Mendagri Tito Tak Tahu Haji Isam Ditunjuk Prabowo Tangani Karhutla

- Tito Karnavian mengaku tidak mengetahui isu penunjukan Haji Isam oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membantu penanganan karhutla di Kalimantan.
- Tito menyebut penanggulangan karhutla dapat melibatkan pemerintah, pengusaha, perusahaan sawit, tambang, dan masyarakat.
- Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2026 melarang pembukaan lahan dengan cara membakar tanpa kecuali.
Jakarta, IDN Times - Beredar isu Presiden Prabowo Subianto menunjuk pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengaku tidak mengetahui mengenai isu tersebut.
"Saya kurang tahu," ujar Tito di Jakarta, Minggu (23/8/2026).
1. Semua pihak bisa ikut tanggulangi karhutla

Menhut Raja Antoni saat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Banjar, Kalsel, Minggu (23/8/2026). (dok.Kemenhut) Tito mengatakan, penanggulangan karhutla ini bukan hanya tugas pemerintah. Menurutnya, semua pihak bisa ikut membantu, termasuk pengusaha.
"Tapi kalau untuk penanggulangan kebakaran ini kan bukan hanya pemerintah, semua stakeholder yang dianggap mampu, termasuk perusahaan-perusahaan sawit, tambang kan semua terdampak, jadi boleh saja masyarakat untuk berpartisipasi," kata dia.
2. Mendagri sudah terbitkan surat instruksi soal larangan bakar lahan

Pemadaman karhutla di Kendawangan, Ketapang, Kalimantan Barat. (dok Humas Polres Ketapang) Dalam kesempatan itu, Tito menegaskan, sudah menerbitkan Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2026. Dia menegaskan, SE tersebut berisi larangan membakar lahan untuk pembukaan lahan.
"saya melakukan Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2026, yang intinya adalah melarang kepada kepala daerah bupati, gubernur, wali kota, melarang pembukaan lahan dengan cara membakar tanpa kecuali, kalau kemarin kan ada kecuali, masalah adat itu, sekarang tanpa kecuali, ini kan situasi darurat yang kita juga extra ordinary, diskresi harus kita lakukan jangan sampai ada pembakaran baru," ucap dia.
3. Semua pihak bergerak

Karhutla di Taman Nasional Way Kambas berhasil dipadamkan, Sabtu (22/8/2026). (Dok. Polda Lampung). Lebih lanjut, Tito menyampaikan, atas instruksi Presiden Prabowo Subianto, semua kementerian dan lembaga bergerak saling membantu dalam menanggulangi karhutla.
"Jadi strategi utama adalah yang sudah terlanjur terbakar harus segera dipadamkan, dilokalisir dengan semua mobilisasi kekuatan, termasuk PU (Pekerjaan Umum), Menteri Pertanian dan lain-lain. Kemudian untuk mencegah masyarakat jangan melakukan pembakaran baru, titik api saja," imbuhnya.

















