Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Lebih dari 119 Ribu Orang Jalani Tes COVID-19

Lebih dari 119 Ribu Orang Jalani Tes COVID-19
Hasil rapid test virus Corona atau Covid-19. IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sudah melakukan tes COVID-19 terhadap 119.728 orang hingga 12 Mei 2020 pukul 12.00 WIB.

"Melalui Real Time PCR 119.378 dan TCM 350 orang,” kata Yuri dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung dari channel YouTube BNPB Indonesia, Selasa (12/5).

Sementara itu, untuk angka total spesimen yang telah diuji dari 119.728 orang tersebut adalah 165.138. Angka itu dapat muncul karena setiap individu bisa melakukan tes spesimen lebih dari satu kali.

Untuk melakukan pemeriksaan COVID-19, pemerintah telah menyediakan sebanyak 47 laboratorium Real Time PCR dan 3 laboratorium TCM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

1. Angka kasus positif COVID-19 di Indonesia 14.749

instagram.com/idntimes
instagram.com/idntimes

Ia juga melaporkan, per pukul 12.00 WIB 12 Mei 2020, total kasus positif di Indonesia menjadi 14.749 kasus. Angka itu naik sebanyak 484 kasus.

"Pemeriksaan positif Real Time PCR 14.557 orang, dengan TCM sebanyak 192 orang," kata Yuri.

Peningkatan angka kematian juga terjadi, menjadi 1.007 kasus. Lalu, kasus sembuh berada di angka 3.063 orang.

2. Jumlah persebaran COVID-19 di 34 provinsi Indonesia

Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Total penyebaran virus corona tersebut terdapat di 34 Provinsi. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penyumbang terbanyak kasus virus corona yaitu sebanyak 5.375 kasus. Lalu, peringkat kedua diduduki oleh Jawa Timur 1.669 kasus dan dilanjutkan oleh Jawa Barat 1.545 kasus. 

Berikut ini data lengkap rincian penyebaran virus corona di 376 kabupaten atau kota di 34 Provinsi di Indonesia :

1. Aceh 17 kasus
2. Bali 328 kasus
3. Banten 559 kasus
4. Bangka Belitung 29 kasus
5. Bengkulu 40 kasus
6. Yogyakarta 169 kasus
7. DKI Jakarta 5.375 kasus
8. Jambi 65 kasus
9. Jawa Barat 1.545 kasus
10. Jawa Tengah 989 kasus
11. Jawa Timur 1.669 kasus
12. Kalimantan Barat 121 kasus
13. Kalimantan Timur 228 kasus
14. Kalimantan Tengah 204 kasus
15. Kalimantan Selatan 277 kasus
16. Kalimantan Utara 132 kasus
17. Kepulauan Riau 106 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 339 kasus
19. Sumatera Selatan 279 kasus
20. Sumatera Barat 219 kasus
21. Sulawesi Utara 74 kasus
22. Sulawesi Tenggara 76 kasus
23. Sumatera Utara 198 kasus
24. Sulawesi Selatan 747 kasus
25. Sulawesi Tengah 95 kasus
26. Lampung 66 kasus
27. Riau 81 kasus
28. Maluku Utara 54 kasus
29. Maluku 50 kasus
30. Papua Barat 70 kasus
31. Papua 322 kasus
32. Sulawesi Barat 68 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 16 kasus
34. Gorontalo 19 kasus

Dalam proses verifikasi di lapangan 21 kasus

3. Jokowi meminta klaster-klaster COVID-19 dijaga dengan ketat

Dok. Biro Pers Kepresidenan
Dok. Biro Pers Kepresidenan

Untuk menekan angka penyebaran kasus COVID-19 di Tanah Air, Presiden Joko 'Jokowi' Widodo  meminta agar klaster-klaster penyebaran virus corona diawasi dengan ketat. Sebab dari klaster itu lah perluasan wabah COVID-19 dapat terjadi.

"Kita harus melakukan monitor secara ketat potensi penyebaran di beberapa klaster, klaster pekerja migran, klaster jamaah tablig, klaster Gowa, klaster rembesan pemudik, klaster industri, ini perlu betul-betul dimonitor secara baik," jelas Jokowi pada konferensi pers secara daring, pada Senin (4/5).

Share
Topics
Editorial Team
Aldzah Fatimah Aditya
EditorAldzah Fatimah Aditya
Follow Us

Latest in News

See More

Jangan Tergiur Haji Ilegal, Sanksinya Denda hingga Cekal 10 Tahun

04 Apr 2026, 22:17 WIBNews