Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemerintah Salurkan Dana Perbaikan Rumah untuk Korban Bencana di Aceh

Pemerintah Salurkan Dana Perbaikan Rumah untuk Korban Bencana di Aceh
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto serahkan dana stimulan perbaikan rumah kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi basah akibat Siklon Senyar di Gedung GOR Pandan, Sibolga Tapanuli Tengah, Selasa (21/4). (Dok. BNPB)
Intinya Sih
  • Pemerintah menyalurkan dana stimulan Rp654,87 miliar untuk perbaikan 30.735 rumah rusak akibat Siklon Senyar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
  • Tapanuli Tengah menerima Rp31,2 miliar tahap pertama bagi warga dengan rumah rusak ringan dan sedang, sementara pendataan penerima bantuan masih terus berlangsung.
  • Pemerintah mempercepat pembangunan ribuan hunian tetap tahan gempa di tiga provinsi serta memperbaiki infrastruktur vital guna memastikan pemulihan dan keamanan masyarakat terdampak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah kembali menyalurkan bantuan dana stimulan perbaikan rumah bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi akibat Siklon Senyar yang terjadi di wilayah Aceh dan Sumatra Utara pada November 2025. Penyerahan bantuan dilakukan secara hybrid dan dipusatkan di Kabupaten Aceh Tamiang serta Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (21/4/2026).

Penyaluran bantuan ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dari Aceh Tamiang, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dari Tapanuli Tengah.

1. Dana Rp654,87 miliar untuk perbaikan rumah di tiga provinsi

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto serahkan dana stimulan perbaikan rumah epada warga terdampak bencana hidrometeorologi basah akibat Siklon Senyar di Gedung GOR Pandan, Sibolga Tapanuli Tengah, Selasa (21/4).
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto serahkan dana stimulan perbaikan rumah kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi basah akibat Siklon Senyar di Gedung GOR Pandan, Sibolga Tapanuli Tengah, Selasa (21/4). (Dok. BNPB)

Pemerintah pusat telah menyalurkan dana stimulan total mencapai Rp654,87 miliar untuk wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dana ini diperuntukkan bagi 18.345 unit rumah rusak ringan dan 12.390 unit rumah rusak sedang.

Khusus di Aceh Tamiang, bantuan yang disalurkan mencapai Rp117,96 miliar untuk 4.469 kepala keluarga (KK). Setiap KK menerima Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang.

Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa bantuan ini merupakan arahan langsung dari Presiden dan diharapkan mampu mempercepat pemulihan masyarakat.

“Melalui langkah ini, kita berharap Bapak dan Ibu korban bencana dapat kembali hidup normal seperti sedia kala. Atas arahan Bapak Presiden, kita tidak hanya ingin mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi juga berupaya membangun kehidupan yang jauh lebih baik,” ungkap Pratikno.

2. Tapanuli Tengah terima Rp31,2 miliar tahap pertama

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto serahkan dana stimulan perbaikan rumah epada warga terdampak bencana hidrometeorologi basah akibat Siklon Senyar di Gedung GOR Pandan, Sibolga Tapanuli Tengah, Selasa (21/4).
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto serahkan dana stimulan perbaikan rumah kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi basah akibat Siklon Senyar di Gedung GOR Pandan, Sibolga Tapanuli Tengah, Selasa (21/4). (Dok. BNPB)

Di Kabupaten Tapanuli Tengah, penyaluran dana stimulan masih berada pada tahap pertama dengan total nilai Rp31,2 miliar. Dana tersebut diberikan kepada warga yang mengalami kerusakan rumah ringan dan sedang akibat bencana.

Sebanyak Rp16,7 miliar dialokasikan untuk 1.098 KK dengan rumah rusak ringan, sementara Rp14,7 miliar diberikan kepada 493 KK dengan rumah rusak sedang.

Kepala BNPB Suharyanto menyebut bahwa bantuan ini tidak berhenti pada tahap awal, melainkan akan terus berlanjut sesuai dengan data yang masuk dari pemerintah daerah.

“Tapanuli Tengah, ini baru tahap yang pertama. Tadi telah kita salurkan bantuan senilai Rp31,2 miliar rupiah. Dana ini diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan sedang,” jelas Suharyanto.

Ia juga memastikan masyarakat yang belum menerima bantuan tidak perlu khawatir karena proses pendataan masih berlangsung.

“Apakah ini yang pertama dan terakhir? Tentu saja tidak. Masih banyak warga masyarakat Tapanuli Tengah yang rumahnya rusak ringan dan sedang namun belum mendapatkan bantuan hari ini,” kata Suharyanto.

“Tapi jangan khawatir, bukan berarti mereka dilupakan, melainkan hanya menunggu giliran saja. Hal ini dikarenakan data yang diberikan dari pemerintah daerah belum seluruhnya masuk ke BNPB,” jelasnya menambahkan.

3. Pemerintah percepat pembangunan hunian tetap (huntap)

Kondisi huntap yang belum dihuni secara tetap. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
Ilustrasi hunian tetap/Ardiansyah Fajar.

Selain bantuan dana perbaikan rumah, pemerintah juga tengah mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hanyut.

Di Aceh, target pembangunan mencapai 18.354 unit, sementara di Sumatra Utara sebanyak 6.432 unit dan Sumatra Barat 4.186 unit yang saat ini masih dalam proses pembangunan.

Hunian tetap ini dirancang setara rumah tipe 36 dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, serta taman kecil. Lokasinya dipastikan aman dari potensi bencana dan dibangun menggunakan material berkualitas agar tahan terhadap gempa.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat terdampak tidak hanya pulih, tetapi juga memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman di masa depan.

Selain pembangunan hunian, BNPB bersama TNI, Polri, dan Kementerian PUPR juga terus melakukan perbaikan infrastruktur vital seperti normalisasi sungai dan perbaikan jembatan guna mencegah risiko bencana susulan.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More