PDIP: Pernyataan Amien Rais Sampah Informasi Publik

- Said Abdullah menilai kritik Amien Rais terhadap kedekatan Prabowo dan Teddy tidak pantas disampaikan ke publik karena menyentuh ranah pribadi yang seharusnya dijaga secara etis.
- PDIP mendukung langkah Komdigi untuk menurunkan video Amien Rais dari media sosial, menyebut konten tersebut sebagai sampah informasi publik yang tidak layak dikonsumsi masyarakat.
- Partai Ummat melalui Aznur Syamsu menegaskan pernyataan Amien Rais bersifat pribadi, bukan sikap partai, serta menyayangkan ucapan tersebut karena dinilai tidak relevan dengan isu kebangsaan.
Jakarta, IDN Times - Ketua DPP PDIP Said Abdullah turut menanggapi pernyataan Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais yang menyinggung kedekatan Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang akhirnya diturunkan pemerintah.
Said mengatakan, secara etika kritikan Amien Rais tidak patut untuk disampaikan secara terbuka sehingga menjadi konsumsi publik. Ia pun menyinggung etika dalam penyampaikan pendapat.
Dalam video berdurasi 8 menit dan diunggah ke akun YouTube pribadinya, Amien menuding kedekatan khusus Prabowo dan Teddy bukan sekadar relasi profesional dan pekerjaan. Melainkan ada kedekatan personal secara khusus.
"Di negara manapun juga akan berlaku sama. Seyogyanya itu dihindari. Kurang elok, ya bukan kurang elok, etik memang tidak boleh, tidak memungkinkan kita masuk ke ruang-ruang private," kata Said di Gedung DPR RI, Senin (4/5/2026).
1. Dukung Komdigi take down video Amien Rais

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu lantas mendukung penuh langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang menurunkan (take down) video tersebut.
Menurut dia, diskursus yang bersifat personal hanya akan menjadi sampah informasi publik. Ia mengatakan, Komdigi tidak boleh membiarkan video tersebut beredar secara luas di media sosial.
"Komdigi wajib mentake down itu. Karena tidak, tidak bisa dibiarkan. Tidak boleh Komdigi kemudian membiarkan hal-hal yang menyangkut private, ranah private pejabat publik, itu menjadi diskursus. Karena itu, apa ya, ya menjadi sampah informasi publik saja," kata Said.
2. Minta Amien Rais minta maaf secara terbuka

Lebih jauh, Said juga mendesak Amies Rais untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik terkit pernyataan tersebut. Menurut dia, permintaan maaf Amien Rais tidak akan menurunkan derajatnya sebagai seorang tokoh bangsa. Ia pun menempatkan Ketua MPR RI periode 1998-2004 itu sebagai seorang tokoh bangsa.
"Sebagai tokoh bangsa, benar dan salah, menyampaikan hal-hal yang baik atau tiba-tiba selip lidah, atau katakanlah alpa, kemudian meminta maaf, itu tidak akan menurunkan derajat ketokohan seseorang," kata dia.
3. Partai Ummat buka suara soal pernyataan Amien Rais

Ketua DPP Partai Ummat, Aznur Syamsu, menanggapi pernyataan Amien Rais yang menyinggung soal kedekata Prabowo dan Teddy Indra Wijaya. Aznur memastikan, pernyataan Amien Rais tersebut pendapat pribadi, bukan mewakili sikap Partai Ummat.
"Itu pernyataan pribadi Pak Amien, tidak ada kaitannya dengan Partai Ummat," kata dia kepada IDN Times, Minggu (3/5/2026).
Aznur turut menyayangkan pernyataan yang disampaikan Amien Rais tersebut. Terlebih, Amien merupakan salah satu tokoh ternama di Indonesia. Di samping itu, menurut Aznur, pernyataan Amien tak berkaitan dengan persoalan bangsa dan negara.
"Kami dari Partai Ummat menyayangkan pernyataan seperti itu dari Pak Amien Rais, apalagi beliau seorang tokoh, paling tidak pernah menjadi tokoh. Tidak ada kaitan dengan persoalan bangsa dan negara saat ini. Pak Amien Rais offside," kata dia.

















