Calon Manager Kopdes Wafat Saat Latsar, KSP Klaim Tak Ada Kelalaian

- Empat calon pengelola Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih meninggal saat latihan dasar militer, dan pemerintah melalui KSP tengah melakukan evaluasi atas insiden tersebut.
- Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan tidak ditemukan kelalaian dalam pelatihan, karena seluruh peserta telah menjalani tes kesehatan sebelum kegiatan dimulai.
- Dudung menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para peserta yang wafat dan berharap pelaksanaan pelatihan ke depan dapat berjalan lebih baik.
Jakarta, IDN Times - Empat orang calon pengelola Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) meninggal dunia saat latihan dasar (latsar) militer. Para peserta berasal dari program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, mengatakan pemerintah sedang melakukan evaluasi. Namun, kata dia, tidak ditemukan kelalaian dalam latsar militer tersebut.
"Memang saya mendengar berita itu dari tiga tempat, ada pelatihan militer yang memang sedang dievaluasi. Dan mendapat informasi dari Setneg belum ada tingkat kelalaiannya ya, karena memang ya namanya meninggal mungkin kan tidak serta-merta latihan militer," ujar Dudung di kantor KSP, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
1. KSP anggap pelatihan tidak terlalu keras

Dalam kesempatan itu, ada sejumlah tingkatan dalam pelatihan militer. Menurutnya, pelatihan yang diberikan kepada SPPI, belum masuk ke tahap yang terlalu keras.
"Setahu saya latihan militer untuk tingkatan seperti SPPI dan sebagainya tidak terlalu keras ya. Tapi mungkin karena dia sakit dan sebagainya, tapi ini sedang dievaluasi dan ada investigasi," ucap dia.
2. Sudah kehendak yang Maha Kuasa

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu menyampaikan, semua peserta pelatihan dasar menjalani tes kesehatan. Menurutnya, urusan kematian merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.
"Sebelum pelaksanaan pelatihan itu dilangsungkan tes kesehatan. Semua saya rasa dilakukan tes kesehatan. Cuma memang di dalam proses pelatihan itu mungkin ada yang secara mental, secara fisik yang tidak kuat. Atau ya lebih kepada faktor-faktor lainlah mungkin yang namanya kematian kita tidak bisa memungkiri ya. Karena sudah kehendak Yang Maha Kuasa," kata dia.
Dudung mengatakan, latihan dasar itu juga diberikan bukan kepada calon manajer KDKMP saja. Dudung menyebut, anggota Kabinet Merah Putih juga diberikan pembekalan saat retret.
"Itu salah satu yang menjadi konsentrasi tidak sertamerta untuk manajer saja. Kami pun dulu sebelum jadi di lingkungan Kabinet Merah Putih diretret dulu di Magelang. Karena memang itu penting kalau menurut saya untuk meningkatkan disiplin, meningkatkan loyalitas, kerjasama, jiwa korsa, dan sebagainya. Ya mudah-mudahan itu tetap lagi dilaksanakan," ujar dia.
3. Dudung sampaikan duka

Lebih lanjut, Dudung kemudian menyampaikan duka cita terhadap calon anggota manajer Kopdes yang meninggal dunia saat pelatihan dasar militer.
"Mudah-mudahan ke depan akan lebih baik lagi. Tentunya pada kesempatan ini juga saya mengucapkan berat sungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga arwah almarhum, almarhumah diterima di sisi Yang Maha Kuasa," imbuhnya.


















