Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mendagri Minta Percepatan Integrasi Sistem Pemerintahan Basis Elektronik

Mendagri Minta Percepatan Integrasi Sistem Pemerintahan Basis Elektronik
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (Dok. Kemendagri)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Mendagri Tito Karnavian meminta percepatan integrasi SPBE untuk meningkatkan akurasi penyaluran bansos, terutama dalam menentukan warga yang layak menerima bantuan.
  • Pembaruan data difokuskan pada masyarakat desil 1 hingga 4; uji pemadanan biometrik Dukcapil di Banyuwangi menunjukkan data penerima bansos masih perlu diperbaiki.
  • Biak Numfor menjadi daerah prioritas e-government di Papua, dengan OPD, aparat kampung, dan Posyandu diminta mendukung pemutakhiran data lapangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, meminta integrasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) atau e-government dipercepat.

Hal itu diperlukan sebagai langkah memperkuat akurasi penyaluran bantuan sosial (bansos).

"Dengan sistem itu bisa membaca tepat, lebih tepat, lebih akurat ya siapa saja yang layak menerima bansos dan siapa yang tidak," ujar Tito saat memberi arahan kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor di Kabupaten Biak Numfor, Papua, Jumat (31/7/2026), dikutip dari siaran pers.

1. Fokus pembaruan data

Dok. Dukcapil Kota Tangerang
Dok. Dukcapil Kota Tangerang

Tito mengatakan, pembaruan data difokuskan pada kelompok masyarakat desil 1 hingga desil 4.

Dia menilai, pemanfaatan teknologi dan integrasi data merupakan instrumen penting untuk meningkatkan ketepatan sasaran program perlindungan sosial. Hal itu juga sekaligus meminimalkan potensi kesalahan dalam penyaluran bantuan.

"Hasil uji coba pemadanan data berbasis biometrik milik Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) di Kabupaten Banyuwangi menunjukkan masih besarnya kebutuhan pembaruan data," kata dia.

Beberapa data penerima bantuan sosial, ujar Tito, sebelumnya dinilai tidak sesuai dengan kondisi aktual sehingga memerlukan perbaikan.

2. Kabupaten Biak Numfor jadi prioritas implementasi e-goverment

Mendagri, Tito Karnavian bersama Ketua  KPTDP, Luhut Binsar Panjaitan gelar rapat untuk memperluas penerapan digitalisasi perlindungan sosia
Mendagri, Tito Karnavian bersama Ketua KPTDP, Luhut Binsar Panjaitan gelar rapat untuk memperluas penerapan digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos) di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, pada Selasa (30/6/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Tito mengatakan, Kabupaten Biak Numfor menjadi salah satu daerah prioritas untuk implementasi e-government.

"Nah, sebelum tanggal 17 Agustus, Pak Presiden meminta kalau bisa tambah 100 lagi. Khusus di Papua salah satunya adalah Biak," kata dia.

3. Mendagri minta perangkat daerah dukung pemutakhiran data

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian saat ditemui di Kompleks Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian saat ditemui di Kompleks Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Tito pun meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), aparat kampung, hingga petugas Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) mendukung proses pemutakhiran data.

Pemutakhiran data itu akan dilakukan oleh tim teknis di lapangan.

Dia mengatakan, kolaborasi tersebut penting agar bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten diterima masyarakat yang memenuhi kriteria.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More