Pascabencana, Korban Terdampak di Sumatra Hadapi Kebutuhan Mendesak

- Kolaborasi lintas organisasi dan sektor penting untuk bantuan berkelanjutan
- ParagonCorp menyesuaikan bantuan sesuai kebutuhan wilayah terdampak
Jakarta, IDN Times- Organisasi kemanusiaan Human Initiative mencatat wilayah Sumatra, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang, masih menghadapi kebutuhan mendesak pascabencana.
“Kebutuhan korban masih banyak yang mendesak, seperti perlengkapan kebersihan, selimut, matras, kasur, serta layanan kesehatan dan dukungan psikososial bagi anak anak, lansia, dan kelompok rentan,” ujar Pimpinan Human Initiative, Ferdiansyah, dalam keterangan, Senin (12/1/2025).
1. Kolaborasi lintas organisasi dan sektor dinilai penting untuk memastikan bantuan tidak berhenti fase darurat

Meski demikian, dia memastikan, penyaluran bantuan hingga saat ini sudah mulai diterima oleh sebagian besar warga terdampak.
Seiring perkembangan kebutuhan tersebut, berbagai pihak menyesuaikan bentuk dukungan yang disalurkan agar tetap relevan dengan kondisi di lapangan.
"Kolaborasi lintas organisasi dan sektor dinilai penting untuk memastikan bantuan tidak hanya berhenti pada fase darurat, tetapi berlanjut hingga tahap pemulihan," kata dia.
2. ParagonCorp turut menyesuaikan pengiriman bantuan sesuai dengan kebutuhan lanjutan di wilayah terdampak

Dalam kerja sama dengan berbagai mitra kemanusiaan, termasuk Save the Children, Rumah Zakat, Kitabisa, Baitul Maal Merapi Merbabu, Illuni FKUI, serta mitra kemanusiaan lainnya, ParagonCorp turut menyesuaikan pengiriman bantuan sesuai dengan kebutuhan lanjutan di wilayah terdampak.
Director of Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni, mengatakan, keterlibatan perusahaan dalam inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen ParagonCorp untuk hadir dan berkontribusi dalam upaya kemanusiaan di berbagai wilayah Indonesia.
“Melalui keterlibatan ini, ParagonCorp meyakini bahwa penyaluran bantuan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan masyarakat pascabencana.” ujar Astri.
3. Penyaluran genset berkapasitas 250 kVA ke RSUD Langsa

Selain bantuan logistik, perhatian juga diarahkan pada keberlangsungan layanan kesehatan. Salah satunya melalui penyaluran genset berkapasitas 250 kVA ke RSUD Langsa. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan listrik bagi operasional rumah sakit pascabencana.
"RSUD Langsa merupakan fasilitas kesehatan rujukan bagi masyarakat di wilayah Langsa, Aceh Tamiang, hingga Aceh Timur. Pasokan listrik yang stabil menjadi faktor penting bagi operasional layanan medis, terutama pada situasi darurat," kata dia..
3. Total bantuan yang dikirim mencapai 30 ton

Sebagai bagian dari rangkaian upaya bersama tersebut, armada kemanusiaan telah mengirimkan bantuan logistik dalam jumlah besar dari Jakarta menuju wilayah terdampak di Sumatra. Total bantuan yang dikirim mencapai 30 ton dan didukung oleh dua pesawat charter untuk mempercepat distribusi ke daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Pada fase lanjutan, bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pascabencana, meliputi akses air bersih, layanan kesehatan, penyediaan posko pengungsian, penyaluran sembako dan beras, serta operasional dapur umum. Bantuan disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Aceh Tamiang, Takengon, dan Bener Meriah, melalui kerja sama dengan berbagai organisasi dan relawan kemanusiaan di lapangan.
"Ke depan, kolaborasi lintas pihak diharapkan dapat terus berlanjut hingga fase pemulihan berikutnya. Penyesuaian bantuan dengan kebutuhan nyata di lapangan dinilai penting agar masyarakat terdampak dapat bangkit kembali secara bertahap, baik secara fisik maupun mental," ujar dia.


















