Nurul Arifin Respons Kritik Amien Rais: Jangan Sampai Jadi Fitnah

- Nurul Arifin menegaskan kebebasan berpendapat harus disertai tanggung jawab agar tidak berubah menjadi fitnah, terutama bagi tokoh publik yang berpengaruh terhadap opini masyarakat.
- Legislator Golkar itu menilai langkah Komdigi menurunkan konten tanpa jalur hukum sudah tepat untuk menjaga ruang digital tetap sehat dan demokratis.
- Partai Ummat melalui Aznur Syamsu menyatakan pernyataan Amien Rais soal kedekatan Prabowo dan Teddy Indra Wijaya adalah pendapat pribadi, bukan sikap resmi partai.
Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin menyoroti pernyataan Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amies Rais terkait kedekatan Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Nurul mengingatkan, kebebasan berpendapat dalam sistem demokrasi harus diiringi dengan tanggung jawab, terutama bagi tokoh publik yang memiliki pengaruh besar terhadap opini masyarakat.
“Kebebasan berpendapat memang dijamin, tetapi setiap pernyataan terutama yang bersifat personal dan sensitif harus dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai berkembang menjadi fitnah yang merugikan pihak lain,” kata Nurul kepada wartawan, Senin (4/3/2026).
1. Harusnya bukan menyerang personal tapi kebijakan

Ia menekankan, pernyataan politik seharusnya berfokus pada substansi kebijakan dan kepentingan publik, bukan pada isu-isu personal yang tidak didukung oleh bukti yang jelas.
“Diskursus politik kita harus sehat dan berbasis data. Jika tidak, maka yang terjadi adalah degradasi kualitas demokrasi karena ruang publik dipenuhi narasi yang tidak dapat diverifikasi,” kata Legislator Golkar itu.
Nurul juga mengimbau seluruh pihak, baik politisi maupun masyarakat, untuk lebih bijak dalam menyampaikan dan menyebarkan informasi di ruang digital.
“Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga kualitas demokrasi. Jangan sampai kebebasan yang kita miliki justru disalahgunakan untuk menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” tutur dia.
2. Nilai tindakan Komdigi sudah tepat

Nurul turut mengapresiasi langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang memilih menurunkan (take down) konten tanpa langsung menempuh jalur hukum merupakan langkah yang tepat dan proporsional dalam menjaga ruang digital tetap sehat.
“Langkah Komdigi sudah tepat, yakni melakukan penindakan administratif sesuai kewenangan. Ini penting untuk menjaga ruang publik digital kita tetap kondusif tanpa harus langsung melakukan kriminalisasi,” ujar Nurul.
Ia juga menilai keputusan yang diambil oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mencerminkan pendekatan yang seimbang antara penegakan aturan dan menjaga iklim demokrasi.
3. Partai Ummat buka suara soal pernyataan Amien Rais

Ketua DPP Partai Ummat, Aznur Syamsu, menanggapi pernyataan Amien Rais yang menyinggung soal kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.
Aznur memastikan, pernyataan Amien Rais tersebut pendapat pribadi, bukan mewakili sikap Partai Ummat.
"Itu pernyataan pribadi Pak Amien, tidak ada kaitannya dengan Partai Ummat," kata dia kepada IDN Times, Minggu (3/5/2026).
Aznur menyayangkan pernyataan yang disampaikan Amien Rais tersebut. Terlebih, Amien merupakan salah satu tokoh ternama di Indonesia. Di samping itu, menurut Aznur, pernyataan Amien tak berkaitan dengan persoalan bangsa dan negara.
"Kami dari Partai Ummat menyayangkan pernyataan seperti itu dari Pak Amien Rais, apalagi beliau seorang tokoh, paling tidak pernah menjadi tokoh," tutur dia.
"Tidak ada kaitan dengan persoalan bangsa dan negara saat ini. Pak Amien Rais offside," imbuhnya.

















