpesan kepada calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan sebab haji merupakan ibadah fisik.
1. Pemerintah juga ekspor beras ke Saudi untuk konsumsi jemaah haji RI

Pada 2026 ini, pemerintah berencana mengekspor beras dari Indonesia sebanyak 280 ribu ton ke Arab Saudi. Beras tersebut nantinya akan digunakan untuk makan jemaah haji Indonesia.
Irfan menyampaikan, Kementerian Haji dan Umrah juga sudah menandatangi kontrak dengan perusahaan katering yang ada di Arab Saudi, agar beras untuk makanan jemaah Indonesia, menggunakan beras dari Nusantara.
"Itu kita masukkan semua dalam kontrak, kita minta dapur menggunakan beras Indonesia," ucap Irfan.
Irfan menyampaikan, di tahap berikutnya, beras tersebut nantinya bisa digunakan oleh negara lain.
"Tapi nanti akan disusun untuk ekspor berikutnya untuk jemaah-jemaah lain dan juga masyarakat Indonesia di sana, termasuk konsumen-konsumen dari luar Indonesia, karena Malaysia, Filipina kan lidahnya sama dengan Indonesia," ujar dia.
2. Beras yang akan diekspor dikirim pada 28 Februari

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, beras tersebut akan diekspor ke Arab Saudi pada 28 Februari 2026. Tanggal tersebut merupakan pengiriman tahap pertama.
"Yang akan kami berangkatkan, kami rencanakan tanggal 28 Februari 2026, gelombang pertama dan gelombang keduanya tanggal 4 Maret 2026," ucap Ahmad Rizal.
3. Pakai importir

Menurut Rizal, pengiriman beras ke Arab Saudi menggunakan importir dari negara tersebut. Sehingga, ada pihak yang bertanggung jawab menyediakan gudang dan penyaluran.
"Jadi, importirnya yang bertanggung jawab mulai dari nanti pelabuhan Jeddah sampai ke dapur-dapur. Jadi kami dari Bulog hanya mengirim dari pelabuhan Tanjung Priok sampai dengan pelabuhan Jeddah. Nah kemudian sampai di pelabuhan Jeddah itu ditanggung oleh importir," kata dia.
















