Kecelakaan Kereta Bekasi: 10 Korban Luka Masih Dirawat, 1 Kritis

- Sebanyak 10 korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur masih dirawat di RSUD Kota Bekasi, dengan satu pasien perempuan dalam kondisi kritis pascaoperasi.
- Kecelakaan terjadi saat KRL Cikarang menabrak taksi di pelintasan tanpa palang pintu, memicu tabrakan lanjutan dengan Argo Bromo Anggrek yang menewaskan 16 orang dan melukai 91 lainnya.
- Ratusan buket bunga memenuhi Stasiun Bekasi Timur sebagai bentuk duka dan doa dari masyarakat bagi para korban meninggal maupun yang masih menjalani perawatan.
Bekasi, IDN Times - Sebanyak 10 orang korban luka-luka akibat kecelakaan kereta antara Commuterline dengan Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, masih menjalani perawatan medis di RSUD Kota Bekasi, hingga Senin (4/5/2026).
Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Kota Bekasi, Sudirman, menyampaikan satu orang dari 10 korban luka-luka masih harus mendapatkan perawatan yang intensif, usai dilakukan operasi pada Sabtu, 2 Mei 2026.
"Saat ini yang masih dirawat 10 orang. Kondisinya satu orang masih agak berat posisinya sekarang di ICU post operasi patah tulang iga, jenis kelaminnya perempuan," katanya, Senin.
1. Ada pasien yang sudah dibolehkan pulang

Sudirman menyampaikan, terdapat beberapa pasien yang dibolehkan pulang hati ini. Pasien dibolehkan pulang setelah mendapatkan rekomendasi dari dokter yang menanganinya.
"Sembilan pasien di ruang perawatan biasa kondisinya cukup stabil. Mungkin ada yang bisa (pulang) hari ini, menunggu visit dokter yang merawat," jelas dia.
2. Kronologi kecelakaan kereta

Diketahui, tabrakan maut antar kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam. Insiden bermula saat KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi yang melintas di pelintasan sebidang tanpa palang pintu.
Akibat kejadian itu, perjalanan KRL lainnya arah Jakarta-Cikarang yang berada di Stasiun Bekasi Timur terhambat, sehingga rangkaian KRL tersebut tak bisa melaju.
Nahas, rangkaian KRL itu ditabrak Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi Surabaya hingga kecelakaan tak terhindarkan. Akibat peristiwa itu, sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka.
3. Ratusan buket bunga penuhi Stasiun Bekasi Timur

Pasca-peristiwa kecelakaan tersebut, ratusan buket bunga dengan surat berisikan doa penuhi lantai dua, Stasiun Bekasi Timur, hingga Senin, 4 Mei 2026.
Ratusan buket bunga itu berasal dari pengguna commuterline (KRL) dan masyarakat, sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban meninggal dan luka-luka akibat kecelakaan tersebut.
Salah satu warga, Ida mengaku sempat berdoa untuk para korban di depan ratusan buket bunga, sebelum melanjutkan perjalanannya dengan menggunakan commuterline.
"Biar diterima di sisi Allah, semoga diterima, mereka pejuang keluarga. Saya melihat (kondisi) kereta aja stres, lihat yang dempet-dempetan susah masuk. Mereka pejuang semoga diterima di sisi Allah, diampuni dosa-dosanya,” kata Ida, Jumat, 1 Mei 2026.
Warga lainnya, Dudi juga ikut berdoa agar korban luka-luka dapat cepat diberikan kesembuhan. “Kami berharap tidak ada korban lagi selanjutnya bagi korban yang dirawat moga cepat sembuh,” kata Dudi.

















