Operasi Senyap TNI Selamatkan Pekerja Freeport dari OPM

- Satgas TNI berhasil mengevakuasi semua pekerja PT Freeport Indonesia dari medan ekstrem dan ancaman KKB.
- Prajurit TNI gugur dalam kontak tembak dengan OPM di Papua, meninggalkan kesedihan bagi keluarga dan rekan sejawatnya.
- Jenazah Praka Satria dimakamkan secara militer di TMP Dharma Loka, Kupang, sebagai penghormatan atas dedikasinya sebagai prajurit terbaik.
Jakarta, IDN Times - Satuan tugas gabungan TNI melakukan operasi senyap di medan ekstrem di Papua pada Sabtu, 10 Januari 2026, untuk menyelamatkan 18 karyawan PT Freeport Indonesia dan 20 personel Denkav 3 Kodam XVII/Cendrawasih. Mereka sudah terjebak di medan yang sulit selama tiga hari di Pos Tower 270, Tembagapura. Sementara, di luar terdapat ancaman kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah mengonfirmasi adanya operasi penyelamatan terhadap belasan karyawan PT Freeport Indonesia itu. "Pergerakan pasukan dilakukan secara menembus. Mereka menembus medan yang ekstrem dan pegunungan pada ketinggian 2.500 meter," ujar Aulia dalam keterangan tertulis, Senin (12/1/2025).
Koordinasi evakuasi dan pemberian perintah dilakukan di Mile 64 PT Freeport Indonesia. Pasukan TNI kemudian bergerak secara diam-diam pada malam hari.
"Personel TNI juga mengirimkan drone untuk mengangkut obat-obatan dan logistik bagi belasan pekerja PT Freeport dan puluhan anggota Denkav 3," tutur Aulia.
Satgas TNI berhasil menyelamatkan belasan pekerja PT Freeport Indonesia, dan puluhan personel Denkav III usai dua hari menjelajah medan yang ekstrem.
1. Satgas TNI akhirnya berhasil mengevakuasi semua pekerja PT Freeport Indonesia

Lebih lanjut, Aulia mengatakan, satgas TNI akhirnya berhasil menyelamatkan belasan pekerja PT Freeport Indonesia dari medan ekstrem dan ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Ia mengatakan operasi penyelamatan pekerja PT Freeport Indonesia merupakan bagian dari komitmen TNI untuk melindungi rakyat dan objek vital nasional.
"Komitmen TNI akan melindungi rakyat dan objek vital nasional dalam medan seberat apapun," katanya.
Ucapan terima kasih disampaikan salah seorang pekerja Freeport Indonesia, sebab prajurit TNI dinilai menjaga pekerja Freeport Indonesia.
"Mereka men-support kami di dalam perjalanan, melakukan tindakan, memberikan oksigen tambahan, membalut tangan yang luka, sehingga kami bisa tiba dengan aman dan selamat," tutur seorang pekerja.
2. Prajurit TNI kembali gugur saat kontak tembak dengan OPM

Sementara, Papua masih dianggap sebagai tempat yang kurang aman. Seorang prajurit TNI AD pada Kamis, 8 Januari 2025 gugur akibat ditembak anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Prajurit tersebut adalah Praka Satria Taopan, 29 tahun, putra daerah asal Nusa Tenggara Timur yang gugur saat menjalankan tugas negara di Papua.
Praka Satria merupakan anggota Satgas Pamtas Mobile Yonif 100 Prajurit Setia, Kodam I Bukit Barisan. Dia gugur dalam insiden penembakan di wilayah Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Kamis sekitar pukul 08.00 WIT.
Perwakilan Satgas Pamtas Mobile Yonif 100 Prajurit Setia, Kapten Infanteri Despa, menjelaskan insiden yang menyebabkan Praka Satria gugur ketika menjalankan tugas untuk mengamankan pengantaran logistik makanan bagi prajurit lainnya menggunakan helikopter.
Dalam perjalanan menuju lokasi tugas, helikopter yang ditumpangi rombongan satgas mendapat serangan dari KKB.
3. Jenazah Praka Satria dikebumikan di TMP Kupang

Jenazah Praka Satria dimakamkan secara militer pada Minggu (11/1/2026) di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Loka, Kupang.
Komandan Kodim 1604/Kupang, Kolonel Infanteri Kadek Abriawan, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya prajurit TNI ditembak KKB di Nduga tersebut. Ia menyebut Praka Satria sebagai prajurit terbaik yang dimiliki satuannya.
"Almarhum adalah prajurit terbaik kami. Ia telah melaksanakan tugas negara dengan maksimal dan penuh dedikasi. Atas pengabdiannya, TNI akan memakamkan almarhum secara kedinasan militer,” ujar Kadek.
















