Mahkamah Kehormatan Minta Ketum Parpol Nonaktifkan Anggota DPR Viral

- MKD meminta ketua umum partai politik menonaktifkan anggotanya di parlemen yang viral di media sosial.
- Sejumlah anggota DPR RI periode 2024-2029 viral di media sosial setelah tertangkap kamera berjoget-joget hingga memberikan pernyataan yang dinilai kurang berempati.
- Video sejumlah anggota DPR RI termasuk Eko Patrio dan Uya Kuya berjoget di sela rangkaian Sidang Tahunan MPR, Jumat (15/8/2025) menuai gelombang kritik.
Jakarta, IDN Times - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) meminta ketua umum partai politik menonaktifkan para anggotanya di parlemen yang viral di media sosial.
Sejumlah anggota DPR RI periode 2024-2029 viral di media sosial setelah tertangkap kamera berjoget-joget hingga memberikan pernyataan yang dinilai kurang berempati.
"Uya Kuya, Eko, Sahroni, Nafa Urbach, Adies Kadir. itu kan? Gini gini, MKD meminta kepada partai politik tersebut yang anggotanya viral untuk segera menonaktifkan anggota tersebut di DPR," kata Nazaruddin Dek Gam saat dihubingi, Minggu (31/8/2025).
Nazaruddin mengatakan, MKD siap menertibkan Eko Patrio, Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Adies Kadir, dan Nafa Urbach atas tindakan mereka yang dinilai melukai hati rakyat.
"Ya yang joget-joget itu ya kita Ini kan (tertibkan). Terutama sesuai dengan tuntutan masyarakat, tuntutan masyarakat Uya Kuya, Eko, terus Sahroni, Nafa Urbach," kata dia.
Video sejumlah anggota DPR RI termasuk Eko Patrio dan Uya Kuya berjoget di sela rangkaian Sidang Tahunan MPR, Jumat (15/8/2025) menuai gelombang kritik. Publik mengaitkan video itu dengan isu kenaikan gaji dan tunjangan fantastis yang diterima wakil rakyat.
Sementara itu, publik juga marah terhadap Sahroni karena mengeluarkan statement yang kurang pantas sebagai anggota DPR RI. Ia mengatakan masyarakat yang menyerukan pembubaran DPR sebagai "orang tolol sedunia".
"Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita," cetus Sahroni," kata Sahroni usai Kunjungan Kerja (Kunker) di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025).
Adapun Nafa Urbach juga menjadi amukan warga setelah mendukung terhadap tunjangan rumah anggota DPR sebesar Rp50 juta per bulan. Ia beralasan banyak anggota DPR dari luar kota membutuhkan tempat tinggal dekat Senayan.
#salingjagasesamawarga