Jakarta, IDN Times – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyambut positif rencana pemanfaatan GMP oleh BGN yang disampaikan melalui surat resmi kepada perusahaan. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya TelkomGroup dalam mengoptimalkan aset properti melalui skema bisnis yang wajar dan proporsional secara Business to Business (B2B), dengan tetap mengedepankan ketentuan dan tata kelola yang berlaku.
Sambut Positif Pemanfaatan GMP, TelkomGroup Optimalkan Aset Properti

- Telkom menyambut rencana BGN memanfaatkan Gedung GMP melalui skema B2B untuk mengoptimalkan aset properti, sekaligus membuka peluang layanan konektivitas dan solusi digital.
- Optimalisasi GMP menjadi bagian penataan ruang kerja TelkomGroup, dengan pengelompokan unit bisnis yang tersebar di Jakarta agar kolaborasi, efektivitas proses, dan produktivitas meningkat.
- Transisi BGN ke GMP dilakukan bertahap setelah negosiasi selesai, dengan perhatian pada operasional, keamanan, keselamatan, kenyamanan karyawan, serta prinsip tata kelola yang berlaku.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan, “Bagi TelkomGroup, rencana penyewaan gedung GMP oleh BGN merupakan bentuk leveraging asset yang dapat menghadirkan peluang bisnis baru, termasuk melalui penyediaan layanan konektivitas dan solusi digital unggul dari yang kami miliki.”
1. Bagian dari penataan dan klasterisasi

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini (Dok. Telkom) Lebih lanjut, Dian menjelaskan optimalisasi GMP juga menjadi bagian dari penataan dan klasterisasi kebutuhan ruang kerja di lingkungan TelkomGroup. Di tengah transformasi yang terus dijalankan, momentum ini dimanfaatkan untuk memetakan kembali fasilitas dan lokasi kerja sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing organisasi di TelkomGroup.
“Saat ini, sejumlah unit masih yang berkaitan tersebar di berbagai lokasi kerja di Jakarta. Melalui penataan ini, kami ingin menciptakan lingkungan kerja yang lebih terintegrasi sesuai stream masing-masing unit. Harapannya, ini dapat membuat kolaborasi menjadi lebih mudah, proses kerja semakin efektif, dan produktivitas karyawan semakin meningkat,” jelas Dian.
2. Keamanan, keselamatan, dan kenyamanan karyawan menjadi perhatian utama Telkom

Gedung GMP (Dok. Telkom) Penempatan ruang kerja dan transisi BGN ke GMP akan dilakukan secara bertahap setelah proses negosiasi dan pembahasan bersama pihak-pihak terkait selesai. Telkom memastikan seluruh proses dilakukan dengan tetap memperhatikan keberlangsungan operasional dan layanan TelkomGroup, serta memastikan terciptanya lingkungan kerja yang lebih baik bagi karyawan.
Dalam proses perpindahan, aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan karyawan menjadi perhatian utama Telkom. Kami juga memastikan seluruh proses dilakukan sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
“Berdasarkan hasil survei dan diskusi bersama Telkom, BGN menyampaikan rencana pemanfaatan GMP untuk ruang kerja serta beberapa fasilitas workstation standar. Pemanfaatan tersebut akan dilakukan setelah proses penataan unit-unit di Telkom dan pemindahan peralatan kerja existing ke lokasi yang telah disepakati bersama,” lanjut Dian.
3. Koordinasi dan kolaborasi

Gedung Telkom (dok. Telkom) Di sisi lain, Telkom juga melanjutkan program peremajaan Telkom Integrated Operation Center (TIOC) sebagai bagian dari siklus modernisasi teknologi perusahaan. Program ini berjalan dengan perencanaan dan tahapan tersendiri, mencakup adopsi otomasi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan penerapan sistem monitoring generasi terkini untuk menghadirkan layanan yang lebih baik ke depan.
Dian menjelaskan, optimalisasi GMP dilakukan sejalan dengan program penataan ruang kerja di lingkungan TelkomGroup yang telah direncanakan sebelumnya. Saat ini, sejumlah unit bisnis masih tersebar di berbagai lokasi kerja di Jakarta, sehingga koordinasi dan kolaborasi antartim belum dapat berjalan secara optimal.
“Penataan ini diarahkan pada pengelompokan unit berdasarkan karakteristik bisnis, sehingga setiap unit dapat menempati lokasi yang lebih terintegrasi. Dengan demikian, koordinasi dan kolaborasi dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas,” ujarnya. (WEB)




















