Pemerintah Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 10 Ribu Santri di Lampung

- Pemerintah melalui Kemenko PMK menggelar program Cek Kesehatan Gratis bagi 10 ribu santri di 10 pondok pesantren Lampung sebagai bagian dari perluasan akses layanan kesehatan nasional.
- Kegiatan ini melibatkan koordinasi lintas kementerian dan daerah, memastikan seluruh santri mendapat pemeriksaan kesehatan serta edukasi pencegahan penyakit untuk mendukung peningkatan kualitas SDM pesantren.
- Program CKG juga diarahkan sebagai langkah strategis mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 dengan menanamkan pentingnya kesehatan fisik dan mental sejak dini di lingkungan pesantren.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menargetkan sekitar 10 ribu santri di 10 pondok pesantren Provinsi Lampung mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses layanan kesehatan bagi santri, sekaligus mendukung percepatan Program Prioritas Kerja Nasional (PKPN) di bidang kesehatan.
Table of Content
1. Targetkan 10 ribu santri di 10 pondok pesantren

Pelaksanaan CKG di Lampung dilakukan di sejumlah daerah, yakni Kabupaten Tulang Bawang, Lampung Selatan, Lampung Utara, Lampung Tengah, Tulang Bawang Barat, dan Kota Bandar Lampung.
Kemenko PMK juga melakukan sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian pelaksanaan program bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, pemerintah daerah, puskesmas, serta pengelola pondok pesantren agar pelaksanaannya berjalan optimal.
2. Pemerintah pastikan santri mendapat akses layanan kesehatan

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK, Sukadiono, meninjau pelaksanaan CKG di Pondok Pesantren Darul Islah, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 300 santri, terdiri dari 100 santri putra dan 200 santri putri dengan dukungan tenaga kesehatan dari Puskesmas Penawar.
“Kita ingin memastikan tidak ada santri yang tertinggal dalam memperoleh layanan kesehatan. Ini bukan sekadar pemeriksanaan kesehatan, tetapi investasi untuk mencetak generasi santri yang sehat, produktif, dan siap menjadi SDM unggul Indonesia,” kata Sukadiono.
Menurut dia, pesantren memiliki posisi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, kesehatan para santri perlu menjadi perhatian bersama melalui deteksi dini dan pencegahan penyakit.
3. CKG jadi bagian persiapan Generasi Emas Indonesia 2045

Pelaksanaan CKG kemudian berlanjut di Pondok Pesantren Madarijul Ulum, Kota Bandar Lampung, pada Jumat (19/6/2026), yang diikuti 179 santri.
Sekretaris Kementerian Koordinator PMK, Imam Machdi, mengatakan program CKG menjadi bagian dari upaya pemerintah mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
“Kita melakukan pemeriksaan kesehatan gratis untuk mempersiapkan adik-adik sekalian menjadi Generasi Emas Indonesia 2045. Generasi emas adalah generasi yang sehat, memiliki kompetensi, intelektualitas, integritas, dan karakter yang kuat sebagai modal membangun Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera,” jelas Imam.
Menurut Imam, kesehatan tidak hanya mencakup kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan jiwa. Ia pun mengajak para santri untuk memanfaatkan kesempatan pemeriksaan kesehatan gratis, agar dapat mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat edukasi perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren.
Melalui pengawalan pelaksanaan CKG di pondok pesantren, Kemenko PMK berharap semakin banyak santri mendapat layanan pemeriksaan kesehatan sejak dini untuk mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
















