Pemerintah Siapkan Bantuan Sosial agar Masyarakat Tidak Mudik

Jakarta, IDN Times - Juru bicara Presiden Joko "Jokowi" Widodo, Fadjroel Rachman, mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan sosial (bansos) kepada warga miskin dan rentan miskin yang terdampak COVID-19. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah agar masyarakat tidak pulang ke kampung halaman mereka.
"Upaya ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan meluasnya virus corona atau COVID-19 ke daerah asal pemudik," kata Fadjroel dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/4).
1. Bantuan sosial diperlukan sebagai bekal hidup

Fadjroel menjelaskan, bansos tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah melalui program jaring pengaman sosial. Di DKI Jakarta, salah satu provinsi yang terbanyak menjadi asal pemudik, sebanyak 3,7 juta penerima bantuan sosial bersyarat akan diberikan kepada mereka sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
"Bantuan sosial ini sangat diperlukan sebagai bekal hidup bagi mereka untuk tetap tinggal di rumah selama masa pandemi COVID-19 ini," jelas dia.
2. Bansos diberikan kepada masyarakat kalangan bawah

Secara nasional, lanjut Fadjroel, pemerintah telah menambahkan belanja dan pembiayaan APBN 2020 untuk penanganan COVID-19, sebesar Rp405,1 triliun, sedangkan alokasi untuk program perlindungan sosial atau jaring pengaman sosial sebesar Rp110 triliun.
"Khususnya untuk masyarakat miskin dan rentan miskin agar dapat memenuhi kebutuhan pokok dan menjaga daya beli mereka," ucap Fadjroel.
3. Pemerintah imbau masyarakat tak mudik

Dia mengatakan bahwa pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak mudik ke kampung halaman.
"Presiden Joko Widodo sekali lagi menekankan bahwa kewajiban konstitusional pemerintah untuk melindungi keselamatan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," kata Fadjroel.


















