Perwira Polisi Polres Jakpus Patah Kaki saat Amankan Demo PMII di DPR

- AKBP Adri Desas Furyanto, Kabag Perencanaan Polres Metro Jakarta Pusat, mengalami patah tulang lutut kanan saat pengamanan aksi di depan gedung DPR/MPR RI.
- Insiden terjadi ketika AKBP Adri berupaya memadamkan api dari teatrikal pembakaran keranda yang dilakukan massa aksi PMII di lokasi demonstrasi.
- Kericuhan dan dorong-dorongan antara polisi serta massa membuat AKBP Adri terjatuh hingga harus dievakuasi dan dirawat di RS Polri Kramatjati.
Jakarta, IDN Times - Sebuah video viral merekam seorang perwira menengah (pamen) berpangkat AKBP terluka di bagian kaki, saat mengamankan demonstrasi di depan gedung MPR/DPR RI, Jakarta Pusat, Senin, 24 Juni 2026.
Dikutip dari akun Instagram @kejadianesia, terlihat perwira menengah tersebut dievakuasi beberapa rekannya.
“Seorang petugas kepolisian, AKBP Adri, tampak meringis kesakitan dan berjalan pincang di tengah kericuhan yang terjadi saat aksi unjuk rasa,” tulis unggahan tersebut.
1. AKBP Adri mengalami patah tulang lutut kanan

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung menyebut perwira menengah yang mengalami luka patah tulang adalah Kepala Bagian (Kabag) Perencanaan Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Adri Desas Furyanto. Ia dirawat di Rumah Sakit Polri Kramatjati.
“Yang bersangkutan di diagnosa Fraktur Patella Dextra (patah tulang lutut kanan),” kata Reynold saat dikonfirmasi, Rabu (24/6/2026).
2. AKBP Adri ikut dalam pengamanan demo PMII di DPR

Sementara itu, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Iptu Erlyn Sumantri menjelaskan, luka yang dialami AKBP Adri terjadi saat ia berusaha memadamkan api dari teaterikal keranda yang dibakar massa.
"Sewaktu pengamanan unjuk rasa di DPR/MPR RI, kronologi, yang bersangkutan Pak Adri saat mengamankan jalannya unjuk rasa dari PB PMII," ujar Erlyn.
3. Kecelakaan terjadi saat memadamkan api ketika teaterikal pembakaran keranda

Namun, saat hendak memadamkan api, terjadi kericuhan yang membuat AKBP Adri terjatuh. Saat itu, kondisi di lokasi terjadi saling dorong antara polisi dan massa dari elemen organisasi mahasiswa PB PMII.
"Sewaktu pam (pengamanan) ada kericuhan sedikit dengan massa aksi untuk tidak membakar ban, dan yang bersangkutan untuk berusaha memadamkan api, yang akhirnya yang bersangkutan terjatuh," kata Erlyn.


















