Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

TNI AD Kirim Kapal Adri 92 ke NTT, Jadi Rumah Sakit Apung bagi Korban Gempa

TNI AD Kirim Kapal Adri 92 ke NTT, Jadi Rumah Sakit Apung bagi Korban Gempa
Kapal Adri 92 milik TNI Angkatan Darat (AD) yang mengangkut bantuan dan dijadikan rumah sakit apung untuk korban gempa NTT. (IDN Times/Santi Dewi)
  • TNI AD mengirim kapal Adri 92BM ke Nagekeo, NTT, membawa 70 ton bantuan dan berfungsi sebagai rumah sakit apung bagi korban gempa.
  • Kapal dilengkapi dua dokter, delapan tenaga medis, obat-obatan, delapan tempat tidur IGD, serta 66 tempat tidur rawat jalan untuk melayani warga terdampak.
  • TNI AD mengerahkan 2.253 personel dari Bali dan Kupang, lima truk, serta dua ambulans untuk distribusi bantuan, evakuasi, pengungsian, dan pengeboran air.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak melepas kapal Adri 92BM dari dermaga Satangair, Tanjung Priok, Jakarta Utara untuk membantu penanganan korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal itu tidak hanya membawa bantuan kemanusiaan seberat 70 ton tetapi juga dapat difungsikan sebagai rumah sakit apung. Kapal akan berlayar selama tiga hari dan bersandar di dermaga di Kabupaten Nagekeo.

"Sore hari ini, kami akan memberangkatkan kapal untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana. Selain itu, kami juga sudah membantu mendirikan tempat pengungsian dan evakuasi korban," ungkap Maruli di Tanjung Priok pada Rabu (19/8/2026).

Jenderal bintang empat itu memaparkan di dalam kapal terdapat sejumlah logistik mulai dari beras, pampers, pembalut wanita, tangki air, hingga minyak goreng. TNI AD, kata Maruli, juga mengirimkan lima truk dan dua ambulans.

Mantan Pangkostrad itu juga meyakini di daerah-daerah yang terdampak bencana di NTT mengalami kesulitan air. Itu sebabnya, TNI AD akan memulai untuk melakukan pengeboran di sejumlah titik.

  1. 1. TNI AD menyiapkan dua dokter dan delapan tenaga medis di rumah sakit apung

    Maruli Simanjuntak, KSAD, gempa NTT
    Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak ketika melepas kapal Adri 92 menuju ke Nusa Tenggara Timur (NTT). (IDN Times/Santi Dewi)

    Lebih lanjut, Maruli mengatakan di dalam kapal Adri 92 BM itu dilengkapi dengan fasilitas dua dokter dan delapan tenaga medis di kapal. Fungsinya, bila ada warga NTT yang membutuhkan perawatan maka bisa dilakukan di atas kapal.

    Berdasarkan keterangan dari TNI AD, terdapat delapan tempat tidur di ruang IDG. Ada pula 66 tempat tidur bagi warga yang membutuhkan fasilitas rawat jalan.

    "Selain itu, rumah sakit dari Kodam juga sudah mengirimkan dokter dan petugas kesehatan. Obat-obatan pun juga sudah ada yang disiapkan. Mudah-mudahan ini cukup untuk membantu warga NTT," kata Maruli.

    Meski begitu, Maruli menggarisbawahi penanganan korban bencana tidak bisa hanya dilakukan sekali lalu dianggap selesai. Prosesnya bisa memakan waktu lama.

    "Dalam menghadapi bencana ini, kita harus punya nafas panjang. Kalau cuma one hit, kirim, selesai, penderitaan saudara-saudara kita akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan," tutur dia.

  2. 2. 2.253 personel sudah dikerahkan dari Bali dan Kupang

    Kondisi Puskesmas di Manggarai usai gempa NTT, Minggu (16/8/2026)
    Kondisi Puskesmas di Manggarai usai gempa NTT, Minggu (16/8/2026) (IDN Times/Uni Lubis)

    Maruli juga menjelaskan sejauh ini TNI AD sudah mengirimkan 2.253 personel dari Bali dan Kupang untuk membantu penanganan bencana di NTT. Jumlah personel di lapangan terus bertambah lantaran matra TNI Angkatan Laut (AL) dan TNI Angkatan Udara (AU) juga ikut membantu.

    "Kalau tidak salah, total kami ada sekitar 5.000-an personel di sana," tutur dia.

  3. 3. TNI AD ikut kirim lima truk untuk distribusi bantuan

    Gempa NTT, TNI AD
    Ambulans dan truk yang ikut diangkut ke Nusa Tenggara Timur (NTT) menggunakan kapal Adri 92 milik TNI AD. (IDN Times/Santi Dewi)

    Ketika ditanyakan masih banyak warga yang belum menerima bantuan, Maruli menjelaskan itu sebabnya mereka mengirimkan 5 truk. Tujuannya untuk mempermudah proses distribusi bantuan ke warga yang berada di daerah terpencil di NTT.

    "Makanya kami kirim lima truk supaya mobilitas lebih mudah. Saya juga meyakini semua perlengkapan termasuk alat-alat berat sudah dikerahkan. Tadi saya cek apakah memerlukan alat berat di sana, dan disampaikan untuk sementara ini belum perlu," kata Maruli.

    Ia pun mengimbau warga bila belum tersentuh bantuan diharapkan bisa menyampaikan posisinya. Dengan begitu, kata Maruli, bantuan bisa didistribusikan ke tempat para korban berada.

    "Mungkin ada missed satu tempat yang tadi disampaikan tidak terjangkau pada saat ini. Kalau ada informasi seperti itu, usahakan mereka memberikan posisinya," imbuhnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More